
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Mereka yang mendengarnya menjadi serius.. mereka terdiam sesaat.. Tuan Putri..!! dengan itu mereka ribut karenanya
Tuan Putri katanya.. jadi yang di hinanya sedari tadi benar adalah seorang Tuan Putri.. pikir wanita kedua yang berpura-pura
Mereka yang ada di sana riuh.. kemudian salah satunya bersuara “Astaga lihat!!” dengan itu dia menunjuk kearah lambang dari kereta kuda
“I..itu Laurenzhi!! Astaga!! Ternyata mereka adalah Pangeran Mahkota Yanzhi Zhuxiu, Pangeran kedua Yanxui Ki Hua dan Yang Mulia Putri yang belakangan ini menjadi pembicaraan!!”
Mereka semua terkejut dengan itu.. segera mereka semua menundukan kepala serta tubuh mereka “Salam Kepada Pemilik Laurenzhi” ucap mereka semua secara bersamaan
Lan Xia Dea merasa tidak nyaman dengan hal itu.. jangan lupa, Dea adalah orang lebih suka kesunyian, dengan mereka merunduk seperti itu, akan mengundang pejalan yang lewat dan akan menambah keramaian
Hal itu tidak lepas dari mata sang kakak. Yanzhi yang melihat Dea merasa tidak nyaman, keningnya mengerut, dengan itu dia mengangkat tangannya, tanda agar mereka bisa berdiri
Dengan tak mau berdiri di sana dan menjadi pusat perhatian, Dea masuk ke dalam keretanya, begitu pula dengan yang lain
Tiba-tiba, sebelum mereka masuk ke dalam kereta, Dea memalingkan wajahnya menatap tajam pada atap bangunan rumah makan itu.. Yanxui yang melihatnya, merasa bingung kerena sang kakak yang tiba-tiba berhenti dan memperhatikan ke atas.. matanya sangat tajam
Yanxui mau tidak mau melihat ke arah itu, tapi tidak terlihat apa-apa di sana, membuatnya bingung.. Yanxui memalingkan wajahnya dari atap itu dan memandangn sang kakak “Jie-jie, apa yang kau lihat”
Dea kemudian menetralkan ekspresinya, dia memalingkan wajah dari sana dan menjawab pertanyaan dari adiknya “Tidak apa-apa” nada suaranya sangat misterius.. Yanxui akhirnya hanya memandang bingung ke arahnya
Sesaat setelah mereka naik kereta dan pergi melanjutkan perjalan, muncul seseorang di atas atap itu, memandang kepergian kereta Dea.. tak lama terdengar suara dengan nada menggoda darinya “Hm.. hei! ternyata Yanzhi mempunyai adik yang bergitu menarik..” ucap orang itu
Lalu orang yang di sampingnya berkata “Iya benar sekali.. lihat saja, dia bahkan dapat merasakan keberataan kita tadi.. pasti adiknya ini sesuatu.. apa kau melihat tadi.. ini pertama kalinya aku melihat Yanzhi bergitu protektiv terhadap seseorang... ini sangat menarik untuk di lihat..”
“Iya.. ini pasti akan sangat menarik..”
Tak lama kemudian datang seorang wanita cantik di belakang mereka.. mereka yang melihatnya datang, mengejeknya karena terlambat, “Hah.. kau baru datang.. kau melewatkan sesuatu yang menarik tadi..” wanita yang baru saja datang itu, kebingungan
Kemudian dia bertanya “Memangnya apa yang ku lewatkan” tapi kedua teman laki-lakinya itu tidak mengatakan apa-apa alih-alih tertawa
Melihat kedua temannya yang tidak berniat untuk memberitaunya, wanita itu tidak bertanya lebih lanjut.. karena ketiganya telah berkumpul, mereka memutuskan untuk kembali ke sekte Bulan...
Yanzhi yang saat ini dalam kereta, mungkin tengah bersin akibat mereka yang tengah membicarakannya, setelah itu di lanjutkan oleh Dea..
Yanxui yang melihatnya menjadi bingung, ada apa dengan kedua kakaknya ini.. mungkin karena dingin, tapi kini tengah musim panas... dia pusing sendiri..
