
Dia mengeluarkan sedikit esensi miliknya yang membuat saat itu juga, Hitachi Inori merasakan keberadaannya, dan dia sendiri tidak menyadarinya, Lan Xiadea hanya melihat pemandangan malam dengan tenang sebelum kembali tidur.
\------
Di sisi Lan Xin Yuezhi dan lainnya sangat kacau.. Xin Yuezhi mencoba untuk melepaskan diri dari cegatan Hirakawa Manji dan Nami Shikamaru. Kurohi Sasuke sedang mencoba untuk menahan Sasuka Haruno agar tidak pergi mengejar.
“Ayolah! Tenangkan diri kalian berdua! Kita akan segera mencarinya esok. Lagi pula ini sudah malam, Dea juga sekarang ini pasti beristirahat di suatu tempat dalam hutan, bukan?” Ucap Manji.
Xin Yuezhi dan Haruno tidak mendengarkan “Apa kalian pikir dia akan tetap berada di tempat yang sama?! Ini Dea yang kita bicarakan! Jika kita tidak mengejarnya sekarang, kita tidak akan bisa menemukannya lagi!!” Ucap Haruno.
Xin Yuezhi tidak tahan dengan semua ini dengan itu mendorong Manji dan Shikamaru dengan energinya, membuat kedua pria itu terjatuh dengan menyedihkan “Aku akan pergi mencarinya! Tidak ada dari kalian yang bisa menghentikanku. Yang Haruno katakan benar adanya. Ini Dea, dia tidak akan tinggal selamanya di tempat itu.” Dengan itu dia ingin melangkah maju.
Ini adalah harapan terbesarnya. Dea sekarang ada di depan matanya, hanya tinggal sedikit lagi dan dia berhasil mendapatkannya.
Saat itulah, saat Xin Yuezhi baru saja melangkahkan kakinya untuk pergi, sebuah suara wanita yang halus serta tegas, datang dari belakang mereka semua “Tunggu!” terlihatlah seorang wanita yang cantik dengan penampilan yang elegan, mirip dengan Dea, melihat mereka semua dengan serius.
Ada seorang wanita yang mengikuti di sampingnya “Apa yang terjadi pada kalian?” Tanyanya.
Melihat kedua wanita itu, membuat semua orang terdiam. Melihat ini, Shikamaru menjadi tenang, sekarang ada orang yang bisa menghentikan keduanya “Kikyo, Chieri.”
Kedua wanita itu adalah Hijiri Kikyo dan Momohara Chieri. Melihat keduanya Xin Yuezhi dan Haruno yang sepertinya ingin pergi, Kikyo menjadi gelap. Dia melihat pada keduanya dengan dingin “Kemana kalian ingin pergi? Apa yang sedang terjadi?” Ucapnya.
Melihat Xin Yuezhi dan Haruno menjadi diam, Shikamaru maju dan menjelaskannya. Mendengarnya, jujur Kikyo sedikit terkejut , dia bertanya sebentar pada Ino “Apakah itu benar? Inori.”
Ino memberi anggukan sebagai jawaban. Bisa di lihat dalam matanya, bahwa itu sedikit merasa senang, tapi sekali lagi kembali menjadi dingin.
Xin Yuezhi sama sekali tidak mendengarkannya, dia mengabaikan pembicaraan mereka dan ingin segera pergi, tapi mata Kikyo menangkapnya “Lalu, kemana kau akan pergi?” tanyanya pada Xin Yuezhi.
Xin Yuezhi berhenti di tempatnya “Untuk pergi mencarinya tentu saja.” Dia melangkahkan kakinya sekali lagi.
Kikyo di belakang menjadi gelap menatap Xin Yuezhi “Tetap di tempatmu, Xin.” Ucap Kikyo yang membuat Xin Yuezhi sekali lagi menghentikan langkahnya dia berbalik dan menatap Kikyo dengan tak kalah dinginnya.
Haruno yang sudah diam saat Kikyo datang dan berbicara, kini menatap Kikyo dengan tidak percaya “Kikyo..?” dia tentu tau apa yang di maksud Kikyo. Kikyo adalah orang kedua yang bisa memerintahkan mereka setelah Dea, Shikamaru adalah yang kedua.
