
Lan Xiadea yang melihat perbuatan Jendral Liang membuatnya merasa tidak nyaman, karena tidak mau terbebani dia membiarkanya saja dan itu juga ada faktor kemalasan. Dia menghembuskan nafasnya dan berkata “Huh.. aku akan membiarkannya kali ini tetapi tidak ada lain kali, jika dia melakukan hal itu lagi, pada saat itu kepalanya akan bergelinding di tanah.. “ ucap Dea dengan santai
Para bawahan Jendral Liang yang mendengarkan itu bergidik ngeri mereka berpikir apakah benar bahwa Dea itu adalah seorang anak perempuan..?
Dengan mudahnya mengatakan hal yang mengerikan dengan ekpresi wajah yang santai dan tenang seperti kata ‘kepala bergelinding di tanah’ itu adalah hal yang sudah sering di ucapkannya
“Kalau kau memang mengenalku.. seharusnya tau bagaimana sikapku.. di sini aku menahan diri karena ada keluarga ku.. tapi tidak ada lain kali.. jadi ajari dia dengan benar..!!” ucapnya yang menekan Jendral Liang
Kemudian dia berbalik menuju adiknya, “Ah.. aku lupa.. untuk apa yang terjadi ini lebih baik tanyakan saja pada putramu dan penjaga bayangan nya..” ucap Dea mengingatkan
“Xui ayo..” ucap dea yang memanggil adiknya
Yanxui yang mendengarnya pun berlari menuju pada kakak perempuannya
“D.. Dea apa kau tidak apa-apa..? Apakah ada yang terluka? bagaimana bisa kalian pergi keluar tanpa prajurit istana? Seharusnya kalian memberi tau ku kalau ingin jalan-jalan!” ucap Yanzhi Zhuxiu tanpa henti dan membuat Yanxui Ki Hua pusing
“Kak Zhi kami tidak apa-apa.. Oh dan lalu jangan menanyakan secara bertubi-tubi, perlahan saja” ucap Yanxui, dan sementara itu Dea hanya diam
“.....”
“Hm Dea-kakak ada apa..?” ucap Yanzhi dan Yanxui secara bersamaan
“Hem..? Kau memanggil kakak..?” tanya Dea pada Yanxui yang terlambat menyadari bahwa kakaknya Yanzhi ada di sini
“Apa kau tidak melihatku tadi..? Padahal kakak sudah ada di sini dari tadi..?”
“Heh.. ͦ ͦ ͦ ͦ.. tidak..” ucap Dea yang sepertinya lelet. Mendengar adik kesayangannya mengatkan hal itu membuat Yanzhi sakit seperti ada yang tertusuk di hatinya atau seperti batu dan perlahan pecah
“Pft...” Yanxui yang melihat bahwa kakak laki-lakinya di abaikan oleh kakak perempuannya, menahan tawanya dengan sekuat tenaga
Kelihatannya Dea hanya diam seperti mengabaikan saudaranya, tetapi didalam dia sedang memikirkan sesuatu
“Yah sudah sekarang naik ke kereta kuda, kita pulang.. dan untuk Jendral Liang silahkan berdiri dan beristirahat, dan tolong untuk yang ke sekian kalinya.. urus dan ajari putramu dengan baik..” ucap Yanzhi yang melihat Jendral Liang
Dea yang melihat bahwa Jendral Liang di lantai masih sedang berlutut binggung lalu berkata “Hm..? Kupikir kau sudah pergi kenapa masih disini..?”
