The Lost Of Power

The Lost Of Power
177. Mencari Kematian! (4)




Lan Xiadea memikirkannya, pikirannya tersadar saat mendengar ejekan Wei Ran yang sangat jelas.



Mendengar ini, sama dengan apa yang di pikirkan Han Luoyi, dia meledak! Dengan itu dia mengangkat matanya melihat Wei Ran. Senyum muncul di wajahnya yang tanpa cadar “Yah.. Kau tidak perlu khwatir tentang diriku, kau harus memperhatikan dirimu sendiri.” ucapnya dengan makna mendalam.



Wei Ran yang mendangarnya, mengejek. Apa yang harus dia perhatikan untuk dirinya sendiri?



Han Luoyi yang mendengarnya menjadi sangat dingin. Tentu dia tau apa maksud Dea “Baiklah, cukup di sana. Kita akan segera pergi, Wei Ran, kendalikan mulutmu itu sebelum dia mencelakaimu.” Ucap Han Luoyi dengan penuh penekanan.



Wei Ran sedikit tercengan dengan apa yang di katakannya. Dia ingin membalas, tapi tiba-tiba dia merasakan aura membunuh yang sangat kuat. Dia tertegun, dengan itu dia melihat kebelakangnya ada Yanzhi Zhuxiu dan Yanxui Ki Hua yang melihatnya dengan tajam.



Ini membuatnya sedikit panik. Karena hal itu, dia tidak melihat sorot mata Dea yang terlihat sangat menakutkan, menatapnya dengan haus darah yang sangat pekat.



Han Luoyi yang kebetulan melihatnya, menjadi merinding. Bukan hanya Han Luoyi saja, Jing Ze juga tanpa sengaja melihatnya, matanya bertemu dengan Dea, tapi Dea mengabaikannya. Dia melihat Han Luoyi yang dengan raut wajah yang rumit menatapnya “Dea.. ini..”



Dea menatapnya dengan tajam. Sebelum Han Luoyi meneruskan Dea memotong “Suruh diam untuk segera mengunci mulutnya itu. Kesabaran seseorang ada batasnya. Kalian tidak ingin dia menghilang di tengah jalan bukan?” dengan itu dia Dea pergi dari sana meninggalkan Han Luoyi yang diam membatu.



Tentu dia tau apa arti Dea. Sekarang ini kepalanya menjadi sakit. Wei Ran adalah orang yang sulit untuk di atur, dia tidak bisa menjamin kalau mulut wanita itu akan diam selama perjalanan, sedangkan di sisi lain ada Dea. kepribadiannya.. tidak perlu di tebak, karena tidak bisa di tebak. Dengan itu dia menghela nafas kasar.



Han Luoyi sudah banyak menjalakan banyak misi, dari yang mudah sampai yang berbahaya sekalipun. Dia sudah cukup terbiasa dengan pertengkaran Wei Ran dan Xiao’ru karena itu tidak pernah berakhir serius. Tapi Dea berbeda, tidak ada yang tau kapan dia akan meledak. Kalau dia meledak, Wei Ran hanya akan tinggal nama saja!



\--------


Selama perjalanan, Dea sama sekali tidak mau mendekat dengan rombongan. Sengaja untuk menenangkan emosinya, Dea berjalan perlahan di belakang mereka yang membuat Wei Ran berpikir bahwa dia sedang takut, membuatnya mengejek dia.



Jing Ze tentu saja tidak sepertinya. Dia tau betul kenapa dia berjalan perlahan di belakang. Tentu saja karena dia sedang menjaga bagian belakang. Tapi, ada alasan lain selain itu.



Tentu saja untuk menenangkan emosinya. Dengan tidak berbicara dengan mereka dan mencari ketenangan, adalah cara terbaik untuk mengendalikannya.



Melihat Dea sendiri di belakang, Jing Ze dengan sengaja berjalan perlahan bersama Dea untuk mendekatinya. Entah mengapa, Jing Ze semakin hari, semakin tertarik dengan Dea, apalagi tatapan matanya.



Entah mengapa dia merasa bahwa mata itu tidak seperti tatapan orang biasa. Jing Ze adalah orang yang populer kedua di bawah Yanzhi.



