
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Sekte bulan, sekte dengan mayoritas muridnya adalah bangsawan dengan tingkat kejeniusan 60%.. ini adalah sekte terbaik di daratan benua timur
Di benua timur, semua tujuan dari semua kultivator pemula, adalah sekte bulan..
Mereka adalah impian dan kerinduan semua orang.. yah semua orang kecuali Lan Xia Dea
Sekte bulan bisa termasuk dalam perguruan khusus bangsawan, tapi ada juga dari kasta rendah yang masuk ke dalamnya, tapi mereka haruslah memiliki tingkat kultivasi dengan ketentuan umur di bawah 15 tahun dengan tingkat di atas level 20 ke atas yang artinya berada di tingkat bumi
Seseorang yang berada di level itu pada umur di bawah 15 tahun, adalah seorang jenius yang langkah, tapi hanya sebatas ‘jenius’ biasa. Jika membandingkan mereka dengan level Dea, mereka masih terbilang kecil...
------------
Sekte bulan
Seorang wanita misterius dengan cadar tipis di wajahnya, menjadi perhatian umum.. mereka tidak tau dia siapa, yang jelas dia sangat misterius
Hanfu yang terbilang indah tapi simpel, dengan warna putih kebiruan, dengan sulaman seperti bintang-bintang (Lebih jelasnya kayak Gliter) yang jelas itu adalah kualitas bahan baku terbaik.. dengan rambut yang indah biru kehitaman, menambah kesannya
Setiap orang yang berpapasan dengannya, akan melirik ke arahnya.. entah karena apa, wanita itu menarik perhatian semua orang dengan aura yang terasa begitu anggun
Mereka sendiri tidak tau kenapa merasa bahwa wanita itu adalah wanita yang cantik, jelas-jelas dia menutupi wajahnya dengan cadar.. ini membuat mereka bingung.. mereka hanya merasa bahwa wanita itu pastinya sangat cantik...
Dea.. setelah beberapa hari sejak dia membunuh para bajingan itu, dia menjadi lebih tenang, mungkin karena telah memuaskan ***** darahnya..
Ajaran baru sudah di mulai.. libur telah selesai, Dea yang karena setiap hari merasa bosan kerena tidak melakukan apa-apa memilih untuk masuk setelah lewat satu minggu, itu juga karena paksaan dari sang kakak, Yanzhi Zhuxiu
Dea yang sebenarnya berangkat bersamaan dengan adik serta kakaknya, karena tidak mau menjadi pusat perhatian, memilih untuk berhenti di suatu tempat, dan berjalan masuk sendiri
Tapi Dea tetaplah Dea.. di manapun Dea pergi dia akan selalu menjadi pusat perhatian orang-orang.. walau kini wajahnya tertutup dengan cadar, perhatiannya tidak berkurang..
Yanzhi mengatakan akan menyuruh penjaganya untuk menghantar Dea ke ruangan kepala sekte untuk melapor.. Dea bersikeras mengatakan tidak kerena itu mengganggu dan ia ingin pegri sendiri
Dea yang sedang memperhatikan arah petunjuk, sedikit mengerut ketika mendengar suara tawa menyindir, sebenarnya terganggu dengan kebisingan mereka
Mengabaikan mereka, Dea menutup mata dan berjalan.. hasil kerena tidak melihat ke depan, dia bertabrakan dengan dua wanita yang seumuran dengannya
Brukk!! Bunyi suara tabrakan
Saat tabrakan terjadi, Dea sedikit kehilangan keseimbangan, tapi tidak seberti keduanya yang terjatuh ke lantai.. ketika itu terjadi, suara menyindir di sertai tawa datang lagi
Kedua wanita itu merundukan kepalanya dan seperti hendak menangis
Dea yang merasa bersalah kerena tidak melihat ke sekeliling, mengulurkan tangannya, ingin membantu keduanya untuk berdiri.. siapa sangkah merekalah yang lebih dulu meminta maaf dan mengakui kesalahan mereka terlebih dahulu dengan ketakutan
Dea yang melihat hal itu merasa aneh.. ingin menjelaskan tapi sudah terlambat.. dia mendengar ada orangg yang berteriak “Apa yang kalian!!” itu terdengar sedikit kasar dan arogan
