The Lost Of Power

The Lost Of Power
168. Masa Kekejaman (2)



...~~~~~~~~...


Ajudan terpercaya Ratu, dayang-dayang miliknya, serta di belakang mereka, para keluarga kaisar seperti keluarga Han, Su dan lainnya keluar dari tempat itu bersama sang Ratu


Jendral Liang tinggal di ruangan itu sebentar, melihat para penentang yang tinggal dengan raut wajah pahit, seseorang melihat Jendral Liang bangkit dan akan segera pergi, dia berteriak dan berkata dengan nada yang tidak senang “Ada apa ini Jendral Liang?! Kenapa anda tidak membantu menentangnya bersama kami?!” ini adalah orang yang pertama kali bersuara


Dia mendadak menjadi sangat marah.. selama rapat, Jendral Liang yang biasanya selalu berselisih dengan pihak kekaisaran, kini menjadi sangat diam, tidak mengatakan apapun selama rapat sebaiknya a***ng yang setia


Jendral Liang yang awalnya akan segera pergi, berhenti di jalannya dan menatap orang-orang itu dengan sinis dan mengejek “Menentang? Berani sekali kalian berkata seperti itu!? Dengan langtangnya kau berani untuk merebut apa yang di miliki sang putri di depan sang ratu? Kurasa kalian mencari kematian.. daripada mengatakan hal ini kepadaku, mengapa tidak mengatakannya sendiri pada Pangeran mahkota?”


Mendengarnya membuat orang itu menjadi marah “Apa yang kau katakan? Kau sendiri juga, awalnya kau juga menentang keluarga kaisar dan juga sang Ratu, mengapa sekarang hanya berdiam diri seperti a***ng setia” cara bicaranya sudah jelas mengejek


Semua orang mendengar rumor yang beredar mengenai Jendral Liang yang menjadi kini a***ng setia kekaisaran.. itu terjadi sejak sang putri datang dan hampir membunuh putra kesayangannya. Tapi, tidak ada yang mengirah bahwa itu benar adanya, entah apa yang di lakukan oleh sang putri sehingga berhasil menjinakkan Jendral Liang


Mendengarnya Jendral Liang menghela nafas kasar “Kalian tidak akan mengerti, sang Putri tidak serendah apa yang kalian pikirkan” dengan itu tanpa mendengar apa yang di katakan orang yang lain, tidak ada orang yang akan mengerti apa yang dia rasakan, dengan itu dia pergi dari sana dan mengejar rombongan sang Ratu


Mana berani dia hal yang lain tentang sang Putri di belakang. Jika mereka ingin mati, dia masih ingin hidup!!


Orang yang tersisa menatap kepergian Jendral Liang dengan tidak percaya


Ajudan yang ada di samping Jendral Liang menatapnya dengan aneh, dia juga merasa bingung dengan tuannya sekarang ini “Tuan, apa yang di katakan Tuan Dong ada benarnya. Mengapa anda tidak menentang keputusan sang Ratu? Istana putra mahkota adalah istana untuk pewaris, memilih paviliun sang putri adalah keputusan yang tepat”


Mendengar kata menentang Jendral Liang menjadi membeku “Menentang? Mudah untuk mengatakannya. Mereka tidak tau sebagaimana menakutkannya sang Putri. Sang Putri bukanlah sesuatu seperti yang pikiran mereka bisa capai, mereka bayangkan, para utusan saja mungkin akan bertekuk lutut untuknya, bagaimana bisa aku yang hanya seorang Jendral perang kecil mampu menentangnya?” ucapnya panjang lebar membuat ajudan di sampingnya bergetar


Tuannya benar-benar mengatakan dirinya adalah seorang ‘Jendral Perang Kecil’? Apakah hati nuraninya tidak sakit saat mengatakannya? “Apa maksud anda tuan?” tanyanya dengan suara sedikit bergetar


