
Dia ingin mencoba mengjahili kekasihnya karena kekasihnya sering menjahilinya, niatan dan senyum jahilnya, Lan Xia Dea bertanya.. “..*Hm.. Apa kau sedang cemburu*.. ~” tanya-nya
Lan Xin Yuezhi tengah bergulat dalam pikirannya dan dengan kesadaran menjawab “.. *Yah*..” ucapnya yang kini wajahnya sudah semerah tomat
Sedangkan Dea dia membeku di tempat.. beberapa detik kemudian, wajahnya merona dengan jawaban tiba-tiba kekasihnya...
Dia menatap kekasihnya dengan tidak percaya... apakah ini benar adalah Xin Yuezhi... begitulah
Beberapa detik kemudian Dea tersenyum dengan manisnya menatap kekasihnya. Pada awalnya dia hanya ingin menjahili kekasihnya dengan bertanya, tetapi malah menadap jawaban yang tak terduga
Xin Yuezhi adalah orang yang arogan dan mempunyai harga diri yang cukup tinggi, dia hanya dekat dengan orang-orang yang berpegaruh, jadi sangat mungkin untuk mengatakan perasaanya langsung
Tetapi lihat sekarang, mungkinkah cinta dapat mengubah seseorang....
Dea menatapnya dengan senyuman dan berhasil membuat pipi Xin Yuezhi merona dengan kecantikannya
“.. *Dasar bodoh.. Jadi ini yang kau pikirkan dari tadi*..” tanya Dea sambil tertawa
Kemudian Xin Yuezhi menjawabnya dengan cepat “.. *Tentu saja*..” dengan rona di pipinya, dia menatap Dea dengan serius
Kemudian Dea mulai bercerita dengan ekspresi yang biasa, tetapi Xin Yuezhi yang mendengarnya, hatinya tercabik-cabik
\* “.. Ini bukanlah sesuatu yang serius.. aku hanya bertanya pada mereka berdua.. aku lebih mirip dengan yang mana, dengan Sasu atau Manjii tentang keluarga\*
*Seperti yang kau tau kami bertiga memiliki sedikit persamaan, dimana tidak di besarkan oleh orang tua*
*Manji tidak pernah bertemu dengan orang tuanya sekalipun dan hanya pernah melihatnya di lukisan dan mimpinya, serta cerita orang-orang*
*Sedangkan Sasu tidak di besarkan oleh orang tuanya tetapi sempat merasakan kasih sayang walau hanya*
*sebentar*
*Dan aku, pada umur lima tahun di buang oleh keluarga, dikirim jauh dari rumah*
*Meski Ayah membenciku masih ada Kakak dan Adikku yang menyayangiku dan ada juga Ibuku yang sepertinya sayang kepada ku, begitupu dengan para paman*..
*Aku sangat berharap mereka datang dan menjemputku kembali, tetapi tidak pernah terjadi*
*Setiap ada utusan dari tempatku datang, aku selalu berharap itu adalah salah dari dari mereka, tetapi tidak.. yang ada hanyalah paman-pamanku saja*
*Memang pama-pamanku itu termasuk dalam kategori keluargaku, tetapi tetap saja itu berbeda, yang ku inginkan adalah Ayah, Ibu, Kakak dan Adikku*
*Tetapi mereka tak kunjung datang, padahal suda banyak yang kukirikan suratnya.. semakin lama aku sudah tidak pernah menulis surat balasan untuk mereka, aku merasa muak dan langsung membakar semua surat dari sana juka sudah ku baca*
*Entah sejak kapan, aku sudah tidak pernah menuggu lagi.. entah sejak kapan aku berhenti berharap*
*Tetapi Sasu dan Manji berbeda, mereka terlahir dengan cinta orang tuanya, sedangkan aku, hanya dengan melihatku saja, Ayahku menjadi muak dan mendorongku menjauh*
*Ada kalanya saat melihat orang-orang di desa bersama dengan keluarga mereka, aku merasa iri... dada ku menjadi sakit mengingat keluarga ku*
*Dan saat kembali kerumah, aku hanya bisa menangis dan bermimpi buruk setiap harinya*...” ucap Dea dengan panjang lebar dan Xin Yuezhi menyimaknya dengan serius,
Lalu Xin Yuezhi bertanya “..*Jadi itulah kenapa aku harus memakan pil tidur dulu sebelum tidur*..” Dea hanya diam saja mendengar perkataan kekasihnya, yang di artikan adala ‘Iya’
Xin Yuezhi membalikan tubuh Dea agar bisa berhadapan dengannya dan berkata
“.. *Dea.. aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia, di masa depan, aku akan membuat sebuah keluarga yang harmonis untuk kita berdua*
*Yang akan membuatmu merasa senang bahagia, kau akan selalu bahagia di setiap saatnya sehingga kau tidak akan merasakan sakit lagi .. tidak akan ada yang memberimu siksaan seperti keluargamu itu*...”
Ucap Xin Yuezhi panjang lebar dan membuat Dea meneteskan air matanya “*A.. Apakah itu benar*..” tanya-nya dengan air mata di pipinya
Xin Yuezhi yang melihatnya menangis segera menghapus air matanya dan memegang tengan Dea dan berkata dengan penuh percaya diri “..*Aku berjanji akan hal itu.. aku janji akan hal itu*..”
Kemudian suara petir bergemuru, seperti memegang janji Xin Yuezhi... ini adalah janjinya seumur hidup...
***Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca***...
***jangan lupa tinggalkan jejak Yah***...
***Favorit***...
***Comment dan Like***...