The Lost Of Power

The Lost Of Power
13. Kekacawan Kecil



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Mendengar hal itu membuat Lei Fang’er kesal dan penarasan tentang seberapa


bagusnya kamar yang di atur oleh Lan Xiadea sehingga dia menolak dan membuang


hiasan kamar yang di buat oleh nya, dia berniat untuk pergi kemar dea karena


ingin melihat.


Di saat Lei Fang’er yang kesal itu datang untuk melihat kamar dea, disaat


ini orang yang di bicarakan tengan duduk di beranada kamar menikmati hari


sambil membaca buku, tidak tau apa yang di baca dea tetapi membaca itu membuat


hati dea tenang


Lalu datang lah si pembuat masalah, saat ini Lei Fang’er telah sampai di


depan pintu kamar dea,


Note : sebenarnya untuk dikatakan kamar itu lebih tepatnya seperti bangunan rumah


yang sangat besar, hanya saja terhubung dengan istana utama


Ketika dia ingin masuk pelayan yang menjaga di depan pintu mengatakan


kepada tidak mengizinkan Lei Fang’er masuk karena dea tidak mengizinkannya


tetapi dengan keras kepalanya dia memakasa untuk masuk, dengan bangganya dia


berkata “tenang saja dea tidak akan masuk lebih baik kalian minggir sebelum aku


memberi hukuman pada kalian.....hmp”


Pelayan yang menjaga takut menghentikan karena tak ingin mendapat hukuman


deari Lei Fang’er, mereka pun tidak lagi mnghentikan dia


Dea yang masih menikmati suasana tidak mengetahui apa yang di lakukan oleh


Lei Fang’er, lalu tiba-tiba pintu terbuka dengan sangat keras yang membuat dea


terkejut , ternyata itu adalah Lei Fang’er yang membuka pintu dengan keras


karena dia jengkel pada saat di mencoba memebuka pintu, pintu itu tidak bisa di


buka.


Yah tentu saja itu karena dea menggunakan kekuatanya untuk menyegel pintu


agar tidak mengganggunya, tetapi dia menyesuaikan dengan level pelayan karena


tidak ingin mereka terluka


Begitu melihat yang menerobos adalah Lei Fang’er membuat Dea bermuka masam


sementara Lei Fang’er begitu dia masuk kedalam dia begitu tekejut karena kamar


Dea 100× lebih bagus dan indah dari pada kamarnya. Dia terpesona melihat kamar


Dea sehingga tidak menyadari Dea yang sadari tadi menatap dia dengan sinis


“erhm...” dehaman dea yang ingin agar Lei Fang’er tersadar dan itu


membuahkan hasil, Lei Fang’er tersadar dan melihat dea yang berada diberanda


tengah duduk sambil membaca buku dengan teh dan cemilan berada di atas mej,


lalu dengan tidak tahu malunya Lei Fang’er duduk di kursi depan dea


“wah kamar ini sangat indah yah... patas saja kau menolak kamar yang ku


atur.. haha” ucapnya memuji, yapi nyatanya di dalam hati dia berkata “sial kamar yang sebagus ini diberikan hanya


untuk anak angkat ini, bukankah ini berlebihan, padahal aku sudah mencoba


memintanya kepada pangeran tetapi dia tidak memberikanya...heh apa aku coba


minta saja pada ratu, pasti ratu akan memberikan nya kepada ku yang merupakan


calon putri mahkota dari pada kepada seorang anak angkat..” ucapnya dalam


hati


Lalu dia berkata lagi “padahal aku sudah mencoba meminta kamar ini pada


pangeran tetapi dia tidak memberikannya...” ucapnya yang penuh dengan maksud menindas


dea. Maksud ucapannya adalah Yanzhi lebih perhatian kepada dea dari pada


dirinya yang merupakan calon tunangannya.


Mendengar bahwa Lei Fang’er meminta pada kakaknya untuk memberikan kamarnya


kepadanya membuat dea lebih tidak suka kepada Lei Fang’er, lalu dengan dinginya


dia berkata “siapa yang menizinkanmu masuk...?” ucapnya yang seperti


mengabaikan Lei Fang’er


Lei Fang’er yang merasa dihina hanya diam malu “kalau tidak salah aku


menyuruh kalin untuk tidak mengizinkan siapapun untuk masuk.... kalian


meremehkan perintah ku” ucapnya dengan menatap tajam ke dia kedua pelayan yang


telah menukar sif dengan pelayan yang pertama


Kedua pelayan yang ditatap tajam pun merasa takut dan berkata “k kami minta


maaf putri... t tapi nona Lei yang memaksa... k kalau kami tidak mengizinkan d


dia mengancam akan menghukum kami” melihat mereka berkata seperti itu membuat


Lei Fang’er marah tetapi dia mencoba menjadi malaikat


“dea jangan melanyahkan mereka aku yang memaksa untuk masuk dengan


ucapnya agar terlihat baik tetapi itu tidap mempan terhada dea


“jadi kalian memilih untuk di hukum oleh ku...” ucap yang mengabaikan Lei


Fang’er, Lei Fang’er yang diabaika merasa malu. Lalu dea menatap kedua pelayan


dengan mata yang dingin dan tajam dengan senyum yang menyeramkan dan berkata


“heh sepertinya aku sedang diremehkan di sini...”


