
Dengan cepat dia menghampirinya “Dea..!! apa.. apa yang terjadi... ada apa dengan mu..?”
Lan Xiadea yang melihat kakaknya datang menghamipirinya di tempat tidur, langsung memeluknya air matanya keluar lebiah banyak
“Ka.. kakak..” dia memanggil-manggil kakaknya dengan tangis
Dia mulai merasakan bahwa kepala dan dadanya mulai sakit, dia mulai kesulitan bernafas. Hal itu tak lepas dari pandangan Yanzhi Zhuxiu
Dia kemudian bertanya pada Dea apa yang terjadi, Dea manunjuk pada meja riasnya dan berkata dengan susah payah “..Pil..”
Yanzhi mengerti apa yang di maksud Dea, lalu mengambil pil berwarna coklat dan memberikannya pada Dea
Beberapa hari sebelumnya Yanzhi meminta pada tabib istana untuk memeriksa dua pil yang dia ambil dari laci Dea
Bertapa terkejutnya dia ketika mengetahui bahwa pil itu adalah obat tidur dan penenang, tetapi dia berpikir mengapa Dea meminum pil yang seperti ini dan sekarang dia mengetahui salah satu kegunaan pil itu untuk Dea
Dea meminum pil itu, seketika dia menjadi tenang, kini pandangan nya kosong. Dia kemudian tersadar dengan perkataan kakaknnya
“Apa kau sudah merasa lebih baik..?” tanya Yanzhi. Dea hanya mengagukkan kepalanya di pelukan Yanzhi
Kemudian dia menangis lagi, tapi kali ini tidak mengila seperti tadi, setelah beberapa saat Dea tenang sedikit
Melihat adiknya yang sudah lebih tenang, Yanzhi memberanikan diri dan bertanya pada adiknya
“..Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Selama ini kakak selalu penasaran dengan apa yang terjadi padamu.. kenapa kau mendadak pulang? Itu bukan karena pertunanganku kan? Karena tak mungkin kau datang karena alasan itu, sedangkan setiap kali kakak memintamu untuk pulang, jangankan datang, membalas suratnya saja kau tak mau, dan sekarang kau pulang.. sebenarnya apa yang terjadi? Kanapa kau mengalami banyak sekali perubahan? Setiap kau tersenyum, kau menjadi murung, seperti sedang menahannya.. apakah ini berkaitan dengan kepulanganmu? Apa terjadi sesuatu yang menyakitimu?” ucap Yanzhi dengan panjang lebar “Dan.. ada apa dengan obat-obat itu?”
Dia menatap Dea dengan serius, tetapi Dea hanya diam dan tidak menjawab... Dea ragu untuk menjawabnya karena itu akan membuka lukanya
Yanzhi mengerti, dia tidak memaksa Dea untuk menjawab. Dia kemudian menyuruh Dea untuk tidur, dia membelai lembut kepala Dea dan pergi
Melihat kakaknya pergi, Dea meminta pada semua orang untuk pergi beristirahat, pelayan yang ada merasa enggan untuk pergi.. mereka masih khawatir dengan Dea yang akan sedirian
Setelah berinteraksi dengan Dea selama beberapa minggu, mereka menyadari bahwa walau Dea biasanya menjadi dingin dan tampak tidak peduli, tapi menyimpan kesedihan yang luar biasa
Lihat saja, dia menjadi seperti tadi menangis dan berteriak ketakutan... ini adalah sisi Dea yang jarang terlihat.. dan sekarang pelayan yang ada merasa kasihan dengan Dea
Kini tinggal dia sendiri di kamar, dia menatap bulan dengan seduh, mengingat pertanyaan kakaknya, Dea berguman “..Maaf kak.. aku tidak bisa menjawabnya..” kemudian dia mendengung sebuah lagu untuk menengkan hatinya
Ini alasan kenapa dia takut dengan tempat tidurnya hari ini, ternyata karena tanda kalau dia akan bermimpi buruk
Dia kemudian tersenyum menyedihkan untuk dirinya “Apanya yang hebat.. kalau pada mimpi buruk saja sudah ketakutan begini..” gumannya dan air matanya keluar
Dia mendongkakkan kepalanya menghadap bulan dan tersenyum menyedihkan dengan air mata di pipinya “..Menyedihkan..”
