The Lost Of Power

The Lost Of Power
37. Pasta 3




Mendapat pertanyaan seperti ini membuat Lei Fang’er sedikit bingung dan menjadi gugup “I..Iya..” jawabnya membuat sekitar berbisik tentangnya, dan yang berbisik itu adalah orang dari kekaisaran Laurenzhi



Melihat reaksi sekitar membuat Raja Lei menjadi bingung “Apakah ada yang salah?”



Pertanyaannya tanpa sadar, menjadikannya bahan gosip.. mendengarnya Yanxui Ki Hua menjawab “Iya.. Maaf.. tapi tempat duduk itu bukanlan tempat yang di siapkan untuk nona Lei, tetatpi sudah kosong dari dulu.. semua orang kekaisaran tau tentang hal ini..”



Ucapan Yanxui membuat Raja Lei, Lei Fang’er berserta keluarganya di permalukan



Lei Fang’er mendapat ejekan dari semua gadis-gadis yang ada, mereka menertawakannya, dan saat mendapat jawaban pasti dari sang Ratu, membuatnya lebih malu



“Iya.. yang di katakan Putri keduaku benar adanya.. tidak ada yang tidak mengizinkan siapapun untuk duduk di atasnya, selain pemiliknya”



Lei Fang’er yang malu, berjalan menuju tempat duduk yang di tunjuk oleh dayang langsung sang Ratu. Di lihat dari raut wajahnya dia terlihat sangat kesal sekali



Yanxui yang melihatnya menahan tawa dalam hati “Haha.. kalau Jie-jie melihat ini pasti akan tertawa.. haha.. rasakan.. hihi..” batinnya



Lei Fang’er sendiri mengutuk dalam hati “Sial, sial, sial!! Aku di permalukan di depan umum.. sial!!”



Lan Xiadea yang berada di depan pintu, mendengar semuanya, belum ada yang merasakan kehadiran Dea, dia tersenyum puas ketika mendengarnya



Tring..


Suara lonceng berbunyi, berjalan menuju aula, kehadirannya sontak menjadi perhatian semua orang



Wajah mereka di penuhi dengan kekaguman, melihat penampilan Dea



Dea melangkahkan kakinya masuk ke aula pesta, dan tanpa memberi hormat, dia berjalan menuju ke tempat duduk di sebelah sang Ratu, tidak ada yang menghentikannya karena terpesona



Kasim yang melihatnya, ingin memberitaukan kedatangannya tetapi melihat tatapan tajam dari Dea, dan gelengan kepala dari Mei, dia mengurunkan niatnya



Dea tidak mau dirinya menjadi pusat perhatian, karena itu sangatlah menjengkelkan, dan akan membuatnya repot, yah walaupun sekarang dia telah menjadi pusat perhatian



Langkah kakinya yang anggun menarik perhatian orang-orang, apalagi dengan cadar tipis yang di pakainya, membuat semua orang penasaran siapa Dea



Mata biru yang terlihat seperti berlian, rambut halus dengan warna biru kehitaman tetapi di saat terpancari senar akan terlihat indah, hanfi putih bersi dengan sulaman emas bunga yang indah dengan bis biru..



Suara lonceng dari gantungan gioknya, menyertai setiap langkahnya, menambah pesona akan dirinya



Wajah cantik yang di tutupi dengan cadar tipis membuatnya menjadi misterius, hanya saja kecantikannya masih dapat di rasakan



Dea berjalan lurus kedepan, mengabaikan semua mata yang tertuju padanya.. para tamu terkejut melihat Dea yang duduk di samping sang Ratu, tapu tidak ada orang yang menghentikannya



Rencana licik melintas di dalam kepala Lei Fang’er “Dea.. apa yang kau lakukan.. ini mungkin akan membuatmu canggung tapi kau tidak boleh duduk di sana”



Pada saat yang sama seorang pria yang tampan duduk di tempat keluarag kaisar kekaisaran Dongfang, itu adalah pria yang bertemu dengan Dea di taman, dia tersenyum di sana “Hm.. jadi namanya adalah Dea.. nama yang sesuai dengan orangnya.. cantik..”



