The Lost Of Power

The Lost Of Power
136. 'Siksa Mereka'




Kalau ada masalah apapun, mereka akan menyelesaikannya di aula tanding, bukan seperti sekarang, saling menarik pakaian dengan ekspresi wajah yang menyeramkan..



Chan Bai Rin yang melihat keduanya, dengan pakaian yang bisa di bilang indah dan lembut karena memiliki warna yang sama dengan pohon sakura, melangkah maju untuk menghentikan keduanya, alias mencari perhatian..



Chan Bai Rin begitu serakah, dia menyukai keduanya, dan mengingikan keduanya, tapi begitu melihat Yanzhi Zhuxiu, dia melupakan keduanya, tapi saat tidak ada Yanzhi, dia akan mencoba menarik perhatian keduanya



“Pangaran Luo Hong San, Pangeran Xu Hei Fuyan, sebaiknya kalian segera berhenti.. jangan bertengkar seperti ini, jika ingin menyelesaikan sesuatu kalian bisa menyelesaikannya nanti.. sekarang para guru sudah semakin mendekat, tidak baik jika guru-guru melihat kalian seperti ini..” ucapnya dengan panjang lebar..



Hasil itu membuat keduanya berhenti.. murid laki-laki lain yang melihat Chan Bai Rin yang berani menghentikan keduanya, mengganggap Chan Bai Rin mengagumkan, tapi tidak dengan keduanya, Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu



Bagi Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, Chan Bai Rin terlihat seperti pe\*l\*\*r yang ingin menarik perhatian, keduanya merasa jijik.. sedangkan bagi Luo Hong San dan Xu Hei Fuyan.. tidak berarti apa-apa



Keduanya berhenti bukan karena perkataan Chan Bai Rin, tapi mereka sebaliknya mendengar suara lonceng mendekat..



Orang yang memiliki suara lonceng yang menyertai langkahnya, hanyalah Lan Xiadea.. jadi mereka berhenti



Chan Bai Rin malah berpikir bahwa keduanya berhenti karena dirinya, padahal tidak sama sekali.. saat dia ingin mendekat pada keduanya, keduanya malah mengabaikannya “Pangeran kalian..” ini membuatnya sangat-sangat malu



Itu karena pada saat yang sama, seorang wanita berambut perak kebiruan, dengan pakaian hitam dengan bis merah dan sulaman emas datang.. tidak seperti biasanya, rambutnya di ikat satu kebelakang.. cadar tetap ada di wajahnya menambah pesona



Mereka terpesona dengan penampilan Dea itu dan tentu saja Dea tidak memperdulukan mereka, dia sibuk mengurus dirinya.. dia berjaan mendekat Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu sambil mengatur sarung tangannya



Dia tidak melihat bahwa mereka semua memandang kearahnya..



Chan Bai Rin yang tadinya memerah, segera sadar bahwa Luo Hong San dan Xu Hei Fuyan sedang menatap kearah lain, bukan kearahnya..



Dengan cemberut dia melihat kebelakang, dan di lihatnya lah, seorang wanita yang di bencinya.. dia berbalik dan melihat kedua pangeran itu yang menatap Dea dengan tersipu



Ini jelas membuat Chan Bai Rin semakin marah.. kedua pangeran berhenti bertengkar dan perlahan mendekati Dea.. karena marah, Chan Bai Rin pergi dari sana dan mengikuti keduanya mendekat pada Dea



Tapi Chan Bai Rin lebih dulu sampai dari pada keduanya.. dengan itu dia berbicara dengan miris “Datang juga kau.. kukira kau melarikan diri karena takut..” itu jelas-jelas adalah provokasi



Dea tidak membalas, tapi hanya menatapnya dengan tajam, membuat Chan Bai Rin mundur perlahan karena aura penindasa.. Luo Hong San yang juga merasakan aura penindasan itu juga sedikit terkejut



Beda halnya dengan Xu Hei Fuyan.. ketika dia merasakan aura penindasan dari Dea, dia hanya tersenyum, dengan sedikit keringat dingin di dahinya.. Sudah lama aku tidak merasakan aura ini, batinnya



