The Lost Of Power

The Lost Of Power
78. Kehilangan Akalnya



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Pemandangan itu tidak lepas dari pandangan semua orang.. dengan cadar tipis itu, membuatnya menjadi lebih misterius


Sebagian besar dari mereka tidak mengenal Lan Xia Dea, tetapi mereka yang sudah mengenalinya walaupun dengan memakai cadarnya, di buat kagum


Dengan halus bersihnya bulu Rubah biru perak dan tempilan pakaian Dea yang putih lembut dengan bis biru, membuatnya terlihat anggun


Di tambah angin yang keluar pada saat semua luka hewan itu bersih, ujung pakaiannya terambing-ambing, dengan rambut biru gelap itu yang melambai-lambai... sangat indah di lihat, menyejukan mata bagi yang


melihatnya..


Untuk sekejap tidak ada yang bisa memalingkan wajah mereka dari tengah lapangan, baik itu untuk melihat Dea atau melihat keterkejutan sembuhnya luka hewan itu, yang jelas mereka menarik perhatian


Dan saat Dea menjauhkan wajahnya dan membalikan tubuhnya, entah ia polos atau apa, Dea memandang mereka semua dengan bingung, tidak menyadari apa-apa


Dea memalingkan wajahnya menghadap rubah itu lagi..


Sang rubah yang seluruh lukanya telah sembuh, bangkit, berdiri dengan gagahnya dan mengaum bengan gembira, menyadari bahwa kekuatanya sudah pulih, sang rubah sangatlah senang


Pada saat itu ketika dia melihat Dea, dia menundukan tubuhnya, menghormat pada Dea.. Dea pun membalasnya dengan mereunduk hormat pula, tentunya dengan anggun


Keluarga Kaisar yang hadir, terkejut dengan sikap dari sang rubah karena Rubah biru perak adalah hewan penjaga Laurenzhi yang sangat anggkuh, mereka tidak akan pernah menunduk pada siapapun bahkan pada anggota keluarga Kaisar pun tidak bersedia


Keluarga Kaisar yang ingin mengontraknya harus menjalani tes darinya untuk membuktikan bahwa mereka pantas ntuk menjadi tuan dari Rubah biru perak, kalau mereka berhasil, Rubah biru perak akan menjadi hewan kontraktual mereka, kalau gagal mereka akan menerima bayarannya berupa luka luar dan dalam


Mereka tidak pernah memikirkan bahwa sang rubah akan menunduk pada seseorang, apalagi seorang wanita. Yang bisa membuat mereka merunduk hanyalah Kaisar pertama Laurenzhi, tetapi sekarang dia telah tiada


Sedangkan yang telah berhasil lulus ujian hanyalah mereka yang akan menjadi Kaisar. Tetapi kini Laurenzhi berbeda, Putra Mahkota Yanzhi Xiuzhu telah berhasil lolos, dan sekarang di dalamnya telah terdapat Rubah biru perak


Mereka bisa mengontrak hewan itu ketika sudah cukup umur. Bukan hanya Yanzhi saja, pangeran Yanxui Ki Hua juga telah lolos dari tesnya


Ini membuat mereka bingung dengan masalah pewaris tahkta, tetapi sebenarnya Yanxui tidak terlalu memikirkannya, dia malah berpikir menjadi Kaisar sangatlah merepotkan


Tetapi sekarang.. jelas-jelas Rubah biru perak telah benar-benar mrunduk pada seseorang, dan terlebih lagi orang itu adalah tuan Putri.!!


Bayangkan ini tuan Putri.!! Seorang perempuan.!! Selama ini tidak ada seorang tuan Putri yang menjadi pewaris, kecuali Kaisar pertama


Mereka kini berpikir bahwa generasi pewaris Laurenzhi saat ini sudah benar-benar kacau, dan hebat


Bayangkan saja, ini pertama kalinya sejak Laurenzhi berdiri, dimana keturunannya semuanya menjadi dapat pewaris tahkta, ini akan menjadi masa keemasaan pada Laurenzhi kerena hal ini dapat menjadi bukti bahwa Laurenzhi semakin menjadi tak terkalahkan di daratan benua timur.. yah tapi akan merepotkan kalau memilih penerusnya


Untung saja Yanxui tidak tertarik pada tahkta, dan Dea, dia telah di coret dari daftar pewaris oleh Kaisar terdahulu, tetapi masih memungkinkan untuk menjadi pewaris


Tetapi mereka tidak tau bahwa Dea sama dengan Yanxui, dia tidak tertarik dengan tahkta karena itu sangat merepotkan...


---------


Raja Lei saat ini melihat apa yang terjadi, dengan tidak tau malunya dia memohon pada sang Ratu untuk memaafkan putrinya demi keuntungan “Ratu.. mohon lihatlah, bukankah saat ini rubah itu sudah tidak memiliki luka lagi... itu artinya luka dari rubah itu tidaklah serius..” ucapnya,


Yanxui yang melihatnya memandang Raja Lei dengan jijik, pikirnya sang raja sudah kehilangan akalnya... sedangkan sang Ratu yang melihatnya, sangatlah marah. Bagaimana dia bisa begitu tidak tau malunya, batinya


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...