Statusnya di sekte dalam maupun luar, hampir sebanding, hanya saja status di luar sekte tidak di ketahui. Selama ini sudah banyak bermacam wanita yang melihatnya.



Mereka akan menggodanya dan merasa tertarik dengannya saat pertama kali bertemu. Itu karena Yanzhi terkenal dengan haus darah yang kuat sehingga sedikit orang yang akan mendekatinya, terutama karena semua orang tau bahwa Hu Wen adalah orang yang mengejarnya.




Ini pertama kalinya dia tidak di perdulikan oleh seorang wanita, terlebih lagi itu adalah adik Yanzhi. Ini membuatnya sangat tertarik, terutama saat melihat Dea memperlakukannya dengan acuh saja. Ini sangat menarik baginya.



Mendengar Wei Ran mengejek Dea, jujur saja membuat Jing Ze sedikit tidak senang. Orang biasa? Bagaimana orang biasa bisa mempunyai tatapan yang tajam seperti itu?



Tidak lupa, saat mereka semua akan segera berangkat, Wei Ran sekali lagi meremehkan dirinya, “Apakah Putri mampu untuk mengejar kita? Kita semua sangat cepat dalam bergerak, apakah Putri tidak akan tertinggal nanti? Itu hanya akan menghambat perjalanan saja!”



Hu Zhong Qi dan Jing Ze sepemikiran dengan Wei Rai. Mereka tidak tau bagaimana kecepatan Dea saat bergerak, mungkin juga akan tertinggal kebelakang dan itu akan menghambat mereka.



Melihat keduanya sepertinya sama pemikiran dengannya, membuat Wei Ran mengejek dalam. Mendengar ini juga membuat Xiao’ru khawatir. Dia percaya pada Dea, tapi dia juga ragu tentang hal itu.



Melihat semua orang sepertinya terganggu dengan ucapannya membuat Wei Ran tersenyum dengan itu dia ingin berkata ‘Kenapa tidak membiarkan Putri untuk menaiki hewan Roh saja’ katanya, tapi sebelum dia berbicara Dea berkata dengan wajah acuh “Tidak masalah, aku bisa menyusul.” Katanya yang membungkam pemikiran semua orang.



Han Luoyi dan Yanzhi puas dengan jawabannya, mereka tau bahwa dia akan berkata demikian “Sudah selesai? Kalau begitu kita berangkat.” Ucap Yanzhi.



Wei Ran yang mendengar perkataan Dea, diam-diam mengejek. Hanya seseorang dengan basis yang rendah, apakah bisa untuk menyusul, pikirnya dengan itu semua orang pergi mendahului Dea.



Dea, sengaja memilih untuk tertinggal di belakang karena ingin mengurus sesuatu, tapi tindakannya membuat semua orang berpikir bahwa Dea tertinggal.



Yang menyadari hal itu pertama kali adalah Yanxui dia melihat Dea tidak ada di belakang berkata dengan cemas “Tunggu! Kakakku tertinggal!” ucapnya yang membuat semua orang perlahan berhenti di tempatnya.



Mendengarnya membuat Wei Ran mengejek “Bukankah sudah ku bilang untuk membiarkannya menaiki hewan roh?” ucapnya yang sikap bahwa perkataanya adalah benar adanya.



Yang mereka tidak sadari saat mereka berhenti, Dea dengan kecepatan yang luar biasa menyusul mereka. Semua orang melihat kecepatan itu dan terkejut karenanya. Saat Wei Ran menyelesaikan perkataannya saat itulah Dea berhenti dengan mulus.



Dia melihat semua orang yang berhenti “Ada apa? Kenapa berhenti? Jika kalian seperti ini, misi ini akan menjadi lebih lama.” Semua orang menatapnya dengan aneh, tapi dengan segera itu menghilang dengan itu mereka melanjutkannya.



Memikirkannya lagi, kecepatan itu memanglah luar biasa, dengan itu Jing Ze sengaja untuk berjalan sejajar dengan Dea.



Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca dan juga mohon maaf atas ketidaknyamanannya jika Thor ada salah-salah kata..


Jangan lupa tinggalkan jejak ya..


Faforit...


Comment and Like