The Lost Of Power

The Lost Of Power
53. Mengancam Dea



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Lan Xia Dea berkata dengan nada yang dingin “.. Mau sampai kapan bersembunyi di situ..” ucapnya yang membuat orang yang berada di bayang-bayang terkejut


Dea tidak bodoh, melihat bahwa tidak ada yang menjawabnya, Dea tidak mengunggu lagi dan mengarahkan pedang apinya pada ketiga orang yang ada di bayang-bayang lalu berkata “..Keluar..!!”


Suaranya begitu dingin membuat tiga orang yang ada di bayangan sedikit merinding ketakutan. Yah tentu saja, Dea mengeluarkan auranya untuk menekan ketiga orang itu


Yah orang itu adalah Pangeran Xu Hei Fuyan dan penjaga gelapnya Huo dan Hao


--------


Pandangan Dea menjadi dingin dan tajam menatap ketiga orang itu, terutama orang yang ada di tengah-tengahnya... yah tentu Xu Hei Fuyan


Suasananya hati kini benar-benar jelek... pada titik ini dia benar-benar-benar ingin membunuhnya.. dia ingin Pedang Api birunya menusuk orang yang ada di depannya ini, dia sungguh tidak tahan dan membenci orang yang seperti ini


Tetapi di saat ini pun Xu Hei Fuyan masih tetap mau menggoda Dea, “..Halo Putri.. kita bertemu lagi.. aku tak menyangkah kita bisa bertemu di sini... ini pastilah takdir......” ucapnya sembari menggoda Dea


Dea yang tak ingin lebih lama di situ dan mendengar semua ocehan dari orang yang di depannya, beranjak ingin pergi secepanya dari situ.. dia mengendus kesal “..Heh.. omong kosong.. “ gumannya


Dea telah menjauhkan Pedang Api nya dari Xu Hei Fuyan, dan berajak pergi


Dea yang mendengar omongan dari seseorang yang mempunyai maksud tertentu adalah omong kosong... tidak ada orang yang cocok dengannya di Laurenzhi kecuali kedua saudaranya


Semua orang yang dianggapnya lemah, dia anggap sebagai serangga... dan semua orang yang berbicara omong kosong dengannya, seperti memuji.. semuanya adalah serangga yang lemah dan rapu, tetapi dapat membuat orang kesal dengannya


Yah semacam itulah Dea menganggap pangeran Xu Hei Fuyan yang ada di depannya sekarang..


Memang Dea tidak menilai orang lemah dari kekuatannya, tetapi dari sikapnya.. dan sikap Xu Hei Fuyan yang sekarang, mirip dengan orang-orang menjilatnya... sungguh menyebalkan..!!


Kalau sekarang dia berada di benua Arck, mungkin sekarang Xu Hei Fuyan tinggal namanya saja...


Kalau sekarang teman-temannya ada di sini sekarang, mereka akan meledek Dea yang telah memecahkan rekor menahan kesabaran.. sudah lebih dari 3 bulan Dea menahan kesabarannya, dan sekarang kesabarannya hampir berada di puncaknya..


Saat Dea berbalik dan menjahuinya, Xu Hei Fuyan berkata “.. Datang kesini tak di sangka akan melihat seorang putri hampir membunuh pembunuh bayaran yang dikirim oleh orang yang tidak menyukainya.. tetapi berbalik menjadi bawahan...” ucapnya


Wajah Dea menggelap karena mendengar perkataanya... Dea melupakannya.., dia lupa bahwa Xu Hei Fuyan mendengar semuanya dari awal... yah inilah kebiasaannya.. mudah melupakan sesuatu..


Melihat wajah Dea yang mulai kaku, Xu Hei Fuyan merasa dia telah memenggang kelemahan Dea.. wajahnya tersenyum puas.. tetapi dia salah mengirah..


Dea tidak masalah bahwa rahasianya akan di bongkar, kerena dia memiliki 1001 satu cara untuk membuat rencana Lei Fang’er dan ayahnya terbongkar.. tetapi dia tahan karna menurutnya itu merepotkan, dan memiih cara yang paling mudah tanpa menggunakan kekuatannya sendiri dengan menggunakan Wu Chengru


Tetapi apa ketika Dea mendengar bahwa Xu Hei Fuyan seperti sedang mengancamnya.. wajahnya di penuhi oleh amarah..


Seumur-umur tidak ada orang yang tidak ada takut-takutnya saat mengancamnya.. tetapi apa.. sekarang Xu Hei Fuyan mengancamnya..?


Orang yang terakhir kali mengancannya.. kepalanya langsung terlepas dan menggelinding di lantai.. mau itu dia lakukan sendiri atau karena ada seseorang yang kesal dan tak tahan mendengar adanya orang yang tengah merendahkannya dan mengancamnya


Xu Hei Fuyan adalah orang pertama yang hidup..


Dea yang menggelap, menatap Xu Hei Fuyan dengan sinis..


Pedang Api biru yang tadinya mau Dea hilangkan, mendadak menjadi lebih kuat


Dia kemudian melemparkannya kearah Xu Hei Fuyan.....


 


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...