
Fuyang adalah kerajaan yang netral, mereka tidak memiliki perseturuan dengan kerajaan lain
Sedangkan Jendral Liang sendiri berkeringat dingin ketika mendengar perkataan yang di lontarkan Raja Lei, tentu saja dia tidak takut dengan Raja Lei tetapi dengan Lan Xiadea, seandainya dia mengetahui identitas Dea yang sebenarnya, mungkin dia akan menyerahkan kerajaannya sebagai ganti nyawanya, kira-kira begitu
Para keluarga besar yang ada dan menghadiri pesta tersebut, yang mendengar perkataan Dea, seperti mengerti sesuatu
Kira-kira setelah Raja Lei selesai berucap, mereka semua, para tetua keluarga dan pemimpin klan serta istri sah mereka, kecuali anak dan selir, mereka bangkit dari duduknya dan membukuk serentak memberi penghormatan pada Dea
Dengan Jendral Liang yang mendahului memberikan penghormatan dan mereka semuanya mengikuti
“Menyambut kedatangannya Yang Mulia Tuan Putri..!!”
Sontak itu membuat para tamu terkejut, terutama Lei Fang’er, dia menjadi bingung
Dea menghela nafasnya dan berkata dengan nada yang dingin “..Heh.. cukup.. kalian boleh duduk..” nada bicaranya berat, dia tidak suka dengan mereka yang memberikan penghormatan padanya, sungguh itu merepotkan, dia menjadi jengkel sendiri
Biasanya orang akan senang ketika ada yang menghormatinya dan yang memberikan penghormatan padanya, tetapi itu tidak berlaku untuk Dea, dia merasa itu tidak berguna dan merepotkan
Itu karena pengalaman nya saat masih kecil, bukankah itu hanya akan membuatnya menjadi sasaran para rubah dan siluman licik
Dia tidak mau itu terjadi maka dari itu di awal dia bilang bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa
Mendengar perkataan Dea mereka semua mengucapkan terima kasih dan kembali duduk
Kini putra Jendral Liang, Liang Shuyan mengetahui stastu Dea di Luarenzhi, dia juga sudah mengetahui identitas lain dari Dea yang di dengarnya dari ayahnya
Sekarang di tidak berani mencari masalah lagi dengan Yanxui Ki Hua dan Yanzhi Zhuxiu kerena takut pada Dea
Jendral Liang mengatakan padanya bahwa selama masih ada Dea di keluarga kaisar kerajaan Lauranzhi, maka tidak akan ada yang berani untuk menyetuhnya
Kerena mereka akan berhadapan dengan kekuatan yang lebih besar dari kerejaan Laurenzhi, kerena identitas Dea lebih tinggi dari status seorang Tuan Putri
Lei Fang’er bingung dengan apa yang di dengarnya, apa maksudnya, apakah orang dia sebut dengan sebutan anak angkat adalah..
Tetapi itu tidak mungkin.. pasti dia hanya salah paham saja..
Kini Lei Fang’er tengah bergulat dengan dirinya sendiri di dalam pikirannya dia menolak untuk percaya
Sedangkan Raja Lei ayahnya kini juga bingung, dia menatap Dea dengan tidak percaya
“Ada apa ini Ratu.. apa maksudnya.. apakah?” tanya Kaisar Luo
Saat ingin menajawab Ratu Xia Ningrong ragu, dia sempat melirik putrinya ingin bertanya apakah boleh, tetapi Dea hanya acuh
Ratu menghela nafasnya, dia tidak bodoh, setelah dua bulan bersama, itu sudah cukup untuk membuatnya mengenal seperti apa sikap dari putrinya, dia sudah menghafal tingkah laku anak perempuannya itu, kalau dia diam berarti adalah iya
Dan dengan bangganya Ratu Xia Ningrong menjawab pertanyaan dari Kaisar Luo
“Iya.. dia putriku.. dia baru saja kembali setelah sekian lama..” ucapnya
Permaisuri Qing memperhatikan tingkah putranya yang terus-terusan menatap Dea dari awal Dea masuk sampai sekarang
Kaisar Xu mengagguk pelan, dia menatap putranya dan Dea secara bergantian kemudian dia bertanya pada Ratu Xia Ningrong “Apakah Zhen boleh tau siapakah nama dari sang putri ini..”
