
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Dea kini hanya diam saja, aura menekannya telah hilang tetapi aura membunuhnya masih ada di sana..
Raja Lei sendiri, dia merasa bahwa aura menekannya telah berkurang, dengan penuh ketakutan di wajahnya dia menyuruh semua pembunuh bayarannya menyerang Dea “A.. apa yang kalian.. tunggu apa.. cepat serang dia..!!”
Para pembunuh bayaran agak ragu untuk menyerang Dea sekarang ketika mendengar perintah Raja Lei, mereka semua masih sayang dengan nyawanya dan takut untuk menyerang Dea saat ini, apa lagi dengan aura membunuh yang belum hilang ini... mereka ragu
Dea yang mendengar Raja Lei, tertawa sinis “Hah..” dengan itu dia terkekeh sedikit, lalu dengan nada mengejek dia berkata “Hanya dengan kalian, ingin melawanku.. apa tidak takut mati..?” ucapnya membuat para pembunuh bayaran tersinggung
Lalu dengan brutal menyerang Dea.. Dea hanya diam saja dan hanya tersenyum jahat menatap mereka, kini sikapnya yang biasanya terlihat dingin tetapi cantik dan anggun tidak terlihat, yang ada hanya senyum dingin yang terkesan kejam di mata orang dan angkuh
Dengan dingin dia berkata “Dasar bodoh..” gumannya. Saat serangan pembunuh bayaran mendekat, dia melompat sambil membentuk pola di udara dan berkata “Elemen api, Pedang Api” lalu muncullah Pedang api biru di udara lepas sesaat ketika dia melambalkan tangannya
Orang-orang yang ada di sana seperti orang yang sudah menjadi dunguh, mereka melihat putri yang di katakan tidak berguna mengeluarkan jurus yang kuat dan sekejap membunuh pembunuh bayaran itu
Mereka sudah mendengar rumor tentang Dea yang tidak berguna tatapi kali ini, ini membuka mata mereka.. bukan hanya menghindar tetapi Dea juga menyerang secara bersamaan, ini tidak mungkin di lakukan oleh Putri yang katanya di husir karena tidak berguna, jelas-jelas ini berada di level yang berbeda
Raja Lei kini menjadi kritis di buatnya.. pembunuh bayaran tingkat atas yang di bayarnya kini satu persatu mati tergeletak di lantai, dan itu di sebabkan oleh satu orang wanita kecil.. ini membuatnya kritis..
Yanzhi, Yanxui dan Han Luoyi bertarung dengan pemimpin mereka beserta tiga orang lainya sampai keluar aula saat Dea dengan tampa ampun membunuh pembunuh bayaran itu, begitu pula dengan Xu Hei Fuyan, dia juga ikut bersama
Kini yang tersisa adalah pembunuh bayaran yang tingkatannya lebih tinggi dari yang sudah mati tergeletak, jumlahnya tidak lebih dari sebelasan, mereka memandang Dea dengan ketakutan penuh.. rasa kritis menghapiri mereka
Tetapi ketika melihat bahwa Api biru yang menyerupai pedang itu telah tidak ada, rasa sombong muncul di hati mereka, mereka mulai berpikir bahwa Dea sekarang telah kelelahan akibat jurusnya itu
Mereka mulai mengejek Dea “Pasti tenagamu sudah habis.. hahaha.. kini adalah giliran kami.. matilah!!” dia menghunuskan pedangnya kearah Dea
Mereka semua satu dalam pikiran , berpikir bahwa Dea telah kelelahan akibat jurusnya yang kuat itu, tapi tidak ada tanda kelelahan di wajah Dea
Dia hanya tersenyum jahat “Bodoh..” dengan langkah yang lincah dia menyhindar dari serangan itu, kini dia berada di udara, mlompat membelakangi membunuh bayaran yang melancarkan serangan padanya..
