The Lost Of Power

The Lost Of Power
98. Wanita Itu..



98. Wanita Itu..


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sudah lama mengunggu tapi kerena perjalanan yang panjang perlajan Lan Xia Dea merasa bosan, akhirnya dia memutuskan untuk menutup matanya, berniat untuk tidur sebentar..


Setelah sekian lama, kereta merekapun berhenti, dan saat itulah Dea membuka kedua matanya “Apa sudah sampai” tanya nya


Yanzhi Zhuxiu yang kini melihat Dea telah bangkit bangun, menggulung senyumnya.. awalnya, dia ingin membangunkan Dea, tapi tanpa di duga, dengan sendirinya Dea membuka mata.. terlihat seperti Dea memiliki radar, sehingga dapat tau dengan sendirinya bahwa telah sampai, bahkan dengan mata tertutup..


Tapi tebakan Dea salah, “Tidak.. kita akan singgah untuk istarahat makan.. sekarang kita ada di kota bagian barat, kota awan..” ucap Yanzhi


“Benar.. kita sekarang ada di depan rumah makan yang sangat terkenal di kawasan ini” ucap Yanxui Ki Hua, menyambungi


Dea hanya mengangguk sebentar sebelum bergerak turun dari kereta...


Di luar suasananya sangat ramai kerena melihat kereta kuda yang mewah datang kemari... jarak dari sekte Bulan dan tempat singgah mereka saat ini sudah sangat dekat..


Bisa di bilang ini adalah jalan masuk menuju sekte Bulan.. ada beberapa juga rakyat biasa yang menjadi murid


dari sekte Bulan, dan sebagai dari mereka berasal dari kota awan


Melihat adanya kereta yang mewah singgah, mereka berpikir bahwa yang ada di dalamnya pastinya adalah bangsawan


Tidak banyak ada bangsawan yang lewat dan berhenti di kota awan, itu karena untuk menuju sekte Bulan, jalan satu-satunya adalah dengan melewati kota awan di perbatasan Lurenzhi..


Banyak orang yang memperhatikan rombongan Dea.. Yanxui adalah yang pertama kali turun.. ketika Yanxui turun dari kereta, para wanita-wanita yang ada di sana, langsung merona


Bagaimana tidak.. walaupun dia lebih mudah dari Dea, dia tetaplah pria yang tampan dengan rambut berwarna perak seperti Yanzhi dan mata yang berwarna biru seperti Dea, ada juga bagian wajah yang terlihat mirip dengan Dea


Itu membuatnya bahkan lebih cantik dari pada wanita, tapi tetap saja, wajahnya itu masih memiliki kemiripan dengan Yanzhi yang membuatnya menjadi tampan dan cantik di saat bersamaan, itu pantas membuat para wanita-wanita yang ada di luar merona akibatnya...


Belum pulih dari Yanxui, Yanzhi juga turun, membuat para wanita yang sebelumnya merona, kini berteriak histeris dengan ketampanan sempurna Yanzhi


Kalau Yanxui, masih ada sisi cantiknya, tapi Yanzhi, memang sempurna ketampanannya.. dengan rambut peraknya yang senada dengan hanfu yang di pakainya.. yang bedanya, hanfu yang di pakainya terlihat lebih gelap yang sama dengan yang di pakai oleh Yanxui


Mungkin karena ingin terlihat senada dengan hanfu yang di pakai oleh Dea, mereka secara khusus memesannya, tapi salah ternyata.. pakaian yang di pakai oleh Dea warna hitam, sedangkan milik mereka perak gelap


Pakaian yang di pakai oleh Dea terlihat seperti perak kegelapan karena cahaya matahari yang menyinari rambut panjang birunya memberi pengaruh terhadap perubahan warna pakaian Dea, membuatnya terlihat seperti perak kegelapan


Tapi yah, walaupun begita sekarang sudah terlambat, Yanzhi dan Yanxui baru tersadar pada saat mereka memasuki kereta.. sekarang sudah terlambat untuk mengantinya


Dan dengan itu membuat Yanzhi dan Yanxui terlihat mempesona, sampai-sampai semua wanita berteriak histeris melihatnya