Dea kemudian menjentikan jarinya lalu tiba-tiba sumpit yang ada di piring


cemilan dea dengan sangat cepat datang lalu berhenti di tepat di depan mata ke


dua pelayan itu, kedua pelayan pun merasa takut dan mencoba meminta


“k kami minta maaf putri.... k kami minta maaf..” ucap ke dua pelayan yang


mencoba meminta maaf. Melihat dea yang hampir menusuk mata kedua pelayan


membuat Lei Fang’er bergidik mengeri kemudian dia melihat dea yang menatap


kedua pelayan itu seperti tatapan ingin membunuh


Melihat pelayan yang ketakukan dea mengingat sesuatu lalu kemudian dia


mengontrol sepasang sumpit itu untuk menjauh dari pelayan kemudian dengan


ekspresi yang sama dia berkata “kalau bukan karena ini berada di Laurenzhi aku


takkan menahan diri. Pergi.. aku tidak ingin kalian ada di istana ini “ ucap


dea yang ingin bahwa kedua pelayan itu untuk tidak datang lagi untuk berkerja


“de dea ap apa maksud mu... apakah kau ingin mengusir mereka... lalu


mer......” ucap Lei Fang’er yang terkejut bahwa dea ingin menghusir kedua


pelayan, sebelum Lei Fang’er selesai berucap dea memotong “Mei, Shin Yao kalian


ada di sini kan”


Ucapan dea membuat Lei Fang’er dia ingin mengatakan kalau dea ini pasti


sedang berhayal tetapi lagi-lagi sebelum dia menyelesaikan perkaatannya ketiga


dayang itu muncul “yah putri...” ucap ketiga dayang


“urus mereka” ucap dea sambil menatap kedua pelayan, pelayan yang ingin di


usir pun meminta dea untuk tidak menghusir mereka tetapi dea tetap bersikeras


lalu dengan marahnya salah satu dari mereka berkata “kenapa harus menghusir


kami padahal ini hanya karena kami mengizinkan nona Lei untuk masuk, ini hanya


masalah yang sepele” ucapnya yang membuat dea lebih berwajah yang seram


Kemudia dea berkata “aku tidak butuh penghianat yang dengan mudahnya


menyerah hanya karena di ancam.. kalau ini di perang kau sudah dianggap menjual


tuanmu sendiri... yang mengakibatkan kekalahan” ucapnya yang membuat pelayan


itu terdiam sekaligus membuat Lei Fang’er tersindir. Hukuman yang dea berikan


adalah hukuman yang paling ringan untuk seorang penghianat


Dea kemudian menyuruh Shin dan Yao untuk mengurusnya hanya Mei yang


tertinggal.  Melihat bahwa orang yang


menyebabkan kekacawan masi berada di dalam kamarnya membuat dea kesal, lalu dia


mengarahkan sumpit yang dia gunakan tadi kepada Lei Fang’er


“kenapa kau masih ada di sini...” tatapan yang dia lakukan tadi kepada


kedua pelayan dia lakukan ke Lei Fang’er juga karena dea mulai membenci nya “de


dea kumohon jauhkan itu dari ku a aku ini calon kakak mu ku kumohon...” ucapnya


yang ketakutan karana dea mengarahkan sumpit itu kepadanya


“pergi dari sini sebelum aku menghusirmu pergi dari istana ini seperti yang


ku lakukan kepada penghianat tadi....” karena ketakutan, Lei Fang’er dan


pelayannya pun pergi.. “sekali lagi kau masuk tanpa izin ku, akan ku husir kau


dari istana ini...” dengan tatapan tajam dia melihat Lei Fang’er keluar dari


kamarnya


Mendengar dea mengatakan itu membuat Lei Fang’er kesal tetapi dia masih


ketakutan dengan tatapan tajan dan dingin dea tadi, sebenarnya dea mengeluarkan


10% auranya sehingga kedua pelayan serta Lei Fang’er dan pelayan nya merasa


takut.