
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Yanxui Ki Hua tidak terlalu menyukai Ling bersaudara kerena kejadian sebelumnya yang merendahkan dan menuduh Lan Xia Dea, jiejie-nya, dan alasan yang kedua karena kelihatannya Ling bersaudara bersekongkol dengan Lie Fang’er yang paling di bencinya
Ucapannya itu mungkin karena hanya ingin menyindir mereka, tetapi itu membuat Lei Fang’er merinding sehingga punggungnya berkeringat
Dia dari awal sudah merancangkan rencana untuk memburuh hewan penjaga Laurenzhi dan bernuat untuk membuat ikatan kontrak dengannya, dan membalas Dea, itu semua adalah rencana yang di buatnya dengan ayahnya
Pikirnya hanya hilang satu sepertinya tidak apa-apa, tetapi dia tidak mengharapkannya seperti ini, akan ketahuan oleh Yanzhi Xiuzhu dan yang lainnya. Kini wajahnya pucat dan memikirkan rencana lain
Dia melihat kesekeliling dan melihat wajah dari Ling Yu dan Ling Yueshang, kedua bersaudara ini, seketika rencana jahat muncul dalam kepalanya
Dengan tatapan matanya yang memelas, dia berpura-pura tersungkur di tanah “Maafkan saya yang mulia.. ini sebenarnya saya tidak tau.. saya hanya ingin membantu mereka dan menyerang hewan penjaga.. saya tidak tau Yang Mulia.. sungguh.. jika saya mengetahuinya saya dan adik saya tidak akan membantu nona dan tuan muda Ling..” ucapnya dengan air mata buaya
Dea menatapnya dengan begitu tajam dan juga dingin, tidak ada rasa kasihan di wajanya. Ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lei Fang’er, Dea tersenyum sinis.. begitu juga Yanxui
Dia menyeringai mendengarnya, bagaimana mungkin dia tidak tau dengan apa yang sebenarnya terjadi.. jangan lupa Dea dapat mengetahui sifat seseorang hanya dengan sekali lihat, itu mirip dengan membaca pikiran orang lain
Dan ketika mendengar Lei Fang’er, dia tidak bisa menahan diri untuk menampilkan senyum mengerikan itu.. jika ada orang yang memperhatikan ekspresinya saat ini, pastinya akan merasakan aura membunuh di sana
Lihat saja.. bahkan para hewan spiritual yang ada di sekitar yang sedangan bersembunyi, mereka saat ini menggigil ketakutan merasakan aura membunuh Dea pada saat melihatnya
Rubah biru perak juga menggigil ketakutan melihat dan merasakannya... ini berbeda dengan aura membunuh yang biasanya dia rasakan.. aura ini memiliki kekentalan yang pekat, itu seperti ada aura keanggungan di
dalamnya, memaksa semua yang merasakannya sangat tertekan
Itu adalah aura yang hanya di miliki oleh seorang penguasa sejati, dapat membuat orang yang lemah mental tertekan, pingsan bahkan mati di tempat...
Dan itulah yang di rasakan oleh hewan spiritual yang ada di dekat tempat itu....
Ling bersaudara yang medengar Lei Fang’er mengalihkan tuduhan pada mereka, marah, dia saat Ling Yu ingin mengangkat suara, saudari dari Lei Fang’er mendahuluinya
“Perkataan kakak saya benar yang mulia..” ucap Lei Feifei, adik tiri Lie Fang’er
Sebenarnya Lei Feifei memiliki permusuhan dengan Lei Fang’er karena sikap pilih kasih yang dilakukan sang ayah mereka Raja Lei
Dia membuat pengalihan dan berkerja sama dengan Lei Fang’er lewat kata-kata kerena masih menyayangi nyawanya, dan karena ini juga ada hal yang di ‘Perintahkan ‘ oleh sang ayah dengan mengacamnya menggunakan sang kakak dan ibunya, dia terpaksa
Ling Yu sudah kelepasan, dia tidak tahan lagi dan berteriak.. “Dasar ******!!!.. berani sekali kalian menuduh aku dan saudaraku!! Mati kalian ******!!” dengan itu dia bangkit dan mengangkat pedangnya untuk menyerang Lei Fang’er berserta adik tirinya
Mereka semua terkejut, Ling Yu mempunyai elemen di dalam tubuhnya, yang membuat tubuhnya menjadi ringan.. itu membungkinkan baginya untuk berlari dengan cepat
Tidak ada yang bisa mencegahnya dan hanya berdiam diri saja.. respon mereka sangat lambat
Saat pedangnya hampir mencapai Lei Fang’er dan adiknya, tiba-tiba ada yang lewat dengan sangat cepat dan membentur bila pedang itu
Tang!!” bunyi suara yang kuat, cukup untuk membuat bunyi nyaring yang menjadi muruh dari telinga
Seketika pedang yang ada di tangan Ling Yu jatuh cukup jauh, akibatnya itu membuat tangan Ling Yu gemetar kesakitan
Tak tahan dengan rasa sakitnya, dia terjatuh dan berlutut di tanah.. sekejap semua menjadi sunyi seperti tertekan tombol pause
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...