
“Oh maaf atas keterlamabatanya tuan dan nona, silakan ikut saya ke lantai atas” ucap manajer tempat itu dia senang karena sepertinya dia akan mendapatkan keuntungan yang besar, kemudan dia menuntun Lan Xiadea dan Yanxui Ki Hua ke lantai paling atas, yaitu ruangan terbaik di kedai itu
Tanpa di sadari oleh Yanxui, ternyata ada seseorang yang tengah mengikuti mereka berdua, lebih tepatnya mengikuti Dea. Dia terpesona dengan kecantikan Dea walau Dea memakai cadar, sehingga mengikutinya, kalau Yanxui melihatnya di pasti tau siapa pria itu
Setelah sampai di ruangan yang di pesan, pelayan memberitau makanan apa saja yang ada di tempat makan itu “Aku pesan makanan terbaik kalian selain makanan kerang dan bebas kacang dengan minuman jus buah bebas minuman keras” ucap Yanxui, kemudian manajer menyuruh pelayan yang di sampingnya untuk mengambil pesanan dari Dea dan Yanxui
Manager dan pelayan tadi tidak mengenali Yanxui karena dia mengubah warna rambutnya dari perak menjadi berwarna sama dengan rambut Dea yaitu biru gelap
Pelayan yang tadi pergi mengambil pesanan di hadang oleh pria yang tadi mengikuti Dea, dia menanyakan siapa yang pelayan itu antar tadi tetapi pelayan itu tidak tau siapa jadi dia menanyakan dimana ruangan mereka
Karena merasa pertanyaan aneh, pria itu memesan ruangan yang ada di samping ruangan Lan Xiadea dan Yanxui
Di sisi lain Yanzhi Zhuxiu yang merasa ada yang aneh dengan adiknya Dea, memaksa memasuki kamar adiknya untuk memeriksanya sendiri, dia berpikir bahwa mungkin ada petunjuk di sana
“Mungkin saja ada masalah, masa anak yang tidak pernah mau pulang kini datang kesini dengan sendirinya. He.. setiap dia tersenyum tak lama kembali muram.. apa lagi lagu tadi malam..” ucap Yanzhi
Dia mulai mencari petunjuk, saat tiba didalam Dea yang pertama kali dia curigai adalah lemari pajang yang di tiap kotak nya ada gulungan “Ada apa dengan gulungan-gulungan ini”
Lalu dia mengambil salah satunya dan mencoba membukanya, tetapi tidak terbuka seperti di kunci tetapi dia tidak merasa ada yang aneh dengan gulungan itu, di saat dia mengalirkan kekuatanya di gulungan tersebut, gulungan itu terbuka
Yanzhi terkejut karena tidak ada apa-apa di dalamnya, karena tidak merasakan ada yang aneh dia kembali menggulung gulungan itu dan meletakan nya kembali, Dea yang saat ini tengah menikmati makanannya merasakan bahwa ada yang menghancurkan segel gulungannya
Merasakan bahwa itu adalah kakaknya, dia tidak mau ambil pusing, disaat itu Yanzhi yang mesih di dalam kamar Dea menuju ke meja rias lalu membuka lacinya
Di sana dia menemukan dua tempat berisi pil yang berbeda, merasa ada yang tidak beres dengan pil itu, dia mengambil sebutir dari pil yang berbeda. Pil tersebut berwarna putih dan coklat, dia mengambil nya dan menyuruh tabib istana untuk mengetahui pil apa itu..
