
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Seorang murid yang di bahwa oleh pria tua itu menjadi sedikit marah. Dia tidak menyakah bahwa akan ada orang bodoh yang akan menolak untuk di jadikan murid oleh pemimpinnya, dia menahan kesal....
--------
Sedangkan pemimpin sekte Harimau Putih itu dia merasa sedikit marah, tetapi harga dirinya menolak apa yang dikatakan oleh Lan Xia Dea
“..Ah.. Ahahaha.. mungkin saja tuan Putri hanya sedikit malu.. saya akan memberikan waktu untuk yang mulia berpikir..” ucapnya dengan percaya diri
Bukan hanya dia saja, bahkan orang-orang yang lain juga terkejut, kenapa Sang Putri menolak menjadi guru dari pemimpin sekte Harimau Putih.. bahkan ada orang yang relah untuk menjual dirinya hanya agar dapat masuk kedalam sekte Harimau Putih
Tetapi putri langsung di tawari menjadi murid langsung dari pemimpinya, malah menolak, kira-kira begitu
Dea yang mendengarnya bicara dengan penuh keyakinan, sedikit membuatnya jengkel lalu berkata “..Tidak perlu.. Jawaban ku tetaplah sama.. yaitu Tidak..” ucap Dea dengan penuh penegasa
Murid yang di bahwa oleh pria tua itu tidak terima lagi dan membalas ucapan Dea dengan kasar pula “.. Mengapa sang Putri menolak ajakan dari pemimpin.. pemimpin telah memberikan kesempatan pada Putri untuk menjadi murid langsung dari pemimpin dan lolos dari semua ujian masuk... tetapi Putri tidak menghormatinya..?” ucap dengan pangjang lebar bahkan dengan suara yang keras yang membuat Yanzhi menjadi marah
Tetapi Dea yang melihat kakaknya beranjak dari tempat duduknya, merah
kepada murid tersebut yang membuat murid tersebut gemetar ketakutan
Lalu Dea mengangkat tangannya dan tanda menghentikan teriakan kakaknya yang
membuat telinganya sakit
Setelah amarah kakaknya sedikit mereda Dea menatapnya dengan tajam dan berkata “Kuras kau sudah tak ingin hidup lagi yah.. dan tadi kau bilang kenapa aku menolaknya bukan..??” tanya Dea yang di angguki oleh murid itu dengan penuh kebencian
Lalu Dea, dengan matanya yang tajam dan dingin berkata “.. Apa kau sedang bercanda denganku..” ucapnya yang membuat sekitar sedikit gempar, itu seperti suasana menjadi lebih suram, dan Jendral Liang mengetahuinya
“..Hah..” ucap murid itu dengan bingung, entah dengan perubahan Dea anya tadinya terlihat malas, menjadi sedikit menakutkan
“.. Kau ingin aku menjadi seorang murid yang tingkat kultivasi dan pengalamannya lebih rendah dariku menjadi guruku... Apa kau bodoh...” ucap Dea lalu mengeluarkan auranya
Aura menakutkan menguar keseluruh aula istana yang membuat para pelayan yang tidak memiliki basis kultivasi yang tinggi sesak nafas..
Lalu orang-orang yang ada di dalamnya sedang menahan diri dengan menggunakan aura sebagai pelindung
Dan seakan menjawab rasa penasaran, Dea memperlihatkan basis kultivasinya.. yang benar saja sekarang basis kultivasinya telah meningkat menjadi Level 55 ranah kekosongan tingkat menengah
Sedangkan pria tua itu Level 52 ranah kekosongan tingkat awal dan Yanzhi telah mencapai Level 56 ranah kekorongan tingkat akhir
Ini seperti menampar mulutnya sendiri, murid dan pria tua itu menjadi ketakutan, tetapi pria tua itu merasa bahwa ini bukanlah tingkat sebenarnya dari Dea ketika dia merasakan auranya yang dapat menekannya
Dia juga merasa bahwa Dea sedang menahan auranya itu agar tidak keluar sepenuhnya, dan yang dapat melakukan ini hanyalah orang dengan basis kultivasi yang sangat tinggi yang dapat melakukannya
Memikirkan ini, pria tua itu ketakutan setengah mati
Tentu saja itu benar.. ini bukanlah basis tingkat kultivasi Dea yang sesungguhnya dan dia juga menahan auranya menjadi 20% karena takut orang-orang akan mati di tempat
Sedangkan Jendral Liang, dia juga merasa aneh karena tingkat kultivasi Dea dia berpikir kenapa dia harus menyembunyikan basisnya, dan juga kenapa hanya menekannya menjadi Level 55, kenapa tidak di atas 60, seharusnya Dea dapat mengubah tingkattannya dengan sesuka hati
Setelah berpikir sekian lama, Jendral Liang mendapat jawabannya.. ini pasti karena pangeran Yanzhi... dia tersenyum puas
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...
jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...