The Lost Of Power

The Lost Of Power
38. Pesta 4




Fuyang adalah kerajaan yang netral, mereka tidak memiliki perseturuan dengan kerajaan lain



Sedangkan Jendral Liang sendiri berkeringat dingin ketika mendengar perkataan yang di lontarkan Raja Lei, tentu saja dia tidak takut dengan Raja Lei tetapi dengan Lan Xiadea, seandainya dia mengetahui identitas Dea yang sebenarnya, mungkin dia akan menyerahkan kerajaannya sebagai ganti nyawanya, kira-kira begitu



Para keluarga besar yang ada dan menghadiri pesta tersebut, yang mendengar perkataan Dea, seperti mengerti sesuatu



Kira-kira setelah Raja Lei selesai berucap, mereka semua, para tetua keluarga dan pemimpin klan serta istri sah mereka, kecuali anak dan selir, mereka bangkit dari duduknya dan membukuk serentak memberi penghormatan pada Dea



Dengan Jendral Liang yang mendahului memberikan penghormatan dan mereka semuanya mengikuti



“Menyambut kedatangannya Yang Mulia Tuan Putri..!!”



Sontak itu membuat para tamu terkejut, terutama Lei Fang’er, dia menjadi bingung



Dea menghela nafasnya dan berkata dengan nada yang dingin “..Heh.. cukup.. kalian boleh duduk..” nada bicaranya berat, dia tidak suka dengan mereka yang memberikan penghormatan padanya, sungguh itu merepotkan, dia menjadi jengkel sendiri



Biasanya orang akan senang ketika ada yang menghormatinya dan yang memberikan penghormatan padanya, tetapi itu tidak berlaku untuk Dea, dia merasa itu tidak berguna dan merepotkan



Itu karena pengalaman nya saat masih kecil, bukankah itu hanya akan membuatnya menjadi sasaran para rubah dan siluman licik



Dia tidak mau itu terjadi maka dari itu di awal dia bilang bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa



Mendengar perkataan Dea mereka semua mengucapkan terima kasih dan kembali duduk



Kini putra Jendral Liang, Liang Shuyan mengetahui stastu Dea di Luarenzhi, dia juga sudah mengetahui identitas lain dari Dea yang di dengarnya dari ayahnya



Sekarang di tidak berani mencari masalah lagi dengan Yanxui Ki Hua dan Yanzhi Zhuxiu kerena takut pada Dea



Jendral Liang mengatakan padanya bahwa selama masih ada Dea di keluarga kaisar kerajaan Lauranzhi, maka tidak akan ada yang berani untuk menyetuhnya



Kerena mereka akan berhadapan dengan kekuatan yang lebih besar dari kerejaan Laurenzhi, kerena identitas Dea lebih tinggi dari status seorang Tuan Putri



Lei Fang’er bingung dengan apa yang di dengarnya, apa maksudnya, apakah orang dia sebut dengan sebutan anak angkat adalah..



Tetapi itu tidak mungkin.. pasti dia hanya salah paham saja..



Kini Lei Fang’er tengah bergulat dengan dirinya sendiri di dalam pikirannya dia menolak untuk percaya



Sedangkan Raja Lei ayahnya kini juga bingung, dia menatap Dea dengan tidak percaya



“Ada apa ini Ratu.. apa maksudnya.. apakah?” tanya Kaisar Luo



Saat ingin menajawab Ratu Xia Ningrong ragu, dia sempat melirik putrinya ingin bertanya apakah boleh, tetapi Dea hanya acuh



Ratu menghela nafasnya, dia tidak bodoh, setelah dua bulan bersama, itu sudah cukup untuk membuatnya mengenal seperti apa sikap dari putrinya, dia sudah menghafal tingkah laku anak perempuannya itu, kalau dia diam berarti adalah iya



Dan dengan bangganya Ratu Xia Ningrong menjawab pertanyaan dari Kaisar Luo



“Iya.. dia putriku.. dia baru saja kembali setelah sekian lama..” ucapnya



Permaisuri Qing memperhatikan tingkah putranya yang terus-terusan menatap Dea dari awal Dea masuk sampai sekarang




Kaisar Xu mengagguk pelan, dia menatap putranya dan Dea secara bergantian kemudian dia bertanya pada Ratu Xia Ningrong “Apakah Zhen boleh tau siapakah nama dari sang putri ini..”



