
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
...
Dea yang pergi untuk jalan-jalan sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat mereka mendirikan tenda, dia hanya berjalan menuju telaga yang ada di dekatnya
Ada batu besar di pingiran sungai itu, Dea melompat dan duduk di atasnya dan memandang bulan dengan ekspresi yang sulit di jelaskan, yang pasti itu bukan senang maupun marah
Dia kemudian mengingat apa yang terjadi tadi.. di saat Xiao Wancheng bercerita tentang Yun Qing tadi, ada rasa hangat di matanya
Dea benci melihat hal itu, jangan lupakan bahwa dia adalah seorang kultivator tingkat tinggi, penglihatannya lebih tajam dari pada manusia pada umumnya, dan dapat menebak apa pikiran orang hanya dengan menatap matanya
Perasaan hangat yang ada di mata Xiao Wancheng pada Yun Qing itu terlihat sangat jelas tidak mungkin dia tidak dapat melihatnya
Hanya saja Dea kurang suka dengan hal itu.. bukan artinya Dea membenci orang yang menyukai seseorang, hanya saja perasaan hangat Xiao Wancheng itu mengingatkannya pada kekasihnya Lan Xin Yuezhi
Xin Yuezhi selalu menatapnya dengan mata hangat itu...
Ck.. Dea kesal di buatnya.. memikirkan Xin Yuezhi membuatnya cemberut kesal bahkan rasanya ingin menangis
Untuk menghalaunya dia bernyanyi..
Saita... nonohana yo... Ah.. douka oshieteokure
Hito.. wa naze, kizutsukeatte
Arasou no deshou....
Rin to saku hana yo, Soko kara nani ga mieru,
Hito.. ha naze yurushiau koto
Dekinai no deshou...
.....
Pada saat baitnya yang pertama selesai perlahan air mengalir di pipinya, dia menahan dirinya, tapi tetap saja hatinya tidak bisa menghianatinya.. otaknya melarangnya, tapi hatinya tidak
Dia menghapusnya dan melanjutkan nyanyiannya
Suaranya sangatlah indah, enak di dengar, halus dan merdu, tidak ada orang yang mampu menyaingi suaranya kini, termasuk Dewi sekalipun
Suaranya menggema di pinggir sungai kecil itu.. Dea terlalu larut dalam nyanyiannya dan tidak sadar bahwa ada orang lain yang datang mendengarnya
Setelah Dea menyelesaikan bait keduanya tiba-tiba suara yang tidak asing terdengar, sambil bertepuk tangan dia berkata “..Wah.. sungguh suara yang indah...” katanya, terkesan
Sedangakan orang itu, dia malah manatapnya dengan tersenyum “.. Hai tuan Putri, kita bertemu lagi.. apakah anda masih akan bilang bahwa ini bukan kebetulan..” ucapnya dengan nada yang sedikit menggoda
Itu membuat wajah Dea masam di buatnya.. sungguh sial juka bertemu dengannya di sini.. Dea menatapnya dengan sangat dingin “..Dunia sungguh kecil..” batinya
Apakah hutan ini begitu kecil sehingga dia dapat bertemu dengannya sugguh sial... Dea dari awal tidak terlalu menyukai Xu Hei Fuyan, setiap kali Dea melihatnya, dia seperti menyebalkan
Di selalu muncul dan mengganggunya.. itu sungguh menyebalkan...
Dea hendak pergi dari tempat itu, dia melompat dari atas batu besar itu, tanpa sengaja cadar yang digunakannya terbang
Itu memperlihatkan wajah yang sangat cantik, pemandangannya seperti seorang Dewi bulan yang turun dari langit dengan bunyi suara lonceng yang ada di gantungan gioknya, menambah pesonanya
Sungguh indah...
Hal itu tidak lepas dari pandangan Xun Hei Fuyan, dia terpesona ketika melihat wajah Dea.. dia tidak terlalu melihat dengan jelas wajah dari Dea tetapi sudah di pastikan bahwa wajahnya sangatlah rupawan, sungguh sangat cantik
Saat Dea mendarat dia tidak menyadari bahwa cadarnya lepas dan menatap Xu Hei Fuyan dengan tajam dan dingin
Bahkan dengan ekspresi wajah yang seperti itu Dea terlihat menawan.. ini adalah malam hari, wajahnya tidak terlihat terlalu jelas kerena gelap malam
Kalau saat ini tengah siang, mungkin para maupun wanita yang melihat wajah ini akan terpesona dan tewas di tempat, sakingnya tidak bisa menahan auranya yang cantik
Xu Hei Fuyan sadar dari diamnya, seketika pikiran licik terlintas di pikirannya, diapun tersenyum licik, “..Wah ternyata wajah dari sang putri yang di rumorkan jelek ternyata sangatlah cantik..” ucapnya menyadarkan Dea
Dea terkejut dan meraba wajahnya, ternyata cadarnya telah lepas!! Dia berbalik menatap Xu Hei Fuyan dengan tajam, aura membunuh yang begitu kentalpun terasa, bahkan Xu Hei Fuyan tidak mempertimbangkan hal ini
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...
jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...