Saat bertanya dia juga berpikir kembali tentang yang di katakan tuannya, tampaknya menebak-nebak apa yang di maksud tuannya itu, tapi itu tidaklah mungkin, dia menyangkalnya dengan keras


Jendral Liang yang merasa bahwa ajudannya yang pintar ini menebak-nebak apa yang di maksudnya, dengan itu mengiakannya “Jika kau bisa menebak apa yang ada di pikiranku sekarang, maka iya.. identitas sang putri mungkin ada di atas para utusan itu”


Mendengar hal ini membuat ajudan itu sedikit bergetar, tapi menyangkal dengan keras pikiran liarnya “Tapi tuan itu tidak mungkin sang putri..”


Sang ajudan belum menyelesaikan apa yang ingin di katakannya, tapi tuannya memotong dengan suara yang sangat serius “Bukankah kau mengikutiku di sana, seharusnya kau sudah bisa menebak apa identitasnya dan seberapa kuatnya dia..” yang di maksudnya perang yang mengubah hidupnya


Dia melupakan hal ini.. benar yang di katakan tuannya, perang tiga tahun lalu, perang sebelum kematian Kaisar Laurenzhi, Kaisar mengutus Jendral Liang dan beberapa prajuritnya untuk mengikuti perang besar di tahun itu


Seperti yang di ketahui semua orang, nama Jendral Perang Liang terkenal saat perang besar tiga tahun yang lalu, itu adalah perang yang menggemparkan seluruh daratan timur dan seluruh benua, semua orang dari berbagai daratan yang mengikuti perang tersebut dan selamat darinya secara otomatis menjadi terkenal


Sama seperti dirinya dan tuannya


Tapi, tidak ada tau apa yang sebenarnya terjadi di tahun itu, mereka hanya mendengar bahwa mereka berhasil menang dalam perang tersebut, tidak ada yang tau detilnya bagaimana.. itu adalah hal yang tidak akan di lupakan setiap orang yang ada di perang tersebut, ingatan kelam yang sangat ingin di lupakan mereka tapi tidak bisa karena adanya orang-orang itu..


Hanya sedikit orang yang tau bahwa saat itu jika tidak ada orang-orang itu, mereka sudah pasti akan kalah.. hanya sedikit orang saja yang tau kalau orang-orang itu telat datang sedetik saja, mereka tidak akan ada di dunia, namanya hanya akan ada dalam sejarah saja, sama seperti mereka yang gugur pada saat itu


Tidak lebih dari setengah orang yang selamat dari perang itu, sedangkan pihak musuh, seperempat saja, tidak berkurang


Pada saat yang krisis itu banyak dari mereka yang sudah menyerah akan hidup.. berhadapan dengan sekumpulan iblis yang jahat dan kejam, tidak kenal mati, siapapun tidak akan bertahan!


Tapi, dalam sedetik hal itu berubah.. dalam waktu detik itu sekelompok pemuda dengan lambang yang asing di pakaian mereka, membalikan keadaan yang rasanya mustahil


Sekelompok pemuda kejam beranggotakan tujuh belas orang dengan pembagian tiga orang di tiap tim. Dengan senyum di wajah, mereka membantai pihak musuh seakan pihak musuh adalah sebuah mainan atau kertas yang sangat lemah dan sangat rapuh


Itu sama sekali bukan masalah bagi mereka, sangat mudah untuk membantai tanpa halangan bagi mereka


Saat itu pihak musuh hampir memusnahkan mereka, tidak sampai setengah yang masih bertahan, saat itulah para pemuda itu muncul. Bagaikan keajaiban, pihak musuh di bantai habis oleh mereka dengan santainya, seperti bermain


Ada empat orang yang mendominas dari semuanya, tiga lelaki dan satu wanita, tapi yang mencolok di antara ke empatnya adalah dua orang, pasangan yang menantang surga


Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca dan juga mohon maaf atas ketidaknyamanan membacanya jika Thor ada salah-salah kata..


Jangan lupa tinggalkan jejak ya..


Faforit..


Comment and Like