\-------
Saat ini Dea dan adik nya tengah makanan yang mereka pesan, datang pria yang mengikuti Dea dan adiknya tadi, “Eh.. kebetulan sekali bertemu dengan yang mulia pangeran kedua” dengan sok akrabnya dia menyapa Yanxui
Melihat orang yang menyapanya membuat Yanxui kesal, karena orang yang masuk adalah orang yang tidak ingin di temuinya, “Sial sekali bertemu dengan mu di sini” ucap Yanxui dengan raut wajah yang sangat masam
“Ah.. haha candaan pangeran sangat menusuk yah” Liang Shuyan menaggapi ucapan kasar Yanxui dengan tawa dan melawan dan melawan ucapan Yanxui
“Ck.. apa yang kau lakukan di sini..? lebih kau pergi karena kau mengganggu!!” ucap Yanxui yang sangat ingin mengusir Liang Shuyan karena dia tau bahwa pria itu akan menggoda kakaknya
Sementara itu Dea yang melihat perdebatan itu hanya diam dan menatap Liang Shuyan dengan tatapan malas lalu dia memalingkan kepalanya ke jendela dan melihat suasana di luar
Liang Shuyan yang melihat dea tidak peduli, semakin tertarik “Wah wah.. ternyata pangeran sedang bersama dengan wanita cantik.. bila tidak keberatan apakah nona bersedia memberitau siapa nama nona” ucapnya yang menggoda Dea
Liang Shuyan merasa malu karena Dea tidak menjawab perkataan dari nya dan mengabaikannya “Ah.. haha kurasa nona pemalu yah..” ucapnya lagi “...” tetapi dea tetap mengabaikannya
“Ah.. haha apakah pangeran keberatan kalau aku bergabung di sini..” ucapnya yang tidak tahu malu walau telah diabaikan
Lalu dengan sembarangan dia duduk di sebelah Dea tanpa izin, melihat Liang Shiyan bergabung tampa izin membuat Yanxui marah “Aku belum memberi izin kalau kau boleh bergabung di sini..!!”
“Ah haha pangeran terlalu garang tidak tau kenapa nona secantik ini duduk dan makan bersama pangeran..” ucap nya yang mengabaikan Yanxui dengan tidak sopan
Dia tidak takut dengan Yanxui karena ayahnya adalah salah satunya adalah orang yang sangat di hormati di Laurenzhi, dia tidak takut pada siapapun bahkan pada Yanzhi sang pangeran mahkota
Dia selalu ingin bersanding dengan Yanzhi dalam segala hal dan merebuat semua perempuan yang menyukai Yanxui karena tidak bisa mengalahkan kakaknya. Begitu pula dengan sekarang, dia ingin merebut Dea karena dia pikir bahwa adalah kekasih dari Yanxui
Note : umur Dea dengan Yanxui adalah 2 tahun, dengan Yanzhi 5 tahun. Karena pertumbuhan pria itu cepat, membuat Dea dan Yanxui jadi tidak tau mana yang tua dan mudah. Untuk Liang Shiyan 2 tahun lebih mudah dari Yanzhi
Melihat bahwa Liang Shuyan menggoda kakaknya membuat darah Yanxui naik, melihat adiknya yang hampir meledak, Dea menghembuskan nafasnya “Xui..” ucap Dea yang memanggil Yanxui dengan nama panggilan lalu memberikan kode bahwa dia harus menghusir Liang Shiyan karena dia mulai mengganggu
Jujur saja Dea tidak peduli dengan apa yang terjadi, tetapi dia tidak suka dengan kebisingan jadi dia mengkode adiknya untuk mengusir Liang Shuyan
Mendengar suara yang lembut dari Dea membuat Liang Shuyan terpesona dan lebih ingin memiliki Dea, karena dia tidak pernah menjumpai seorang wanita mengabaikan nya, selama ini setiap perempuan akan terpesona melihat nya karena parasnya yang tampan
“Hee ternyata suara nona sangat indah,” ucap nya yang menggoda Dea, sambil menggapai tangan Dea. Dea merasa jijik mendengar suara yang dibuat untuk menggidanya
“Tidak tau apakah nona punya waktu malam ini..” ucap Liang Shuyan sambil memegang rambut Dea dan menciumnya yang membuat Yanxui marah karena kakaknya seperti di rendahkan
Dea yang sudah tidak tahan lagi karena jijik menghempaskan Liang Shuyan. “Ah.. apa yang nona lakukan” ucap Liang Shuyan yang tersungkur. Yanxui terkejut dengan apa yang dilakukan kakaknya