
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Dea tiba-tiba turun dari kudanya dengan melompat kepohon dan dengan cepat sampai di tempat sambil membelakangi mereka
Mereka sangat penasaran dengan apa yang Dea ambil dan mendekat pada Lan Xia Dea
Dea berbalik dan mereka dapat melihat dengan jelas apa yang ada di tagngan Dea, mereka terkejut saat melihat apa yang ada di tangan Dea “..Anggrek putih salju!!!” teriak mereka
Mereka pun menyusul kesana..
Tanaman itu adalah Anggrek putrih salju yang jarang ada. Tanaman itu sangatlah berharga kerena sangatlah langkah sebagai bahan untuk membuat pil tingkat tinggi
Tanaman itu sangatlah langkah karena sangat susah untuk tumbuh, salah sedikit saja itu akan layu dan mati
Jadi saat Dea dengan santainya menarunya di tangannya, mereka berteriak histeris, itu adalah harta berharga, ucap mereka bersamaan, ketika melihat bahwa tanamannya sudah mulai layu, hati mereka hancur, tetapi Dea hanya berkata
“..Apanya yang harus di takutkan.. dia hanya muda layu, untuk kapan tanamannya mati itu tergantung..” dengan itu perlahan tanaman itu segera segar kembali, mereka yang melihatnya terbelak tidak percaya
Yang mereka tau bahwa ketika tanaman itu saat dia mulai layu, sudah tidak ada cara untuk membuatnya kembali segar, dan percaya bahwa itu sama saja dengan mati
Tetapi apa yang di lakukan Dea.. ini aneh
Melihat wajah mereka yang bingung Dea menjelakannya “..Ini adalah tanaman spiritual dan untuk membuatnya tetap segar hanya membutukan asupan energi, maka dari itu Anggrek putih salju hanya tumbuh di pohon saja..” jawabnya dengan santai
Mereka tidak tau akan hal itu dan menatap Dea dengan kagum
Kini benda yang di carinya sudah dia dapatkan, dia tidak akan mencarinya lagi
Sebenarnya alasan Dea datang ke perburuan bukan hanya untuk bersenang-senang dan melampiaskan ***** berburunya saja, tetapi juga untuk mencari tanaman obat ini, dan sekarang di sudah mendapatkannya... mereka berbalik pergi...
Lamanya perjalannan, di tambah dengan halangannya membuat mereka sampai sekarang belum sampai di tenda utama
Tiba-tiba langkah mereka berhenti ketika mendengar suara orang yang berteriak tolong dan dentingan pedang sepertinya, ada orang yang bertarung
Mereka segera bergegas kesana menuju arah suara, mungkin hanya Dea yang tetap diam dan menatap arah suara itu dengan dingin dan tajam. Muncul seringar di wajahnya, itu senyum yang biasa dia perlihatkan pada musuhnya, seringai penuh ***** kesenangan membunuh
Jangan lupa dimana Dea di besarkan.. Benua Arck, benua terbesar yang memiliki semua jenius langkah di dunia, dimana semua kultivator tertinggi berkumpul, tempat dimana setiap harinya ada pertumpahan darah, sebuah perang yang nyata, yang mana yang kuatlah yang berkuasa..
Itu adalah tempatnya tinggal...
Yanzhi Xiuzhu dan enam orang lainnya, menuju arah suara itu.. di saat mereka sampai ke sana, dia melihat sekelompok orang yang tengah bertarung dengan seekor ‘Rubah biru perak’..
Sang Rubah biru perak nampaknya tengah terluka para akibat serangan orang-orang itu.. melihatnya membuat darah Yanzhi menjadi naik. Bukan hanya dia tetapi juga Yanxui Ki Hua dan Han Luoyi, sedangkan yang lainnya hanya menatap cemas pada orang-orang itu
Bukan hanya sang Rubah biru perak yang terluka parah, tetapi mereka juga..
“Cepat hadang dia..!! bagaimana kalian melawannya!!” ucap salah satu wanita yang kemungkinan besar adalah pemimpin mereka
Di saat dia tengah sibuk untuk berurusan dengan melawan hewan spiritual itu, dia menengok ke samping dan melihat ada orang yang di kenalnya
Secirat harapan muncul, dia sudah sangat kewalahan unuk melawan hewan itu, dan di saat dia melihat Yanzhi datang bersama robongan, harapan muncul
Dia perlahan mendekat pada rombongan Yanzhi “Pangaran..! pangeran tolong saya pengeran hewan itu..” ucap Lei Fang’er, dan tanpa mendengar kelanjutannya Yanzhi segera maju dan menghadap pada Rubah itu
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...