Dea memandang Kaisar Xu sekilas dengan tatapan tajam “Apa yang dipikirkannya..” batinya dan kembali memalingkan wajahnya lagi
Mengingat bahwa dia belum memberitau nama dari putrinya, Ratu Xia Ningrong berkata “Ah iya.. saya belum memberitau namanya... namanya adalah Lan Xia Dea, Yuritachi Lan Xia Dea Levri.. itu adalah namanya”
Mendengar nama dari gadis yang menarik perhatiannya, Pangeran mahkota Xu Hei Fuyan tersenyum
Sedangkan di sisi lain Lei Fang’er merasa kesal “A.. apa.. kalau begitu apa dia sungguh adalah adik dari Yanzhi..” kini dia tengah dilema dengan tentang Dea
\--------
Setelah beberapa saat suasana menjadi meriah lagi dengan pertunjukan-pertujukan yang dilakukan oleh para nona-nona dan tuan Putri
Dea terlihat tidak tertarik pada apapun di hanya melihat keluar dan memandangi bulan dengan seduhnya, tidak ada yang memperhatikan tatapan seduhnya, hanya satu orang, satu orang yang sedari tadi pandangnya tidak bisa lepas dari Dea
Yah, dia adalan Pangeran Xu Hei Fuyan, dia terpesona dengan Dea yang menatap keluar, dia merasa bahwa itu sangatlah cantik
Ada juga yang tengah memperhatikan Dea, yah siapa lagi kalau bukan pada Pengeran dan tuan-tuan muda
Dan di saat cahaya bulan datang dan menyinari Dea dengan cahayanya yang masuk melalui jendela
Itu menjadi pemandangan yang memukau. Kalau di zaman itu kamera telah di temukan, mungkin mereka akan mengabadikannya dengan foto, karena sekarang ini Dea terlihat indah
Bahkan para pria tidak mampu untuk mengalihkan pandangnya pada Dea, membuat sang nona muda yang menari serta mereka yang duduk di kursi, merasa iri
Pikir mereka bahwa Dea yang tidak melakukan apapun tetap menarik perhatian, apalagi jika dia menampilkan sesuatu
Meraka akan mengutuk orang yang akan menyuruh Dea menampilkan sesuatu
Mereka sangat berharap bahwa Dea hanya akan diam di tempat atau pergi dari tempat pesta, mungkin itu akan lebih baik
Tetapi nyatanya tidak seperti itu, kini Lei Fang’er memiliki niat yang buruk, dia berpikir akan mempermalukan Dea dengan kejam kali ini dengan memintanya menampilkan sesuatu
Dia sebenarnya mengingat kejadian tempat latihan
Dia tengah berpikir bahwa Dea tidak bisa melakukan apa-apa selain bertarung mengingat perilaku Dea saat itu, dia salah paham dengan mengirah hal itu
Raja Lei ingin membanggakan putrinya, dia bangkit dari tempat duduknya dan mengatakan bahwa putrinya ingin mempersebahkan tarian untuk menghibur
Wajah Lei Fang’er saat ini di buat-buat malu untuk menggoda para pria. Setelah mendapat izin dia bangkit dari tempat duduknya dan berlutuk di tengah aula
“Sebelum saya menampilkan tarian, saya mohon izin untuk mengganti pakaian yang Mulia” ucapnya dengan nada yang du buat-buat lembut
Dea yang sempat mendengarnya merinding melihat Lei Fang’er, rasanya ingin muntah mendengar nada yang di buat-buat lembut itu, Dea malah semakin melihatnya sebagai rubah licik
Tidak ada kesan baik tentang Lei Fang’er di benaknya sejak pertama kali dia bertemu dengannya
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...