Dea mengerut ketika mendengarnya.. Siapa yang bisa begitu arogan di sini, batinnya.. dia sangat benci dengan orang yang begitu tinggi arogansinya dengan kekuatan yang lebih lemah.. mereka lebih buruk dari sampah manapun
Begitu suara arogan tu terdengar, kedua wanita yang bertabrakan dengan Dea berdiri “I Iya” suara keduanya dengan bergetar.. Dea tidak tahan melihat itu
Di awal dia ingin mengabaikan hal itu tapi begitu melihat kedua wanita yang bertabrakan dengannya penuh ketakutan ketika menjawab panggilan suara arogan itu.. hatinya menjadi tidak nyaman.. akhirnya di memutuskan untuk pergi melihat
----------
“Apa yang kalian lakukan sehingga sangat lambat!! Hh sudahlah.. kalian, pergi dan belikan aku sebuah cemilan..” kata wanita itu dengan arogan,
Kedua wanita itu sedikit kurang nyaman mendengar perkataan wanita itu “T tapi, Chan Bai Rin, sebentar lagi guru akan masuk.. ”
Wanita arogan itu adalah Chan Bai Rin, mendengar perkataan dari salah satunya, dia tersenyum jahat, dia menjawab dengan ejekan “Itu, masalah kalian.. aku hanya ingin memakan cemilan.. entah guru akan menghukum kalian atau tidak, itu tergantung keberuntungan... hahaha” dengan itu dia membawa gengnya dan masuk
Orang-orang yang menonton hal itu mengejek mereka dengan berbisik.. memang mereka tengah berbisik, tapi bisikan kalau terlalu banyak orang yang melakukannya, terdengar sepeti perkataan biasa
Apalagi mereka semuanya adalah seorang kultivator, termasuk kedua wanita itu, seberapa kecilnya suara mereka, akan tetap terdengar jelas
Dengan menahan tangis mereka, keduanya saling merangkul dan pergi dari kerumunan itu..
Semua yang terjadi barusan, tidak luput dari pandangan Dea.. Dea dari kejahuan telah melihat semuanya, dari awal sampai akhir.. Dea yang menyaksikannya, berwajah gelap dan menguarkan aura yang dingin
Bangsawan tetaplah bangsawan.. walaupun mereka memiliki kekuatan yang lemah, selama dia memiliki keluarga yang berkuasa, seberapa kecilnya kekuatannya, tetap saja akan menjadi arogan
Di mata Dea, wanita yang bernama Chan Bai Rin itu tingkat kultivasinya memang lebih tinggi dari kedua wanita itu.. tapi, kekuatannya tidaklah murni, hanya bergantung pada pil ramuan saja untuk meningkat
Energinya tidak murni, padahal memiliki bakat.. kalau di kembangkan dengan baik, akan menjadi teratas, hanya saja dia terlalu bergantung pada pil ramuan
Kedua wanita itu, bakatnya biasa-biasa saja, tapi potensinya lebih baik dari Chan Bai Rin.. terlihat energi mereka murni karena latihan dan bukannya pil ramuan.. itu semua jelas di mata Dea, bahkan mungkin dia lebih hebat dari pada guru mereka
Dea yang melihat kedua wanita itu pergi, segera mencari kesempatan...
Kedua wanita itu pergi dari kerumunan dan pergi ke sisi yang lebih sepi.. mereka bersandar di dinding dengan wajah yang sedih salah satunya menangis “Yina, sudah.. jangan menangis lagi.. ” ucap Shua Xi Yunru
“Maaf Yunru.. apa kau baik-baik saja” jawab Zhao Yinxu
Tak lama kemudian wajah mereka kembali bersemangat dan tersenyum menyemangati satu sama lain.. keduanya tidak ingin bersedih dan membuat satu sama lainnya khawatir.. dengan perasaan yang masih terbilang sedih, mereka memaksakan senyumnya
Ada sedikit kecurigaan ketika melihat senyum satunya.... mereka tidak sadar kalau ada seseorang yang mendekat “Permisi..”
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak yah..
Favorit...
Comment and Like...