
Sedangkan Xu Hei Fuyan merasa merinding di belakangnya, di saat dia mencoba untuk mengajak Dea berbicara, malah terganggu
“Karena telah selesai aku akan pergi.. lagi pula pesta ini tidak dapat di lanjutkan lagi.. dan..” ucap Dea, kemudian dia berbalik menatap Lei Fang’er, senyum mengejek muncul di wajahnya
Walaupun memakai cadar Lei Fang’er tau bahwa itu tatapan mengejek dan menjadi kesal, apalagi saat mendengar pekataan Dea, dirinya menjadi lebih kesal
“..Dan juga.. hasil penampilannya sudah sangat jelas bukan” ucap nya lagi, itu menjadi tamparan bagi semua gadis yang tadi menampilkan bakatnya
Karena masalah penyusupan ini pesta tidak dapat di lanjutkan
Melihat betapa kuatnya Lan Xia Dea, para bangsawan mulai mengincarnya dengan menjilat Dea, karena sudah tak tahan, dia cepat-cepat pergi dari sana
Mereka mulai memujinya dengan gila “.... Tetapi tak ku sangkah bahwa sang Ratu memiliki seorang putri yang begitu hebat... apa mungkin sengaja untuk menyembunyikannya, sehingga baru di perlihatkan sekarang...” ucap salah satu pemimpin sekte terbesar, sekte Larimau Putih
Dia berbicara selayaknya memuji, penuh makna tersembunyi di dalamnya, yang artinya dia mengejek dengan cara yang halus
Dan yang mendengarnya merasa sedikit kesal, para bangsawan yang hadir mulai berbisik mengenai pemimpin sekte Harimau Putih yang begitu berani menyerang sang Ratu dengan cara halus
Sedangkan sang Ratu, dia merasa tersinggung..
Ucapan pemimpin sekte Harimau Putih memiliki maksud yang lainnya juga
Dia mulai merasa tertarik pada Dea kemudian berkata “.. Tidak tau apakah sang Putri bersedia untuk menjadi murid dari saya..” ucapnya sambil tersenyum penuh arti menatap sang Ratu
Dea yang berada tak jauh dari pintu masuk aula dapat mendengar pemicaraannya, dia berhenti sejenak
Raut wajahnya di balik cadar, menjadi sedikit menunjukan ekspresi tidak senang
“.. Hah..!!menjadi muridnya... apa aku tidak salah dengar...? seorang yang lebih lemah dariku sepertinya ingin menjadi guru dariku... Heh.. jangan bercanda..”
Tatapan matanya menjadi lebih dingin, bahkan sekitar terasa lebih dingin dan tertekan.. mungkin jika teman-temannya mendengar apa yang di ucapkan oleh pemimpin sekte Harimau Putih tadi, mungkin mereka akan tertawa terbahak-bahak, dan mungkin
Sebenarnya pada saat pria tua itu mengatakan hal itu, dea merasa sangat ingin memenggal kepalanya karena telah berbicara sembarangan
“.. Seseorang yang sepertinya ingin menjadi guruku, heh tidak mungkin...!!”
Dia berjalan dengan menahan amarahnya, yang ada pria tua itu yang seharusnya menjadi murid Dea karena perbandingan tingkat kultivasi dan pengalamannya
Pengalamannya lebih banyak daripada pria tua itu...!!!
Memikirkannya lagi membuat Dea kesal, dia berjalan dengan aura yang lebih dingin lagi, tatapan matanya menjadi lebih tajam.. sungguh sesak jika berada di dekatnya sekarang..
Jarak antara istana utama dan kediaman Dea, bisa dikatakan cukup jauh jika berjalan dengan kaki, tetapi di tengah perjalannya, Dea dapat melihat pemandangan malam yang indah di taman
Dea berhenti sekejap dan menikmatinya, tetapi itu tidak bertahan lama, dia kembali terganggu dengan orang lain, dan yang lebih membuatnya muak karena orang datang dan mengganggunya adalah Pangeran Xu Hei Fuyan
Wajah Dea menjadi jelek..
Para rombongannya, akan menginap selama dua hari di Laurenzhi, membuat Xu Hei Fuyan merasa senang, dia dapat melihat Dea selama dua hari ini..
Ketika melihat Dea yang tengah berhenti dan melihat taman, membuatnya bersemangat. Dia mendekati Dea..
“Wah, Wah.... bukankah ini adalah sang Putri..? sungguk kebetulan kita dapat bertemu di sini... ini pastinya adalah takdir...?” ucapnya seraya mendekat pada Dea
Tatapan matanya menjadi dingin, sungguh sial bertemu dengan orang ini di tempat ini... ini bukannya takdir tapi kemalangan kerena bertemu dengan orang yang tidak di sukainya
Apa lagi pada saat mendengar ucapannya yang terakhir... itu membuatnya merasa jijik, dan berjalan menjauh dengan cepat
Melihat Dea yang berjalan menjahuinya, Xu Hei Fuyan merasa tersedak, apakah pesonanya menurun...??
Pangeran Xu Hei Fuyan adalah idaman semua wanita, tidak ada satupun wanita yang dapat menolak pesonannya selama ini
Dia menatap Dea dengan heran, kemudian dia menahannya
“Eh.. Eh t tunggu... tunggu sebentar..” ucapnya tertatih tatih, Xu Hei Fuyan masih memiliki kepercayaan diri yang tinggi, mana mungkin seorang wanita dapat menolak pesonanya.., batinnya
Dia mencoba lagi menebar pesonanya, Dea berhenti dan melihat ke arahnya... melihat itu, XU Hei Fuyan membuka pembicaraannya
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...