Tak lama kemudian mereka sampai di gebang sekte Bulan.. gerbangnya sangat besar, mungkin ukurannya hampir sama dengan gerbang masuk istana Laurenzhi.. dan itu sangat indah
Mata Dea tertuju pada gerbang di depan, tidak lebih tepatnya seluruh kingkaran sekte itu.. di sana terdapat sebuah penghalang tipis... senyum muncul di wajahnya.. “hm.. cukup kuat..” gumannya.. itu tidak besar, tapi cukup untuk dapat di dengar oleh Yanzhi dan Yanxui
Mereka mendengar apa yang di katakan oleh Dea dan tidak mengerti kemana arahnya..
Tak lama kemudian, penjaga keluar dari dalam.. Dea juga memperhatikan mereka dan dengan bosan memalingkan wajahnya.. Dea hanya melihat itu sekilas, tapi hanya dengan melihat mereka sekilas, Dea dapat menebak tingkat kultivasi mereka, karenanya, dia tidak tertari pada mereka
Kedua penjaga yang melihat adanya rombongan yang datang.. Dengan arogannya, salah satu dari mereka maju “Berhenti.. ini adalah sekte Bulan.. orang biasa di larang untuk masuk” ucapnya dengan sombong
Para penjaga sekte bulam memamlah sombong, itu karena, semua yang telah termasuk ke dalam sekte Bulan, di anggap penting oleh semua orang.. dari pelayan sampai tetua-tetua
Melihat kereta kuda yang di kenakan oleh rombongan Dea, dia menilai bahwa ini pastinya adalah orang dari bangsawan kasta rendah yang tidak tau tempatnya
Dia tidak tau.. itu adalah permintaan Dea karena tidak mau mencolok, yah walaupun tetap saja menjadi pusat perhatian...
Dea adalah yang pertama turun.. penjaga itu melihat pakaian yang di kenakan Dea, pikirnya pastilah bangsawan rendah.. lihat saja dia, tidak ada satu pun perhiasan yang mewah di kepalanya.. yang di pakainya hanya satu kalung yang tipis dan juga hiasan kepala yang tidak ada harga
Dia tidak tau kalau semua yang di pakai Dea, jumlah harganya, tidak bisa di hitung dengan koin emas, itu adalah satu-satunya di dunia, harganya tak terhitung.. tapi yah, jangankan penjaga itu, Yanzhi dan Yanxui saja tidak tau
dengan itu..
Mereka hanya tau bahwa yang di pakai Dea, mahal, tapi tidak tau dengan harga yang aslinya..
Penjaga yang di bawah rombongan Dea, ketika mendengar penjaga gerbang itu merendahkan Dea dengan matanya, segera mereka mengeluarkan pedangnya dan di arahkan pada penjaga gerbang itu
Sehingga temannya yang di sampingnya, yang hanya diam saja mengerutkan kening dan bersiap untuk menyerang
Tak lama setelah itu, suara lain datang dari dalam kereta “Apa aku juga tidak bisa masuk..” dengan itu Yanzhi dan Yanxui turun dari keretanya
Penjaga yang tadi merendahkan Dea, tidak mengenali Yanzhi dan Yanxui.. dia ingin merendahkan mereka lagi tapi katanya tertahan ketika melihat teman di sampingnya telah menangkupkan tangannya, menghormati mereka
“Ternyata Yang Mulia Pangeran Yanzhi.. mohon maaf atas yang tadi, ini adalah penjaga baru sehingga tidak mengenali Yang Mulia..” ucap penjaga itu, membuat temannya terkejut
Siapa yang tidak mengenali Pangeran Yanzhi dari Laurenzhi.. hanya dengan namanya saja, sudah bisa membuat orang ketakutan.. kini penjaga yang memarahi Dea tadi sedikit ketakutan
Jadi yang ku marahi tadi adalah salah satu rombongan Laurenzhi.. batin penjaga itu
Yanzhi yang menerima perlakuan itu, hanya memandang dingin pada kedua penjaga, begitu juga dengan Yanxui..
Yanzhi hanya memandangi mereka yang masih membungkuk hormat.. seletah beberapa saat, Yanzhi memberi tanda untuk mereka mengangkat kepalanya
Keduanya kini bernafas laga.. mereka tidak berani bertindak kurang ajar terhadap Yanzhi yang merupakan Pangeran mahkota Laurenzhi dan hanya bisa menahan di perlakukan seperti itu.. mereka tidak berani untuk protes
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak yah..
Favorit...
Comment and Like...