Dea memandang Kaisar Xu sekilas dengan tatapan tajam “Apa yang dipikirkannya..” batinya dan kembali memalingkan wajahnya lagi



Mengingat bahwa dia belum memberitau nama dari putrinya, Ratu Xia Ningrong berkata “Ah iya.. saya belum memberitau namanya... namanya adalah Lan Xia Dea, Yuritachi Lan Xia Dea Levri.. itu adalah namanya”



Mendengar nama dari gadis yang menarik perhatiannya, Pangeran mahkota Xu Hei Fuyan tersenyum



Sedangkan di sisi lain Lei Fang’er merasa kesal “A.. apa.. kalau begitu apa dia sungguh adalah adik dari Yanzhi..” kini dia tengah dilema dengan tentang Dea



\--------


Setelah beberapa saat suasana menjadi meriah lagi dengan pertunjukan-pertujukan yang dilakukan oleh para nona-nona dan tuan Putri



Dea terlihat tidak tertarik pada apapun di hanya melihat keluar dan memandangi bulan dengan seduhnya, tidak ada yang memperhatikan tatapan seduhnya, hanya satu orang, satu orang yang sedari tadi pandangnya tidak bisa lepas dari Dea



Yah, dia adalan Pangeran Xu Hei Fuyan, dia terpesona dengan Dea yang menatap keluar, dia merasa bahwa itu sangatlah cantik



Ada juga yang tengah memperhatikan Dea, yah siapa lagi kalau bukan pada Pengeran dan tuan-tuan muda



Dan di saat cahaya bulan datang dan menyinari Dea dengan cahayanya yang masuk melalui jendela



Itu menjadi pemandangan yang memukau. Kalau di zaman itu kamera telah di temukan, mungkin mereka akan mengabadikannya dengan foto, karena sekarang ini Dea terlihat indah



Bahkan para pria tidak mampu untuk mengalihkan pandangnya pada Dea, membuat sang nona muda yang menari serta mereka yang duduk di kursi, merasa iri



Pikir mereka bahwa Dea yang tidak melakukan apapun tetap menarik perhatian, apalagi jika dia menampilkan sesuatu



Meraka akan mengutuk orang yang akan menyuruh Dea menampilkan sesuatu



Mereka sangat berharap bahwa Dea hanya akan diam di tempat atau pergi dari tempat pesta, mungkin itu akan lebih baik



Tetapi nyatanya tidak seperti itu, kini Lei Fang’er memiliki niat yang buruk, dia berpikir akan mempermalukan Dea dengan kejam kali ini dengan memintanya menampilkan sesuatu



Dia sebenarnya mengingat kejadian tempat latihan



Dia tengah berpikir bahwa Dea tidak bisa melakukan apa-apa selain bertarung mengingat perilaku Dea saat itu, dia salah paham dengan mengirah hal itu



Raja Lei ingin membanggakan putrinya, dia bangkit dari tempat duduknya dan mengatakan bahwa putrinya ingin mempersebahkan tarian untuk menghibur



Wajah Lei Fang’er saat ini di buat-buat malu untuk menggoda para pria. Setelah mendapat izin dia bangkit dari tempat duduknya dan berlutuk di tengah aula



“Sebelum saya menampilkan tarian, saya mohon izin untuk mengganti pakaian yang Mulia” ucapnya dengan nada yang du buat-buat lembut



Dea yang sempat mendengarnya merinding melihat Lei Fang’er, rasanya ingin muntah mendengar nada yang di buat-buat lembut itu, Dea malah semakin melihatnya sebagai rubah licik



Tidak ada kesan baik tentang Lei Fang’er di benaknya sejak pertama kali dia bertemu dengannya



Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...