Dea yang malas meladeni, pergi dari sana ke tempat Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu.. dia berhenti karena Chan Bai Rin yang menghalangi jalannya sehingga memberikan aura penindasan



Sebenarnya dia juga sedikit bersemangat karena menantikan pertandingan itu.. pikirnya sudah lama dia tidak mengerakan tubuhnya, dan akan bersenang-senang dengan pertandingan ini



Dea sama sekali tidak menganggap bahwa ini adalah ujian, dia hanya berpikir bahwa ini adalah tempatnya untuk bersenang-senang..




Pada saat Chan Bai Rin mempergunakan Mu Zinghai, Dea pikir dia bisa bersenang-senang denganya, tapi siapa sangkah pria itu akan tumbang pada tendangan kedua.. ini sungguh membuatnya kecewa



Tapi begitu mendengar apa yang di pikirkan Chan Bai Rin, Dea sedikit menanti, dan saat mendengar perkataan kedua temannya, dia tau bahwa ini yang di maksud Chan Bai Rin..



Tapi yah.. jujur saja Dea merasa sedikit kecewa, karena tidak ada yang bisa menjadi lawannya, dia sudah memperhatikan semua orang yang  akan mengikuti ujian, dan tidak ada satupun dari mereka yang cukup kuat untuk menyerangnya



Hanya dua orang yang bisa di bilang lumayan.. sedangkan Chan Bai Rin, dia tidak berarti jadi Dea sedikit kesal



Chan Bai Rin tidak bisa di gangu.. karena itulah sebelumnya dia sudah menyuruh salah satu penguji yang adalah salah satu anjing keluarganya untuk membantunya menjatuhkan Shua Yunru Xi, Zhao Yinxu dan juga Dea...



Cara ini sering di gunakan keluarganya untuk menyingkirkan orang yang menyinggungnya..



Para guru penguji termasik guru Sun masuk dan memberitau tentang jalan ujiannya, dimana lawan akan di pilih secara acak oleh penguji, di bagi menjadi wanita sendir, pria sendiri.. ini jelas membuat Dea sedikit kesal



Apa ini.. apa artinya aku hanya bisa bermain dengan wanita yang lemah? Batin Dea..



Lalu guru Sun menambahkan sesuatu... “Untuk yang menang saat melawan lawannya, akan bisa menantang siapapun yang kalian inginkan.. tapi jika tidak mau tidak apa-apa..” jawabnya



Ini membuat yang lain merasa tertekan dan ada juga yang merasa senang.. ini adalah tentang Chan Bai Rin dengan Dea



Chan Bai Rin senang karena dia bisa menyiksa Dea berulang kali jika dia menang, sedangkan Dea senang karena kalau dia menang, dia tidak perlu menekan kebosanannya



Chan Bai Rin, menolehkan kepalanya dan melihat Dea.. Heh akan kuhancurkan kau, batinya



Guru Sun mulai membagikan mereka dan memilih lawan yang sesuai.. entah ini baik atau buruk, Chan Bai Rin dan Dea, mereka adalah lawan.. begitu juga dengan Luo Hong san dan Xu Hei Fuyan



Shua Yunru Xi berpasangan dengan salah satu nona Ning bersaudara, antek Chan Bai Rin, Ning Bi, sedangkan Zhao Yinxu berpasangan dengan Ning Zhuxing



Ning Bi dan Ning Zhuxing yang berada tak jauh dari mereka diam-diam tersenyum.. “Jiejie, kita akan melawan mereka lagi..”



Chan Bai Rin datang mendekat dan berkata pada keduanya.. “Siksa mereka dengan kejam.. aku ingin mereka menderita..” itu dengan senyum menyeramkan “Aku akan memberikan sesuatu sebagai imbalannya”



Keduanya yang hanya tau mendengarkan perkataan Chan Bai Rin, mengiakannya.. “Tentu saja Bai Rin” ucap keduanya..



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***