\--------
Telah lewat beberapa hari sejak kejadian itu, walaupun sempat heboh tetapi itu tidak berangsur lama, Dea menghabiskan hari di dalam kamar dan pergi ke suatu tempat yang damai untuk menenangkan hatinya
Ada sedikit perdebatan saat membahas tentang pesta itu. Sebenarnya satu minggu setelah Dea pulang, Ratu Xia Ningrong dan para paman Dea serta kakak dan adiknya berniat untuk membuat pesta kepulanganya tetapi Dea bersikeras menolaknya, dan hasil pesta itu di undur tiga bulan
Tetapi saat membicarakannya lagi Dea sempat menentangnya, Dea tidak suka kalau kepulangannnya di beritau karena pasti teman-temanya akan menyadarinya. Lalu dia memmberi saran agar membuat pesta tetapi dengan alasan lain, bukan pesta kepulangnya tetapi pesta lain
Dengan sedikit pertentengan, akhirnya menjadi pesta rahasia. Mereka tidak memberitau alasan mengadakan pesta tetapi akan memberitaukannya pada saat pesta berlangsung
Persiapan untuk pesta telah di lakukan selama beberapa hari karena ini akan menjadi pesta yang besar
Dea tidak habis-habisnya mengeluh, dia resih melihat persiapan yang terlalu berlebihan, tetapi apalah dayanya, mereka tak mau mendengarnya jadi dia hanya bisa mengerutu saja..
Di tempat lain Lei Fang’er malah mengira bahwa ini adalah pesta untuk mengumumkan bahwa dialah yang akan manjadi tunangan dari Yanzhi, begitu juga dengan rumor yang tersebar di seluruh kekaisaran
Maka dari itu Lei Fang’er melakukan persiapan dan mendandani dirinya dengan secantik mungkin
Kini istana sibuk, mereka mengelar acara dengan besar-besaran
Dea yang tengah kesal dengan Lei Fang’er selama beberapa hari ini, menjadi lebih kesal karena keributan di luar
Selama beberapa hari terakhir Lei Fang’er sangat membuat Dea kesal, dia kesana kemari dan menunjukan wajah tebalnya atau datang kekediaman Dea dan berpura-pura peduli padanya
Ada kalanya dia mengajak Dea untuk menjadi pendukungnya karena melihat Dea yang begitu di sayang oleh Ratu Xia Ningrong
Tapi Dea tidak memperdulikannya dan menghusirnya dengan kejam, dia kemudian menyuruh pelayannya untuk menyebar rumor buruk tentang Dea
Maka dari itu Dea menjadi sangat kesal, bahkan berpikir untuk membunuhnya
\---------
“Putri.. apakah ingin jalan-jalan pagi? Agar tidak merasa sesak..” tanya Mei yang ada di dalam kediaman Dea
Merasa bahwa Mei berbicara padanya, Dea mengatakan “..Iya..” ucapnya, dingin seperti biasanya, tetapi kali ini matanya terlihat kosong, seperti tidak memiliki ketertarikan apapun
Tidak ada perubahan pada Dea setelah malam itu, malam dimana dia bermimpi buruk, membuat Dea tidak memiliki ketertarikan pada dunia
Setiap malam mimpi itu selalu datang, dia mulai takut melihat tempat tidur, dan hanya ingin memandangi bulan saja
Karena walau pun dia meminum obat yang dapat membuatnya tidur, mimpi itu tetap datang kepadanya, hingga pagi dimana dia bangun, dia meringuk menangis hingga dia tenang kembali
Dia tidak memberitau pada kakaknya bahwa dia masih memimpikan hal itu dengan alasan ‘Karena takut membuat kakaknya khawatir’, walaupun sebenarnyaitu karena dia tidak mau memperlihatkan kelemahannya pada orang lain, cukup dia saja yang mengetahui hal itu
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah..
Favorit...
Comment dan Like...