The Lost Of Power

The Lost Of Power
54. Tidur yang Diganggu



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Dea yang menggelap, menatap Xu Hei Fuyan dengan sinis..


Pedang Api biru yang tadinya mau Dea hilangkan, mendadak menjadi lebih kuat


Dia kemudian melemparkannya kearah Xu Hei Fuyan.....


--------


Jelas Xu Hei Fuyan merasa terkejut.. dia sedang tidak siap untuk menghadapi serangan... dan akhirnya dia hanya bisa menangkis dengan sekuat tenaga..


Pedang Api birunya terlemar ke tanah dan tertancap, dia melihat Dea dengan bodoh


Dia kemudian tersadar dengan perkataan yang dingin dan tajam dari Dea “.. Lebih baik.. tutup mulutmu kalau kau dan dua bawahanmu masih ingin hidup.. kalau ada satu kata lagi seluar dari mulutmu itu.. bersiaplah untuk menggelar pemakamannya..”


Dea pergi dan menyati bersama bayangan.. gerakannya sangat cepat dan juga sangat trampil dengan cepat Dea menghilang dari pandangan Xu Hei Fuyan


Jarak antara tempat dimana mereka berbicara dengan tempat dimana tenda berada, tak jauh


Dan hanya dengan beberapa menit saja Dea sudah sampai di tendanya dengan cepat.. tiba-tiba saja dia sudah berada tepat di depan bayangan yang di tinggalkannya


Mengherankan Dea bisa tiba di sana hanya dalam satu menit... padahal jarak yang akan di tempunya dengan berlari dari tempatnya tadi sampai kesini hanya sekitar 3-6 menit saja.. kalau dia berjalan santai mungkin sekitar 15 – 18 menit


Tetapi sekarang ini... hanya dengan hitungan detik Dea sudah sampai di sana... yah.. ini membingungkan..


Bayangan Dea yang melihat bahwa Dea telah berada di sana.. berarti tugasnya telah selesai.. Dea menyetuh bayangannya dan Pbuff.. bayangannya menghilang


Dea duduk di dalam tendanya.. di bersandar pada tempat duduknya dan memejamkan matanya... dia sangatlah lelah karena tak jadi beristirahat dengan benar


Di malam hari dirnya sangat susah untuk tidur dan akan menggantinya dengan tidur siang


Tetapi keinginannya yang kecil itu menjadi hancur ketika suara dari sang adik menggema dan membangukannya


Dia menjadi kaget... radarnya akan selalu melemah kalau sangatlah kelelahan.. dengan kerasnya suara itu berkata “.. Jiejie.. kenapa tadi meninggalkan kami.. tadi itu kupikir bahwa aku mati karena mata dari nona-nona bangsawan itu medekati kami...” ucapnya yang tengah kesal


Tetapi Dea tidak menjawab dan hanya menatapnya saja.. adiknya ini sangatlah cerewet


Dea yang mendengarnya menampilkan wajahnya asam.. dari wajahnya saja mereka berdua tau bahwa Dea tak mau pergi


“..Heh.. apakah aku bisa tidak ikut..” matanya berbinar menatap Gegenya


Tetapi tidak mempan.. munggkin karena Dea sudah sering memelas seperti itu makanya jurus andalannya tidak mempan


Yanzhi sebenarnya sudah gerget saat melihat Dea yang tengah bersikap manja dan memohon.. ini adalah momen yang langkah


Tetapi di menahan dirinya... “..Tidak.. kau harus ikut.. kau datang kesini untuk hal itu bukan..” ucapnya


Yanzhi tetap memaksa Dea untuk mengukutinya karena dia yakin pasti bahwa Dea kesini dan bersenang-senang dan menghilang kan sara kebosannannya


Dea suka bertarung dan dari itulah Yanzhi memintanya untuk beburu.. yah walau pun ini sedikit berbeda tetapi itu mungkin dapat benar-benar menganggat beban yang ada padanya


Yah dan dengan antusias Dea akab mengikutinya... kesenangan baru saja di mulai


 


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...