The Lost Of Power

The Lost Of Power
48. Menjadi Muridnya..? 2



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Seorang murid yang di bahwa oleh pria tua itu menjadi sedikit marah. Dia tidak menyakah bahwa akan ada orang bodoh yang akan menolak untuk di jadikan murid oleh pemimpinnya, dia menahan kesal....


--------


Sedangkan pemimpin sekte Harimau Putih itu dia merasa sedikit marah, tetapi harga dirinya menolak apa yang dikatakan oleh Lan Xia Dea


“..Ah.. Ahahaha.. mungkin saja tuan Putri hanya sedikit malu.. saya akan memberikan waktu untuk yang mulia berpikir..” ucapnya dengan percaya diri


Bukan hanya dia saja, bahkan orang-orang yang lain juga terkejut, kenapa Sang Putri menolak menjadi guru dari pemimpin sekte Harimau Putih.. bahkan ada orang yang relah untuk menjual dirinya hanya agar dapat masuk kedalam sekte Harimau Putih


Tetapi putri langsung di tawari menjadi murid langsung dari pemimpinya, malah menolak, kira-kira begitu


Dea yang mendengarnya bicara dengan penuh keyakinan, sedikit membuatnya jengkel lalu berkata “..Tidak perlu.. Jawaban ku tetaplah sama.. yaitu Tidak..” ucap Dea dengan penuh penegasa


Murid yang di bahwa oleh pria tua itu tidak terima lagi dan membalas ucapan Dea dengan kasar pula “.. Mengapa sang Putri menolak ajakan dari pemimpin.. pemimpin telah memberikan kesempatan pada Putri untuk menjadi murid langsung dari pemimpin dan lolos dari semua ujian masuk... tetapi Putri tidak menghormatinya..?” ucap dengan pangjang lebar bahkan dengan suara yang keras yang membuat Yanzhi menjadi marah


Tetapi Dea yang melihat kakaknya beranjak dari tempat duduknya, merah


kepada murid tersebut yang membuat murid tersebut gemetar ketakutan


Lalu Dea mengangkat tangannya dan tanda menghentikan teriakan kakaknya yang


membuat telinganya sakit


Setelah amarah kakaknya sedikit mereda Dea menatapnya dengan tajam dan berkata “Kuras kau sudah tak ingin hidup lagi yah.. dan tadi kau bilang kenapa aku menolaknya bukan..??” tanya Dea yang di angguki oleh murid itu dengan penuh kebencian


Lalu Dea, dengan matanya yang tajam dan dingin berkata “.. Apa kau sedang bercanda denganku..” ucapnya yang membuat sekitar sedikit gempar, itu seperti suasana menjadi lebih suram, dan Jendral Liang mengetahuinya


“..Hah..” ucap murid itu dengan bingung, entah dengan perubahan Dea anya tadinya terlihat malas, menjadi sedikit menakutkan


“.. Kau ingin aku menjadi seorang murid yang tingkat kultivasi dan pengalamannya lebih rendah dariku menjadi guruku... Apa kau bodoh...” ucap Dea lalu mengeluarkan auranya


Aura menakutkan menguar keseluruh aula istana yang membuat para pelayan yang tidak memiliki basis kultivasi yang tinggi sesak nafas..


Lalu orang-orang yang ada di dalamnya sedang menahan diri dengan menggunakan aura sebagai pelindung


Dan seakan menjawab rasa penasaran, Dea memperlihatkan basis kultivasinya.. yang benar saja sekarang basis kultivasinya telah meningkat menjadi Level 55 ranah kekosongan tingkat menengah


Sedangkan pria tua itu Level 52 ranah kekosongan tingkat awal dan Yanzhi telah mencapai Level 56 ranah kekorongan tingkat akhir


Ini seperti menampar mulutnya sendiri, murid dan pria tua itu menjadi ketakutan, tetapi pria tua itu merasa bahwa ini bukanlah tingkat sebenarnya dari Dea ketika dia merasakan auranya yang dapat menekannya


Dia juga merasa bahwa Dea sedang menahan auranya itu agar tidak keluar sepenuhnya, dan yang dapat melakukan ini hanyalah orang dengan basis kultivasi yang sangat tinggi yang dapat melakukannya


Memikirkan ini, pria tua itu ketakutan setengah mati


Tentu saja itu benar.. ini bukanlah basis tingkat kultivasi Dea yang sesungguhnya dan dia juga menahan auranya menjadi 20% karena takut orang-orang akan mati di tempat


Sedangkan Jendral Liang, dia juga merasa aneh karena tingkat kultivasi Dea dia berpikir kenapa dia harus menyembunyikan basisnya, dan juga kenapa hanya menekannya menjadi Level 55, kenapa tidak di atas 60, seharusnya Dea dapat mengubah tingkattannya dengan sesuka hati


Setelah berpikir sekian lama, Jendral Liang mendapat jawabannya.. ini pasti karena pangeran Yanzhi... dia tersenyum puas


 


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...


jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...