The Lost Of Power

The Lost Of Power
115. Kehidupan Lain..




Matanya berbinar ketika melihatnya.. dengan cepat dia memanggil bibi pelayan yang masih dalam keadaan linglung dan membuatnya sadar... “Tolong dengan ini juga..” makanan yang dia tunjuk adalah makanan yang berkuah, lebih tepatnya itu adalah sebuah Mie, makanan yang bisa di jumpai di jalan



Dengan kata lain makanan kelas rendah.. tapi dia sangat menyukai itu



Itu membuat Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu saling memandang dan tertawa.. ternyata orang yang mengeluarkan sebuah makanan dengan harga segunung, menyukai makanan kelas rendah... batin keduanya



\----------


Ketiga orang itu berjalan di lorong.. Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu menatap Lan Xia Dea dengan penasaran... bisa membeli makanan yang harganya tidak lebih rendah dari gunung pastilah bukan orang biasa



Lihat saja, bahkan dia masih sempat membeli minuman yang harganya melebihi satu dari makanan yang di belinya, dan ini pun ada empat!! Bukankah ini pemborosan



Dengan kekayaan seperti itu Dea pastilah bukan orang biasa, tapi nama belakannya.. tidak ada yang bermarga 'Lan' di sekitar laurenzhi, bahkan di benua timur pun tidak ada nama keluarga berpengaruh yang memiliki marga 'Lan'



Mereka berdua penasaran dengan Dea... bagi mereka Dea adalah penolong dan mungkin teman baru, tapi dia sangatlah misterius



Kekayaan yang mengalahkan Chan Bai Rin dan wajah yang tertutup dengan cadar itu...



Sedari tadi, saat sedang makan, keduanya sangat berharap dapat melihat wajah dari Dea... untuk makan, tentu saja Dea pasti akan membuka cadarnya.



Bukan hanya keduanya saja, tapi mereka yang berada di sana, juga penasaran.. siapa yang tidak penasaran setelah melihat makanan yang di belinya... tentu mereka ingin melihat wajahnya itu



Tapi sayang.. harapan itu semuanya tidak terjadi... Dea, mungkin dengan akalnya, menyelipkan makanannya kedalam cadarnya dan memakannya tanpa membuka.. ini mengecewakan mereka yang ada di sana



Keduanya sungguh penasaran, tapi mereka tidak ingin membuat Dea menjauhi keduanya kalau mereka bertanya, dan hanya menyimpannya saja



\---------


Pelajaran berakhir dengan cepat... Dea kembali ke pavilliun yang telah di persiapkan untuk semua murid yang ada.. mirip seperti asrama, tapi sebenarnya itu adalah tempat khusus yang telah di persiapkan oleh Yanzhi Zhuxiu untuknya



Mereka menempati itu bersama.. Yanzhi dan Yanxui Ki Hua, karena tidak mau membiarkan Dea sendiri d tempat itu, memutuskan untuk keluar dari asrama khusus dan memilih untuk tinggal di sana



Bahkan kepala sekte pun menyetujui keduanya dan menyiapkan lahan khusus untuk itu.. dan akhirnya mereka bertiga tinggal di sana



Dea yang tadinya berpikir bahwa dia akan sendirian di sana, telah berharap, tapi harapannya hancur saat melihat kedua saudaranya memilih tinggal bersama dengannya



Pavilliunnya berada di tempat khusus jadi tidak ada yang bisa melihat mereka dan mengganggu mereka



Setelah pelajaran yang menyebalkan, Dea kembali dan mendapati kedua saudaranya sudah berada di sana.. pelayan yang melihat kepulangan Dea datang untuk menyambut



Dea hanya mengangguk dan meminta sebuah air.. Yanzhi yang melihatnya hanya diam, tidak bisa membantu dan malah bertanya “Bagaimana harimu..” tanyanya



Dea melirik sebentar sebelum berpaling, dengan nada yang santai dia berkata “Hm.. biasa saja..” dengan itu dia naik dan pergi ke tempatnya



Di dalam halaman khusus itu terdapat tiga tempat yang saling terhubung, tidak terlalu besar tapi cukup bagus..



