The Lost Of Power

The Lost Of Power
15. Hanya Untuk Menjadi Seperti Badut 2




“Buang semua yang ada di ruangan ini ganti dengan yang biasa, cabut semua hiasan dan ganti sprai, selimut dan bantal dengan kain simpel tanpa hiasan berwarna putih, dan buang juga semua baju yang ada di dress room, sekarang juga!!”



Perintah Lan Xiadea yang menyuruh semua hiasa dan barang mewah lainnya untuk di buang dan ke tiga dayang itu menjawab “Baik putri” karana mereka mengetahui sifat dari putri mereka itu



Setelah menyuruh ke tiga dayang kelas atas itu membuang semua nya para pelayan lain mereasa sayang karena pikir mereka bahwa itu adalah design yang bagus



“Nona kenapa menyuruh untuk membuang semuanya dan memilih untuk biasa-biasa saja padahal ini adalah design yang di buat oleh nona Lei dengan susah payah” ucap para pelayan



“Bukankah aku menyuruh untuk menyiapkan sebuah ruangan yang simpel.. siapa yang menyuruh kalian untuk menghiasnya ini dengan germerlap?” ucap Dea yang membuat mereka diam karena memang dia menyuruh mereka menyiapkan kamar dengan simpel tetapi Lei Fang’er meminta agar dia yang mendesignnya



Dea tidak menyukai kamar itu karena pikirnya bahwa itu terlalu norak. Mungkin nagi nona bangsawan lain itu adalah ruangan yang bagus tetapi tidak dengan Dea yang lebih suka dengan hal yang simpel tetapi elegan



Tetapi pelayan dari Lei Fang’er tidak terima lalu dia berkata “Kalau begitu kenapa dengan semua pakaian, kenapa itu juga harus di buang, bukan kah nona melakukan ini karena tidak menyukai nona Lei, padahal nona sudah memilih kan pakaian yang bagus-bagus” ucapnya dengan nada yang kasihan



Mendengar perkatan pelayan itu membuat Mei, Shin dan Yao marah tetapi di tahan oleh Dea walau hanya menatap mata Dea mereka tau bahwa Dea melarang mereka marah



Lalu Dea menjawab dengan tenang “Kalau tidak salah sebelum pergi makan aku mengatakan sesuatu.. Yao katakan apa yang ku kataka pada kalian saat aku selesai mandi” kata Dea sambil menujuk Yao salah satu yang melayaninya mandi tadi



“Putri mengatakan pakaian seperti itu hanya akan membuat putri seperti badut ketika memakainya..” jawab Yao dengan santai



“Karena?”tanya Dea lagi



“Karena itu seperti pakaian yang di pakai di pesta, akan sangat berlebihan bila memakainya saat makan, tidur atau beristirahat di dalam kamar saja” jawabnya lagi



“Apa kau sudah mendengar perkataan nya tadi?!” tanya Dea kepada pelayan Lei Fang’er tadi, pelayan tersebut langsung terdiam atas perkataan Yao karena tidak dapat membalas ucapan dari Yao dan dea



“Yah nona sudah” katanya yang masih memanggil Dea dengan sebutan ‘nona’ dia tidak mau memanggil Dea dengan sebutan putri seperti Mei, Shin dan Yao



Sebenarnya dia malu atas perkataan dari Yao karena perkataan Yao membuat mereka yang ada disana tertawa mendengar kata bahwa Dea akan terlihat seperti badut juka memakai baju yang Lei Fang’er sediakan



Awalnya dia berniat menyudutkan Dea dengan mengatakan bahwa Dea tidak menyukai nona nya tetapi malah berbalik dia yang di permalukan



Lalu dea berkat “Kalau sudah selasai tertawa cepat kerjakan apa yang ku suruh” ucap Dea yang menyadarkan mereka yang tertawa dan yang menertawakan Lei Fang’er “Ah baik putri” ucap mereka yang juga ikut memanggil dea putri sama seperti Mei, Shin dan Yao



