
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Lan Xia Dea yang dari ke jauhan melihat keduanya saling menyemangati, seperti teringat pada teman-temannya, dia memandang mereka dengan kosong, entah iri atau apa.. dia tersadar dari lamunannya
Dia merunduk sebentar sebelum mengangkat wajahnya kembali, dan mendatangi keduanya “Permisi” ucapnya
Kedua wanita itu berbalik dan menatap Dea dengan senyuman.. mereka seperti tidak mengenali Dea dan menatapnya seperti baru pertama kali bertemu.. mereka agak kaku dengan orang lain dan sedikit takut pada Dea
Dea melihat itu dan mengerti, dia lalu menjelaskan maksudnya mendatangi mereka “Em.. kalian tau di mana arah ruangan kepala sekte?”
Keduanya mendengarnya dan menjadi sedikit tenang, dengan senyum Zhao Yinxu bertanya “Iya.. apa kau murid perguruan yang baru?”
“Iya.. aku tidak bisa mengingat di mana ruangannya an tersesat..”
“Hm bukannya murid baru sudah harus langsung kekelas.. dan bukannya tidak ada ujian masuk perguruan baru-baru ini?” tanya Shua Xi Yunru
“Ah tidak.. aku hanya murid pindahan.. jadi tidak mengikuti ujian masuk”
“Oh” keduanya.. kemudian keduanya menjelaskan jalannya, Dea menjadi bingung karenannya.. walaupun dia tau di mana jalan yang tepat, tapi ketika mendengar penjelasan keduanya, dia menjadi bingung
Melihat Dea yang sepertinya sulit untuk mengerti keduanya memutuskan untuk menuntunnya saja.. tak lama kemudian mereka sampai pada ruangan dengan pinu yang besar.. tapi sepertinya bukan ruangan yang di lihat Dea sebulan yang lalu
Pintu itu sedikit berbeda.. “Ini adalah ruangan untuk para guru, kalau mau menemui kepala sekte, harus bersamaan dengan seorang guru..”
“Oh begitu... terimakasih” dengan itu keduanya tersenyum dan pergi dari sana
Dea melihat keduanya dengan senyum, ketika keduanya menghilang dari pendanganya, senyumnya menghilang dan aura dinginnya kembali terasa.. dia menatap pintu itu dengan dingin dan membukanya dengan halus
Kebiasaanya tidak hilang.. dia masuk dengan tanpa permisi.. ini adalah kebiasaannya di negara Phoenix.. di sana tidak ada yang akan menghentikannya untuk pergi ke mana pun
Tidak ada yang berani membentaknya.. dengan hak istimewanya, dan sekarang dia melakukannya dengan tanpa sengaja.. dia sadar ketika melihat bahwa semua yang ada diruangan itu menatapnya
Dia mengabaikan pandangan mereka semua.. tiba-tiba datang seorang guru mendekatinya “Apa yang kau lakukan di sini..??” tanya guru itu yang terlihat arogan
Dea sedikit menyeringit ketika mendengar nada suara itu, tapi segera menetralkannya.. pandangannya menjadi tajam dan sedikit mengitimitasi, aura keagungan terpancar darinya
“Saya ingin pergi ke ruangan kepala sekte” ucapnya.. menurutnya sikapnya itu sudah sopan, tapi di mata para guru-guru itu, tidak.. sikap Dea cukup angkuh di mata mereka, dan menjadi tidak nyaman karenannya
“Apa yang ingin di lakukan oleh gadis kecil sepertimu untuk menemui kepala sekte” tanya guru lainnya
Dea menjadi semakin kesal dengan nada suara yang seperti itu.. Dea yang tadinya bersikap biasa-biasa saja, menjadi dingin.. guru-guru yang melihat tatapan itu menjadi terkejut, mereka mundur beberapa langkah
Dea memiliki emosi yang buruk, jika di provokasi sedikit, akan menjadi kesialan bagi yang memprovokasinya.. karena tidak tahan dengan ruangan itu, dia pergi dari sana
Dia kemari bukan karena tidak tau jalan, tapi karena kedua wanita tadi, Zhao Yinxu dan Shua Xi Yunru.. kalau bukan karena mereka, dia akan tiba di ruangan kepala sekte sejak lama
Salah satu guru yang ada di tempatnya, merasa tidak nyaman dengan guru lain yang meninggikan suaranya pada seorang murid.. dengan pemikiran seperti itu dia maju dan ingin menghentikan mereka
Dea tidak yang kesal ingin pergi dari sana sebelum guru itu maju dan mengatakan ingin menghantarnya.. Dea yang sudah berbalik dan pergi, menolehkan wajahnya ketika merasa ada yang meresponnya
Sebelum pergi, Dea memperhatikan ekspresi guru-guru yang lain.. itu terlihat aneh, entah kenapa guru yang lain seperti ketakutan ketika melihat guru itu.. di lihat dari fisiknya, kelihatan jelas bahwa guru-guru itu terlihat lebih senior di bandingkan dengan guru itu
Malahan dia termasuk muda jika kategorikan menjadi guru sekte besar.. jawabannya hanya satu, artinya dia berada di tingkat yang lebih tinggi
Dea malas untuk melihat tingkat kultivasinya, selama dia tidak mengganggunya, dia tidak peduli, dan kelihatannya guru ini sedikit lebih baik dari pada guru yang lain..
