The Lost Of Power

The Lost Of Power
171. Menjadi Seorang Nenek? (2)




Lan Xiadea tanpa sadar mengakui identitasnya, mereka juga bingung dengan perintah yang Dea berikan



Mereka juga mengingatnya dengan jelas, seorang balita kecil yang berumur sekitar dua-tiga tahun memangil sang putri dengan sebutan ibu, dan sang putri yang ternyata memiliki senyum yang sangat menawan



Rombongan sang Ratu di sana juga termenung, belum tersadar dari lamunannya



Lan Yi melihat mereka dan memandang dengan bingung, dia mendekat pada Yanxui Ki Hua yang menemaninya bermain dan bersembunyi di belakangnya dan melihat sekumpulan orang-orang itu



Harimau Langit yang juga melihat adanya orang lain di sana, menampilkan wajah yang garang, dia memperlihatkan taringnya saat melihat orang asing di sana, tidak senang, tidak suka, tapi tidak ada yang memperhatikannya



Yanxui mengikuti tatapan mata Lan Yi juga melihat mereka dan mengerutkan kening “Untuk apa kalian berdiri di sana? Tidak mendengar dengan apa yang di katakan kakakku?” dengan itu mereka tersadar dan pergi satu persatu



Orang terpercaya sang Ratu melangkah maju dan berdiri dengan tenang di samping, Yanxui tau bahwa orang itu adalah penasehat kerajaan dan hanya membiarkannya



Sementara itu, Jendral Liang dan ajudannya entah bagaiman tidak bisa tersadar dari keterkejutannya, Jendral Xiao yang ada di sampingnya melihat Jendral Liang serta ajudannya tidak bergerak seakan membatu, menyadarkannya “Jendral Liang apa kau lakukan, pangeran sudah menyuruh kita untuk pergi..” dengan itu dia menarik paksa Jendral Liang



Yanxui yang melihat keanehan itu, mengakat sebelah alisnya dengan tatapan bingung



Jendral Liang dan ajudannya berjalan dengan keterkejutan yang masih membekas di wajah keduanya.. semua orang sudah pergi meninggalkan keduanya



Saat itu yang pertama kali bersuara adalah ajudannya, dia menatap Jendral Liang dengan tulang yang mendingin di dalam, dia berkata “Tuan.. dia benar-benar.. sang putri benar-benar..” ucapnya yang tidak jelas



Jendral Liang masih bisa mengerti, tapi tidak menjawabnya “Aku sudah menduganya, tapi ini ternyata benar-benar dirinya!!” ketakutan mengumpul di wajah jendral Liang dan ajudannya



“Dan juga anak kecil itu.. kalau di lihat dia memiliki kemiripan dengan pria di medan perang itu” kata sang ajudan, mendengar ini Jendral Liang juga mengingatnya



Balita dengan kemiripan yang sempurna dengan pria itu seperti cetakan.. tapi? Tunggu?? “Tapi bukankan anak kecil itu memanggil sang putri dengan ‘Ibu’?” pikiran liar melintas di kepala keduanya...



 



“Tentu saja tidak! Bukan aku yang menghasilkan dia!” ucap Dea yang melihat keterkejutan di wajah sang ibu dan pamannya



“Tapi dia memiliki kemiripan denganmu..” Sang ratu melihat Lan Yi dengan lembut penuh kasih sayang



“Yah.. Terutama di bagian matanya” ucap tuan Han



“Tetap saja dia bukan milikku!” ucap Dea dengan sakit kepala yang datang menghantamnya, sementara itu Yanzhi Zhuxiu dan Han Luoyi memiliki wajah yang senang.. mereka di awal juga tidak percaya dan berpikir demikian, tapi ternyata ada juga yang berpikir demikian seperti mereka




Yanzhi maju “Kami ingin Lan Yi tinggal di kekaisaran, lagi pula dalam sekte terlalu berbahaya, dan juga kami akan segera menjalankan misi, tidak pasti akan pulang kapan...”