Dea melihat sekeliling “Mei berapa lama pembersihannya..?” tanya dea karena sepertinya ini akan lama




“Huh.. lama juga.. “ setelah berpikir beberapa saat akhir nya Dea menyuruh mereka berhenti



“Kalian semua berhenti suruh saja pelayan yang lain untuk membersikan ini, kalian semua ikut aku” para pelayan bingung denganDea tetapi tetap mengikuti Dea, disaat perjalanan mereka bertemu dengan Lei Fang’er lalu bertanya kepada Dea



Saat mau memanggilnya dia agak resih karena masih takut dengan Dea tapi dia memberanikan diri dan memanggil dea “De.. Dea apa yang kau lakukan di sini seharusnya kau sudah beristirahat bukan” tanya dengan gugup



Dea memutar bola matanya malas melihat Lei Fang’er yang datang menghampirinya, karena dea diam saja Shin menjawab pertanyaan dari Lei Fang’er “Putri ingin ke paviliunnya karena yang di siapkan tidak sesuai dengan selerah putri”



Mendengarnya membuat Lei Fang’er memerah “Oh ternyata begitu a aku pikir bahwa selera dea sama dengan ku jadi aku yang menghiasnya” jawab nya dengan menahan malu karena di permalukan oleh Dea dengan tidak menjawab dan ditambah dengan perkataan Shin yang dia anggap rendahan



“Maka dari itu mohon untuk nona Lei agar tidak melakukan sesuatu yang tidak perlu” ucap Mei dengan sedikit kasar



Mendengar itu Lei Fang’er menjadi marah, tapi juga merasa malu “O oh yah.. hm.. apa aku boleh ikut” ucap Lei yang mencoba mengalihkan



“Silakan nona” ucap pelayan dari Lei Fang’er yang tadi mengikuti Dea



Lalu beberapa saat kemudian mereka sampai di gerbang paviliun yang ingin di tinggali Dea, para pelayan terkejut dan tentu juga Lei Fang’er “M.. Maaf nona apakah nona ingin tinggal d disini..”jawab salah satu pelayan



“Tentu saja.. untuk apa lagi Putri kesini kalau bukan untuk itu” jawab Mei dengan dingin



“Te.. tetapi nona ini adalah paviliun terlarang..” ucap pelayan itu lagi



“Itu benar Dea ini adalah tempat yang tidak di beri izin untuk siapapun memasukinya” sambung Lei Fang’er karena disaat dia meminta halaman ini ratu maupun pangeran tidak memberi izin



“Dan juga tempat ini tidak bisa di buka hanya ratu dan pangeran Yanzhi Zhuxiu yang bisa membukanya dan siapa yang mencoba membukanya akan tersambar petir” ucap nya lagi menambahkan tetapi itu tidak menghentikan Dea, Dea tetap berwajah tenang



Dia perlahan mendekat ke arah gerbang dan meletakan tangannya di gerbang itu, seketika gerbang itu perlahan terbuka para pelayan yang menghentikan Dea tadi dan Lei Fang’er terkejut karena pintu tersebut terbuka



Lalu Yao menengok kearah para pelayan dan Lei Fang’er lalu berkata “Tentu saja tidak akan terbuka, karena paviliun ini adalah milik sang Putri, yang bisa membukanya hanya orang yang di beri izin karena paviliun ini di kunci dengan kekuatan putri, orang biasa takkkan bisa membukanya sekuat apapun mereka mencoba, kecuali orang yang kekuatannya lebih tinggi dari sang putri atau yang setinggkat dengan beliau baru bisa membukanya”



Dea tidak menghentikan Yao menjelakannya dia hanya berkata “Cepat bersihkan tempat ini karena malam ini aku ingin tidur disini.. oh dan kalian hanya perlu menyentuh apa yang ku suruh kalau tidak kalian akan tersengat petir ku” sebenarnya Dea menaruh kekuatanya di seluruh ruangan itu agar pencuri tidak bisa masuk atau mencuri apa yang ada di dalam nya