Tak lama kemudian mereka sampai pada pintu sebuah ruangan.. ini dia ruangan yang di ketahuinya.. ini yang di lihatnya sebulan yang lalu
Setelah mengetuk pintu, mereka masuk ke dalam.. tidak ada seorangpun di dalamnya..guru itu sedikit mengerut sebelum berbalik dan menatap Dea “Tunggulah di sini sebentar.. saya akan mencari kepala sekte terlebih dahulu” dengan itu dia keluar dari ruangan, meninggalkan Dea sendirian di ruangan itu
Tak lama setelah guru itu pergi, tatapan Dea menurun, dia menjadi semakin dingin.. dengan santadi dia berbaring di tempat duduk tamu.. terlihat sedikit tidak sopan.. dia merasa seperti di rumah sendiri
Tak lama kemudian, Dea merasakan adanya orang yang mendekat, Dea tau bahwa itu adalah kepala sekte dan guru muda itu, dilihat dari auranya
Tak lama kemudian, pintu terbuka dan menampilkan seorang pria tua dengan tangan melipat kebelakang.. Dea yang melihatnya tidak berdiri dan memberi hormat, malah dia hanya memakan buah yang di ambilnya dari cincin penyimpanannya dengan santai
Guru itu dan kepala sekte, terkejut dengan tindakan Dea, terutama guru itu.. dia melihat Dea yang masih dengan santainya memakan buah dengan santai.. terlihat bahwa Dea, yang masih memakai cadar, dia memakan buah itu dengan di masukan dari bawah
Guru itu sedikit tidak nyaman dengan perlakuan Dea.. dia takut bahwa kepala sekte akan murka karenanya “Kepala sekte.. ini” dia menjadi takut ketika dia tidak mendengar suara apapun dari kepala sekte, bahkan kepala sekte sedikit merunduk dan berwajah gelap
Tapi, siapa sangkah, bayangannya dan kenyataan sangat berbeda.. kepala sekte sedikit terkejut dengan kedatangan Dea
Setelah terdiam sebentar dia mengakat kapalanya “Putri.. ternyata ada telah datang..” ucapnya dengan sopan membuat guru yang di sebelahnya, menjadi bingung. “Saya pikir ada tidak akan datang, karena telah lewat seminggu dari perjanjiannya” ucapnya dengan senyuman
Dia masih mengingat tentang apa yang di tulis Dea pada lebar folmulir, itu membuatnya terus kepikiran dan
senyum-senyum sendir
Melupakan itu, dia tiba-tiba teringat dengan guru muda yang ada di sebelahnya.. sepertinya guru itu penasaran dengan Dea dan menjelaskan
“Ah.. guru Sun.. ini adalah tuan Putri satu-satunya dari Lurenzhi.. adik dan kakak dari Pangeran Yanzhi dan Yanxui” dengan itu, guru itu mengerti kenapa dia sangat memperhatikan Dea
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. janganlupa tinggalkan jejak yah..
Favorit...
Comment and Like...