“Benar, meninggalkan Lan Yi di paviliun sendirian, menjadi resiko yang besar.. walau ada penjaga bayangan yang mengawasinya Dea tidak akan tenang..” ucap Han Luoyi



“Kami menyarankan untuk membawa Lan Yi kemari, biarkan Ibu yang mengurusnya, lagi pula Ibu sendirian di sini, Lan Yi ada di sini dan menemani ibu” ucap Yanzhi



Tuan Han, juga memikirkannya, sang Ratu atau adiknya ini juga sering kali menampilkan wajah yang kesepian, jika Lan Yi yang di maksud menemani dirinya di sini, sang Ratu tidak akan kesepian lagi “Tapi, dengan status apa di berada di sini.. jika ada seorang anak kecil tinggal dan berkeliaran di istana, pasti akan mengundang pertanyaan” ucapnya yang memikirkannya



“Tentu saja sebagai putraku..” ucap Dea dengan santai, ini membuat semua orang yang ada di situ melihat Dea dengan perasaan yang rumit “Walau dia bukan milikku, tapi dia memanggilku ‘Ibu’ jika ada yang bertanya, jawab saja dia putraku, dan tentu saja dengan status pangeran kecil, tidak ada yang akan menentangnya. Minta juga Jendral Liang untuk menjaganya”



“Jendral Liang.. tapi dia adalah Jendral perang dengan ego yang tinggi, memintanya untuk menjaga pangeran kecil, sudah pasti akan di tolak” jawab tuan Han yang meningat dengan baik sikap Jendral Liang, semuanya juga berpikir sama, hanya Dea yang tenang



Dea tidak berkata apa-apa dan hanya berjalan menuju pintu keluar, dia melihat orang terpercaya sang Ratu berdiri di sana dan berkata “Pergi dan undang Jendral Liang datang kemari secepatnya”



Mendengar perintah yang tanpa peringatan itu, membuat penasehat kerajaan tertegun sekejap, Yanxui yang melihatnya tidak bisa untuk tidak menyadarkannya “Untuk apa kau masih berdiri di sana?” dengan itu penasehat kerajaan tersadar, dia segera menunduk hormat dan pergi dengan membawa beberapa prajurit



“Untuk apa memanggil Jendral Liang?” tanya Yanxui melihat kakaknya sambil bermain dengan si kecil Lan Yi yang juga bermain dengan Harimau Langit



Lan Yi yang melihat Dea, dengan kedua kaki kecilnya, dia berlari menuju Dea dan memeluk kaki Dea dengan senyum manis di wajahnya “Ibu” semua orang yang melihatnya tersenyum dengan hangat



Para pelayan yang melihat hal itu, merasa bahwa itu sangat imut dan lucu, mereka ikut tersenyum hangat melihat senyum itu.. entah mengapa sejak Lan Yi datang kekaisaran, perasaan hangat menghampiri mereka setiap kali melihatnya



Dea melihat Lan Yi dengan senyum manis, melepas pelukan Lan Yi di kakinya lalu mengankat Lan Yi masuk kepelukannya. Akhirnya dia melihat Yanxui dan menjawab “Aku memerlukannya untuk menjadi pendamping Lan Yi untuk menjaganya” ucapnya sambil berjalan menuju meja yang ada di halamannya dan duduk di sana



Saat itu sang Ratu, Yanzhi, tuan Han dan Han Luoyi keluar dari ruangan, melihat pemandangan itu mereka juga ikut tersenyum



Sejak Dea datang kembali setelah lebih dari empat tahun lamanya, mereka belum pernah melihat Dea tersenyum.. wajahnya yang selalu tertutup dengan cadar, dan mereka selalu merasa bahwa Dea menjadi lebih dingin



Dea tidak banyak bicara dan bersikap sangat dingin kepada semua orang.. serasa, menjadi orang yang sangat berbeda..



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca dan juga mohon maaf atas ketidaknyamanannya jika Thor ada salah-salah kata***..


***Jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***