The Lost Of Power

The Lost Of Power
65. Cadarnya Lepas



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


...


Dea yang pergi untuk jalan-jalan sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat mereka mendirikan tenda, dia hanya berjalan menuju telaga yang ada di dekatnya


Ada batu besar di pingiran sungai itu, Dea melompat dan duduk di atasnya dan memandang bulan dengan ekspresi yang sulit di jelaskan, yang pasti itu bukan senang maupun marah


Dia kemudian mengingat apa yang terjadi tadi.. di saat Xiao Wancheng bercerita tentang Yun Qing tadi, ada rasa hangat di matanya


Dea benci melihat hal itu, jangan lupakan bahwa dia adalah seorang kultivator tingkat tinggi, penglihatannya lebih tajam dari pada manusia pada umumnya, dan dapat menebak apa pikiran orang hanya dengan menatap matanya


Perasaan hangat yang ada di mata Xiao Wancheng pada Yun Qing itu terlihat sangat jelas tidak mungkin dia tidak dapat melihatnya


Hanya saja Dea kurang suka dengan hal itu.. bukan artinya Dea membenci orang yang menyukai seseorang, hanya saja perasaan hangat Xiao Wancheng itu mengingatkannya pada kekasihnya Lan Xin Yuezhi


Xin Yuezhi selalu menatapnya dengan mata hangat itu...


Ck.. Dea kesal di buatnya.. memikirkan Xin Yuezhi membuatnya cemberut kesal bahkan rasanya ingin menangis


Untuk menghalaunya dia bernyanyi..


Saita... nonohana yo... Ah.. douka oshieteokure


Hito.. wa naze, kizutsukeatte


Arasou no deshou....


Rin to saku hana yo, Soko kara nani ga mieru,


Hito.. ha naze yurushiau koto


Dekinai no deshou...


.....


Pada saat baitnya yang pertama selesai perlahan air mengalir di pipinya, dia menahan dirinya, tapi tetap saja hatinya tidak bisa menghianatinya.. otaknya melarangnya, tapi hatinya tidak


Dia menghapusnya dan melanjutkan nyanyiannya


Suaranya sangatlah indah, enak di dengar, halus dan merdu, tidak ada orang yang mampu menyaingi suaranya kini, termasuk Dewi sekalipun


Suaranya menggema di pinggir sungai kecil itu.. Dea terlalu larut dalam nyanyiannya dan tidak sadar bahwa ada orang lain yang datang mendengarnya


Setelah Dea menyelesaikan bait keduanya tiba-tiba suara yang tidak asing terdengar, sambil bertepuk tangan dia berkata “..Wah.. sungguh suara yang indah...” katanya, terkesan


Sedangakan orang itu, dia malah manatapnya dengan tersenyum “.. Hai tuan Putri, kita bertemu lagi.. apakah anda masih akan bilang bahwa ini bukan kebetulan..” ucapnya dengan nada yang sedikit menggoda


Itu membuat wajah Dea masam di buatnya.. sungguh sial juka bertemu dengannya di sini.. Dea menatapnya dengan sangat dingin “..Dunia sungguh kecil..” batinya


Apakah hutan ini begitu kecil sehingga dia dapat bertemu dengannya sugguh sial... Dea dari awal tidak terlalu menyukai Xu Hei Fuyan, setiap kali Dea melihatnya, dia seperti menyebalkan


Di selalu muncul dan mengganggunya.. itu sungguh menyebalkan...


Dea hendak pergi dari tempat itu, dia melompat dari atas batu besar itu, tanpa sengaja cadar yang digunakannya terbang


Itu memperlihatkan wajah yang sangat cantik, pemandangannya seperti seorang Dewi bulan yang turun dari langit dengan bunyi suara lonceng yang ada di gantungan gioknya, menambah pesonanya


Sungguh indah...


Hal itu tidak lepas dari pandangan Xun Hei Fuyan, dia terpesona ketika melihat wajah Dea.. dia tidak terlalu melihat dengan jelas wajah dari Dea tetapi sudah di pastikan bahwa wajahnya sangatlah rupawan, sungguh sangat cantik


Saat Dea mendarat dia tidak menyadari bahwa cadarnya lepas dan menatap Xu Hei Fuyan dengan tajam dan dingin


Bahkan dengan ekspresi wajah yang seperti itu Dea terlihat menawan.. ini adalah malam hari, wajahnya tidak terlihat terlalu jelas kerena gelap malam


Kalau saat ini tengah siang, mungkin para maupun wanita yang melihat wajah ini akan terpesona dan tewas di tempat, sakingnya tidak bisa menahan auranya yang cantik


Xu Hei Fuyan sadar dari diamnya, seketika pikiran licik terlintas di pikirannya, diapun tersenyum licik, “..Wah ternyata wajah dari sang putri yang di rumorkan jelek ternyata sangatlah cantik..” ucapnya menyadarkan Dea


Dea terkejut dan meraba wajahnya, ternyata cadarnya telah lepas!! Dia berbalik menatap Xu Hei Fuyan dengan tajam, aura membunuh yang begitu kentalpun terasa, bahkan Xu Hei Fuyan tidak mempertimbangkan hal ini


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...


jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...