Dengan tendangan yang di anggapnya tidak seberapa, dia menendang orang itu sampai dia terlempar jauh sekali, menabrak dinding bahkan meningalkan bekas sampai dinding itu hancur
Melihat itu, pembunuh bayaran yang tersisa ingin melarikan diri, Raja Lei juga salah satunya, tetapi terlambat,
Mereka hanya melihat Dea sudah diam saja tidak bergerak dan melihat orang yang di tendangnya, tidak menyangkah...
“Kalian mau kemana” pertanyaan yang sangat sederhana tetapi membuat mereka yang melarikan diri kritis, Dea kemudian menjentikan jarinya, seketika muncul segel di setiap sudut ruangan mengelilingi aula
Perlahan orang yang pingsan sadar kembali dan hanya melihat tumpukan mayat di setiap sudut,
Yanzhi, Yanxui dan Han Luoyi juga sudah selesai dengan tugasnya.. sepanjang Dea bertarung tadi, mereka juga melawan orang yang mungkin bisa di katakan sebagai pemimpin mereka dan beberapa orang yang lainnya, tetapi saat mereka ingin masuk kedalam aula, mereka tidak bisa lewat
Yanzhi, Yanxui dan Xu Hei Fuyan panik karena penghalangnya sangat kuat dan tidak bisa di pecahkan, hanya Han Luoyi yang diam dan dengan serius menatap penghalang itu
Yanxui yang dalam keadaan kekhawatiran yang dalam berkata “Sial apakah ini di buat oleh suruhan bangsat itu.!!” ucapnya dengan marah
“Tidak.!!” ucapan Han Luoyi membuat mereka memandangnya, Han Luoyi mengabaikan tatapan mereka dan kembali menatap penghalang itu dengan serius “Ini.. milik Dea” ucapnya menyadari sesuatu, itu membuat tiga lainnya dan para prajurit istana yang ada di sana terkejut
Tiba-tiba penghalang itu menghilang... mereka semua saling memandang setelah itu menerobos masuk..
------
Di dalam Dea yang tidak ingin menundah lagi, dengan cepat memperkecil penghalangnya dan mengurung Raja Lei dan para pembunuh bayaran yang tersisa... kini Lei Fang’er yang sudah sadar tersungkur di lantai menyaksikan dan perlahan mencerna semuanya.. ini pastinya adalah kekalahan telak
Dia menatap Dea dengan pandangan permusuhan, niat membunuhnya sangat jelas, “Ini semua salahmu.. ini semua salah mu!!” dengan itu dia berlari kearah Dea, ingin menyerangnya,
Pada saat itu Yanzhi dengan cepat mendangnya sehingga dia terlempar jauh.. saat sadar Lei Fang’er menatap Yanzhi dengan tidak percaya “P.. pangeran” dia menatap Yanzhi dengan tidak percaya
Pangeran menendangku.. ini tidak mungkin, batinya. Dia kemudian menunjuk Dea dan berkata “Ini semua adalah salahmu.. kalau kau tidak datang ibu Ratu tidak akan membatalkan gelarku sebagai calon pasangan pangeran, kalau bukan karena kau pangeran tidak akan menendangku seperti ini.. ini semua salah mu dasar ******..!!!”
Ucapanya mendapat tatapan tajam dari Yanzhi dan Yanxui.. di saat Yanxui ingin mendekat dan memukilinya, Dea lebih dulu mendekat padanya
Lei Fang’er yang tersungkur di lantai, melihat tatapan dingin Dea, dia merinding
Saat itu Dea tersenyum dingin padanya lalu senyum itu hilang dan dia menendang Lei Fang’er tepat di dagunya, membuat giginya mungkin saat ini hancur, dia memuntahkan darah segar begitu mendarat
Mereka yang melihat itu tanpa sadar memegang dagu mereka sendiri, merasa ngeri dibuatnya...
Tetapi tidak hanya sampai di situ, Dea kemudian kembali mendekat padanya, membentuk segel di udara, lalu muncul penghalang yang sama dan mengurung Lei Fang’er, dia berkata “Siapa yang mengatakan padamu bahwa kau akan menjadi pasangan gege-ku...” itu membuat Lei Fang’er membeku
Ucapannya menjadi perhatian semua orang..
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...