Mereka berdua masih menjadi sorotan saat Dea yang terakhir turun dari kereta


Keduanya mengulurkan tangannya sebagai pegangan untuk Dea, walaupun Dea tidak membutuhkannya.. perbuatan mereka tidak lepas dari pandangan para wanita-wanita itu.. kini mereka penasaran dengan sosok yang ada di dalam kereta itu


Dea yang melihat kelakuan kedua saudara laki-lakinya itu, tidak bisa membantu.. melihatnya dengan wajah yang senang menyambut, Dea pasrah, dia mengulurkan kedua tangannya meraih tangan keduanya


Awalnya para perempuan yang menati, entah seperti apa orang yang ada di dalam, telihat terkejut melihat sebuah tangan yang kelihatannya sangat lembut menjulur keluar


Saat Dea perlahan keluar dari kereta, keterikan orang-orang memudar.. yang terlihat hanyalah seorang wanita yang memakai cadar di wajahnya.. pikir mereka pastinya wajah di balik cadar tersebut pastilah jelek, dan sekarang, ketertarikan itu berubah menjadi iri


Iri karena bukan mereka yang menerima uluran tangan dari kedua pria tampan itu, tapi malah wanita yang mereka pikir wajahnya sangat jelek sehingga memerlukan cadar untuk menutupinya, yang mereka tidak tau bahwa, jika cadar itu terbuka, mereka hanya akan terlihat seperti ubur-ubur yang jelek, di bandingkan dengannya


Ketertarikan mereka terhadap Yanzhi dan Yanxui, tidak sampai di situ saja.. saat melihat robongan mereka masuk ke dalam rumah makan itu.. mereka juga mengikutinya..


Dea yang tidak suka dengan keramaian, meminta sang kakak untuk memesan kotak agar yang makan hanya mereka bertiga saja.. Yanzhi pun mengizinkannya


Mereka memesan tempat khusus, dan makan di dalamnya.. itu juga mencegah agar para wanita yang mengikuti mereka berhenti...


Mendengar bahwa kelompok tiga orang itu memilih untuk memeran ruangan, kelompok wanita yang mengikuti mereka tidak terima.. kemudian salah satu dari mereka mencari kerempatan dengan berpura-pura tersangkut kakinya dan jatuh menuju Yanxui


Entah kerena apa, Yanxui yang merasakan ada sesuatu yang mendekat, segera menghidar dengan cepat, mengaikibatkan wanita itu terjatu di lantai, membuatnya sangat malu, yang di pikirnya akan menjadi pemandangan seorang pangeran menangkapnya yang mau terjadi, malam menjadi di permalukan


Dea melihatnya seperti melihat orang yang bodoh.. tapi Yanxui mengerti maksud dari wanita itu.. “Apa kau baik-baik saja..” ucap Yanxui


Wanita itu yang kini telah tersungkur di lantai, mendengar Yanxui menanyakan apakah dirinya baik atau tidak, merasa seperti berada di atas awan.. dia dengan cepat mengangkat wajahnya menghadap Yanxui


Berpikir bahwa Yanxui akan membantunya untuk berdiri, dia menjawab “Iya tuan.. saya baik-baik saja~..” ucapnya dengan nada yang menggoda, terdengar menjijikan di telinga Dea dan Yanxui


Melihat bahwa Yanxui sedang merunduk, dia berpikir bahwa Yanxui akan membantunya berdiri, dengan itu dia sudah mengulurkan tangannya untuk mencapai Yanxui


Tanpa di duga, Yanxui hanya ingin mengabil barang Dea yang merosot jatuh ketanah, membuat wanita yang sudah terlajur mengulurkan tangannya, menjadi memerah karena malu,


Kemudian terdengar suara yang dingin saat di menatap Yanxui “Oh begitu..” dengan itu Yanxui memegang tangan  kakak perempuannya dan pergi menyusuul Yanzhi yang kini tengah berbicara dengan mungkin saja manager rumah makan itu


Wanita itu yang tadi malu karena pengabaian Yanxui, kini menjadi takut dengan suara dan tatapan dingin Yanxui saat menatapnya dari atas..


Yanzhi yang tidak tau dengan apa yang di lakukan kedua saudaranya, menjadi bingung, sebentar...


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak yah..


Favorit...


Comment and Like...