Design kamarnya, tidak beda jauh dengan pavilliun miliknya.. dia membaringkan dirinya di tepat tidur dan perlahan menutup matanya.. mungkin karena kelelahan




Dia memegang kepalanya yang sedikit.. energi yang ada di dalam tubuhnya menjadi kacau karena ingatan itu



“Tenang.. tenang Dea...” dia menenangkan dirinya sendiri, melihat ke depan, bayangan muncul di depannya.. mungkin karena dia sedang terlelap dan ingatan itu muncul, sehingga kini dia dapat melihat bayangan itu di depannya



Dia meneteskan air matanya menatap dengan seduh bayangan yang muncul di depannya.. “Ku harap.. untuk tidak melihat kalian lagi...” dengan itu dia menghapus air mata itu



Brakk..!!



Pintu di buka dengan kasar oleh Yanzhi dan Yanxui.. Dea melihat keduanya yang nafasnya begitu memburu, dia bingung dengan keduanya



“Dea apa yang terjadi..!!” ucap Yanzhi yang melihat bahwa pipi sang adik basa, Yanxui juga tidak ada bedanya



Dea yang menyadari tatapan kedua saudaranya dan menghapusnya, menjawab “Tidak ada apa-apa..”



Yanzhi dapat merasakannya bahwa Dea menyembunyikan sesuatu dan menatapnya “Tapi kau..”



Dea tidak menjawab alih-alih bertanya “Lupakan ini.. apa yang kalian lakukan di ruanganku..?”



“Ah tidak.. kami merasakan bahwa energi jiejie sedang kacau, kami kira terjadi sesuatu denganmu..” jelas Yanxui



“Ah ini... aku tidak apa-apa.. ini hanya karna aku akan naik tingkat saja..” ucap Dea yang tiba-tiba menemukan bahwa dirinya akan segera di promosikan ke tingkat selanjutnya, sehingga dia menemukan alasan tepat untuk menghindar..



Energi Dea bukan kacau karena dia akan di promosikan tapi karena ingatan yang muncul tiba-tiba, membuat kepalanya sangat sakit..



Bagaimanapun juga Dea adalah kultivator dengan level yang tinggi.. kekacauan energi? Itu sangat mudah tuk dia atasi.. hanya saja, sekuat-kuatnya dia.. tidak akan mampu menahan serangan ingatan..



Berbeda dengan Yanxui, Yanzhi sendiri menatap Dea dengan menyelidik.. dia tau bahwa Dea sedang menyembunyikan sesuatu.. lihat saja ekspresinya.. itu tidak benar, pasti ada sesuatu yang terjadi



Yanzhi berpikir bahwa ini ada hubungannya dengan kelas yang di masukinya.. sekeluarnya dia dari ruangan Dea, dia memanggil penjaga bayangannya dan menyuruhnya mencari tau apa yang terjadi hari ini



Penjaga bayangannya datang dan menyampaikan apa yang terjadi, Yanzhi marah besar ketika mendengarnya “Berani sekali keluarga Chan!! Berani-beraninya bangsawan kecil seperti mereka ingin menindas adik kesayanganku..!! mereka harus di beri pelajaran!!”



Melihat sang pangeran yang tengah marah besar, para penjaga bayangan takut padanya, para penjaga itu memberanikan dirinya untuk menenangkan Yanzhi yang marah “Mohon jangan marah pangeran..”



Sang pemimpin juga melanjuti perkataan dari penjaga itu “Benar yang Mulia.. mohon tahan amarah anda.. bagaimana dengan membiarkan tuan Putri membereskannya sendiri”



Mendengarnya Yanzhi menjadi marah “Apa katamu!! Membiarkannya!!” dia menatap pemimpin penjaga bayangannya dengan tajam dengan sedikit aura menindas



Dengan menahan nafasnya, pemimpin itu melajutkan “Bukan seperti itu yang Mulia.. hanya saja tuan Putri pasti tidak akan menyukainya, jika yang Mulia ikut campur” dia takut pada Yanzhi yang marah, tapi dari pada tidak berbuat apa-apa, lebih baik berbicara



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***