Dia adalah orang yang di percayanya, salah seorang yang dekat dengan Dea. Mengingat kembali di saat Dea menghilang, Kikyo adalah orang kedua setelah Xin Yuezhi yang hancur, tapi sekarang.. apakah dia salah mendengarnya?
Xin Yuezhi mulai mengeluarkan aura yang begitu menakutkan, membuat semua orang yang berada dalam jangkauannya merasakan tekanan yang mengerikan, satu persatu mulai tidak sadarkan diri di tempat, yang lain ada yang tidak bisa bernafas dengan benar.
Hal ini membuat Kikyo mengerutkan dahinya, tanda dia menjadi marah. Dia bertatapan sebentar dengan Xin Yuezhi sebelum mengeluarkan aura yang lebih besar untuk menekan milik Xin Yuezhi.
Auranya sangat berbeda dengan aura milik Xin Yuezhi, ini adalah aura menenangkan.. keduanya saling mengadu aura.
Kikyo sudah mengeluarkan aura yang besar untuk meredahkan aura membunuh milik Xin Yuezhi. Xin Yuezhi bersikap santai saja karena Kikyo memang bukan tandingannya tapi dia bertahan sampai seperti ini.
Shikamaru dan lainnya melihat keduanya dengan tatapan tidak percaya.. Ada orang yang mengatakan bahwa orang yang pendiam, lebih menakutkan dari pada dewa kematian, dan kini mereka merasakannya.
Kikyo biasanya hanya membuang beban pada Shikamaru, sama dengan Dea, jadi mereka mulai lupa padanya, tentang kekuatan yang di milikinya.. kultivasi miliknya memang lebih rendah dari Manji dan lainnya, tapi jika dia menjadi serius, tidak ada yang bisa menjadi lawannya.
Xin Yuezhi yang merasa bahwa ini tidak ada gunanya dan mulai menurunkan auranya karena merasa bahwa ini buang-buang waktu. Lebih lama dia di sini, lebih lama dia akan bertemu dengannya.. memikirkan ini dia berbalik dan ingin pergi.
Kikyo sepertinya kelelahan melawannya karena beraksi sedikit lebih lambat.. melihat Xin Yuezhi yang akan pergi dia berkata “Xin! Apa kau tidak mendengarkanku? Diam di tempatmu, sekarang!!”
Xin Yuezhi tidak mendengarkannya dan terus berjalan. Kikyo menggelap, dengan amarah yang tak tertahankan dia berkata “Apa kau lupa dengan apa yang kita bicarakan di awal?!” pada saat ini Xin Yuezhi menghentikan langkahnya, semua orang juga tercengang mengingatnya, terutama Haruno, dia melihat Kikyo yang saat ini wajahnya sangat serius.
Bukah hanya dia saja, saat Kikyo membicarakannya, semua orang sepertinya tercengang, mereka semua melihat pada Kikyo, tentu saja kecuali Shikamaru, dia mengingat jelas dengan hal ini dan tidak melupakannya.
Sejak awal dia ingin memberitaukannya pada Xin Yuezhi, tapi masalahnya dia adalah Xin Yuezhi, dia sangat emosi terhadap segala hal, dan setelah kepergian Dea ini menjadi lebih parah, yang ada dia malah harus beradu dengannya baru dia mendengarnya.
Tapi Kikyo berbeda, Xin Yuezhi bisa mendengarkan Kikyo, karena dia adalah Kikyo dan bukan orang lain.
Shikamaru dan lainnya sudah melihatnya berhenti dan menjadi sedikit tenang. Kikyo melihatnya dia berjalan perlahan menuju Xin Yuezhi “Ingat dengan yang kita bicarakan? Jika menemukannya, tahan emosimu itu. Apa kau mau jika kita saat di datang dan menemuinya dengan tiba-tiba, dia hanya akan melarikan diri lebih jauh dari kita!”
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca dan juga mohon maaf atas ketidaknyamanannya jika Thor ada salah-salah kata***..
***Jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***