Dengan malu Jendral Liang berkata “I.. itu karena Yang Mulia belum memerintahkan..” ucap Jendral Liang denagan malu. Dengan wajah yang bingung Dea menatap kakaknya untuk minta penjelasan
“Hm.. tapi tadi aku sudah mengatakannya bukan..” ucap Dea yang membuat semuanya binggung, dan sekali lagi mereka mencoba mengingat.. tenyata yang perkatan Dea yang menyuruh Jendral Liang untuk mengurus anaknya dengan baik itu juga berarti untuk menyuruh mereka untuk pergi
Lalu dengan cepat Jendral Liang menyuruh para bawahannya untuk segera pergi. Tak lupa dengan Liang Shuyan, dia menyuruh bawahannya menyewah kerata untuk membawa putranya pulang
Dea yang kini tengah larut dalam pikirannya lagi, “Sial.. bagaimana bisa ada orang yang mengenaliku di sini..!” pikir dea yang mengingat tentang apa yang terjadi tadi
Melihat saudara perempuannya tengah memikirkan sesuatu membuat Yanxui berkata.. “Kak aku minta maaf karena salahku kakak jadi mengalami hal barusan..” ucap Yanxui dengan ekspresi yang sedih
“Hm.. tidak apa-apa.. itu bukan salah mu..” ucap Dea yang melihat adiknya yang mengagap bahwa dirinya yang salah
Mendengar Kakak perempuannya mengatakan bahwa tidak apa-apa membuat Yanxui sedikit senang. Melihat bahwa adiknya telah tenang, Dea yang tadi sedang memikirkan sesuatu melanjukannya lagi
Yanzhi yang tengah melihat Dea berpikir, mngurunkan niatnya bertanya tentang pil yang ada di meja Dea karena setelah meminta tabib memastikan pil apa itu membuat Yanzhi terkejut
Itu karena ternyata kedua pil itu adalah pil penenang dan obat tidur, Yanzhi ingin bertanya karena mungkin saja perubahan sikap Dea ada kaittanya dengan kedua pil itu. Anak yang dulunya pendiam sekarang menjadi lebih diam
Dalam pikirnya, Dea yang dulu masih lebih baik karena walau pun pendiam dia masih tersenyum masih bisa tertawa dengan riang, tetapi sakarang jangankan tersenyum
Dea malah menjadi sangat dingin pada orang di sekitarnya, di saat dia tersenyum sedikit seperti ada yang menahannya dan membuat senyum itu menghilang digantikan dengan ekspresi yang sulit ditebak tetapi tentu saja itu bukan ekspresi yang senang
Disisi lain Jendral Liang dan putranya Liang Shuyan sedang berbicara “A.. apa.. j.. jadi dia adalah tuan putri yang dikirim di luar untuk belajar.. t.. tetapi kenapa saya tidak pernah mendengar berita tentang nya ayah..?” ucap Liang Shuyan
“Tentu saja..! hanya sedikit orang yang mengtahui dimana tuan putri itu karena perintah dari tuan putri sendiri.. tuan putri tidak mau ada orang yang mengetahi tentang dirinya.. bahkan hanya keluarga kekaisaran yang tau tentang keberadaan tuan putri, lain dari itu adalah pekerja-pekerja lama yang mengetahuinya” ucap Jendral Liang menjelaskan
“Tetapi kenapa ayah malah bersikap sopan padanya.. seharusnya ayah memarahinya.. bukankah ayah juga melakukan itu pada Yang mulia Ratu dan Pangeran Mahkota..” ucap Liang Shuyan “heh.. ternyata dia adalah tyuan putri.. pasti bagus juga kalau dia ku jadikan tunanganku.. aku akan meminta kepada ayah..” ucap Liang Shuyan dalam hatinya
“Ayah kalau begitu minta pada Ratu untuk menjadikan dia tunanganku..” ucap Liang Shuyan yang meminta pada ayahnya untuk menjadikan Dea sebagai tunangannya
Sebelum Liang Shuyan menyelesaikan perkataannya, Jendral Liang langsung berteriak memarahinya “Dasar bodoh..!!!!”
“Eh.. A Ayah..?” bingung Liang Shuyan melihat ayahnya memarahinya balik, tetapi sebelum sempat menanyakan kenapa ayahnya marah, kursir memberitau bahwa mereka telah sampai di kediaman Jendral Liang
Sesampai nya di rumah Jendral Liang menyuruh Liang Shuyan putranya untuk pergi mengikutinya ke dalam ruang kerjanya... dia memerintahkan agar semuanya keluar dan tidak ada yang boleh mengganggu atau menguping pembicaraan nya dengan Liang Shuyan
“Dengar yah.. apa pun yang terjadi untuk seterusnya kau tidak boleh mencari masalah dengan Yang Mulia Putri atau kau akan mendapat masalah” ucap Jendral Liang yang menasehati putranya agar tidak mencari masalah dengan Dea