Melihat putranya sedang memperhatikan Dea yang baru saja masuk membuat Raja Xu merasa heran



“Ada apa denganmu putraku?” tanyanya




Dia tiba di sana saat keriuan tentang Lei Fang’er selesai, tetapu tidak datang bersamaan dengan Dea



Nyatanya dia masuk lewat pintu samping, jadi tidak berpapasan dengan Dea



\------


Pernyataan Lei Fang’er mendapat tatapan tajam dari Yanzhi Zhuxiu dan Yanxui, sedangkat DEa hanya mengabaikannya



Dia menganggap perkataan Lei Fang’er sebagai angan lalu



Mendapat tatapan tajam, membuat Lei Fang’er lebih malu lagi, dia tidak tau di mana salahnya tetapi meminta maaf “..Maaf..” kemudian dia duduk dengan malunya



Para gadis yang ada di sana sekali lagi menertawakannya



Mereka yang ada di sana penasaran dengan sosok dari Dea, Pangeran Mahkota kekaisaran Dongfang, Xu Hei Fuyan sangat penasaran



Ayahnya juga sama melihat penasaran terhadap Dea “..Wah kalau boleh tau siapa nona yang tengah duduk di samping Ratu Xia Ningrong ini..?” tanya kaisar Xu



“.....”



Tidak ada jawaban dari Dea, Dea hanya memandang segalanya dengan tatapan dingin, dia tidak memiliki minanat pada pesta ini, sehingga merasa tidak ada gunanya menjawab, pertanyaan yang di lontarkan oleh kaisar Xu



Karena tak ingin tamunya kehilangan mukanya, Ratu Xia Ningrong menjawab, tetapi sebelum dia mengatakan siaa Dea, Dea memotong “..Bukan siapa-siapa..” dia memandang tajam pada ibunya Ratu Xia Ningrong



Perkataan Dea membuat dirinya terlihat lebih misterius



Merasa ada yang aneh kaisar Luo bertanya “Tetapi menurut apa yang saya dengar, bukankah ratu tidak mengizinkan adanya orang duduk di tempat itu?” ucap kaisar Luo, kekaisaran Fuyang



Merasa adanya orang yang mendukungnya, membuat Raja Lei, ayah Lei Fang’er bersemangat, dengan tanpa tau malunya dia berkata “..Iya Ratu. bukankah putri saya juga dilarang untuk duduk di situ karena karena alasan itu Yang Mulia.. tetapi sekarang ada membiarkan orang lain duduk di tempat itu.. bukankah itu agak tidak adil bagi putriku?”



Perkataannya membuat Yanzhi serta Yanxui marah, perkataannya jelas meremehkan ibu mereka, di saat mereka ingin bangkit dan membentak Raja Lei, Dea bersuara



Dea memandang sekilas, tatapannya menjadi tajam “Karena ini adalah tempat dudukku” ucapnya dengan nada yang malas tidak menghormati keduanya, tetapi tetap dingin seperti biasanya



Suara yang merdu terdengar keluar dari balik cadar yang tipis itu, membuat semuanya memandang ke arahnya



Perkataannya sontak membuat mereka terkejut, mereka dapat merasakan hawa dingin saat Dea berbicara. Yah tentu saja, Dea mengeluarkan auranya saat berbicara, auranya itu tidak dapat di rasakan oleh orang lain, tapi mampu membuat mereka merinding



Raja Lei merasa terhina dengan perkataan Dea yang tidak sopan menurutnya, kerena dia sendiri adalah seorang Raja dari sebuah kerajaan dan berpikir bahwa status Dea ada di bawahnya



“Siapakah nona ini.. bisa bisanya menjawaab dengan nada yang tidak menghormati dan tidak sopan di hadapan seorang Raja ini dan Kaisar Luo..” ucap Raja Lei sedikit marah, sebenarnya dia ingin memanas-manasi Kaisar Luo



Kaisar Luo sendiri merasa tidak nyaman ketika namanya di sebutkan oleh Raja Lei, dia tidak ingin membuat peseturuan dengan yang kerajaan lain



Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...