The Lost Of Power

The Lost Of Power
129. Gantungan Giok 2



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Perbedaan giok miliknya dan Yanxui, memang sangat tipis, hanya warna yang sedikit berbeda, dan juga sebuah lonceng yang tergantung di bawahnya


Dea ingin memeriksa gantungan gioknya, tapi di hentikan oleh Shua Yunru Xi yang datang menghapirinya.. dengan itu dia menyimpan giok itu dan berbicara dengan mereka...


Dia hanya melihat sekilas dan merasa bahwa itu masih baik-baik saja dan mengurunkan niatnya


---------


Pesta berjalan dengan baik dari awal hingga akhir... tidak ada keributan karena Chan Bai Rin sudah pergi dari pesta itu.. penyampaian dari para tetua membuat Dea bosan.. dengan itu dia pergi keluar mencari udara segar


Berjalan di sekitar aula.. dia mendapati adanya sebuah paviliun di tengah air.. begitu indah di lihat.. karena merasa tertarik dia pergi ke sana dan duduk di lengger


Tempat itu memberinya kesan yang nyaman di bandingkan berada di dalam aula... sepanajang pesta, dia merasa khawatir tentang sesuatu tapi tidak tau apa, tapi saat berada di sana hatinya menjadi sedikit tenang... dengan itu dia membuka cadarnya di perlihatkan wajah yang melebihi kecantikan sang dewi..


Dia melihat ke langit dan bahwa... ada banyak bunga lotus di air itu, tapi kelihatan sedikit layu.. mungkin karena ini adalah tanaman roh juga.. dia memerlukan energi roh untuk tumbuh, tapi di tempat itu, energinya, sedikit


Dengan senyum di wajahnya itu, dia bernyanyi... lagu yang sangat nyaman di dengar.. tidak ada kesedihan di dalamnya... ini bagaikan dengunan surga... begitu indah dan merdu


Dan juga suara lonceng yang di terpa angin, menyempurnakannya, seakan-akan itu adalah alat  musik...


Alam yang mendengar nyanyiannya, seperti menyertainya, mereka bergerak karena di terpa angin, membuat terlihat seperti sedang menari-nari.. bunga yang tadinya, layu kini menjadi berseri-seri


Saat ini jika ada orang yang melihat hal ini, mereka tidak ada berpikir yang tidak-tidak, mereka hanya akan berpikir bahwa ini ada hal yang biasa, jadi Dea tidak perlu merasa akan ketahuan


Tapi... sayangnya, ada satu orang yang tengah bersembunyi dan menyaksikan hal itu dengan mata telanjang....


Dea, entah karena merasa nyaman, dia hanya membiarkan orang itu mengintip... lagi pula, tidak ada yang ada percaya jika dia mengatakannya


Tidak mungkin kalau Dea tidak merasakan adanya orang lain di sana, tapi di biarkan karena dapat mengganggu kenyamanannya


Dia juga tau bahwa orang yang mengintip adalah orang yang sama dengan orang yang melihatnya di taman bunga hari, itu.. Yah dia adalah Luo Hong San


Di pikiran Luo Hong San saat ini adalah Dea tidak tau keberadaannya, dia berpikir bahwa dia sudah bersembunyi dengan baik.. tapi nyatanya tidak


Luo Hong San yang melihat apa yang di lakukan Dea, tidak berniat untuk membeberkannya, saat ini dia hanya terkesan dengan kecantikan dari Dea yang luar biasa


Dia tidak dapat melihat dengan jelas karena paviliun tertutup dengan tirai yang tipis, membuat gambaran Dea tidak jelas..


Tapi walau hanya dengan itu, dia rasanya sudah merasa puas...


Tak lama kemudian seseorang datang mencarinya.. itu adalah seorang kenalannya.. dengan berat hati dia pergi dari sana


Dea yang merasa bahwa orang itu sudah tidak ada, tersenyum misterius, dia hanya memandangi tempat di mana pira itu berdiri, dan tatapannya menjadi sangat dingin


Walau dia tersenyum, tapi matanya tidak... tak berselang lama, saudaranya serta Xiao’ru dan Lin Fang, teman Yanzhi Zhuxiu datang mencarinya..


Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, sudah kembali terlebih dahulu... yang tersisa hanyalah mereka


Dea berada di paling belakang dari kelimanya dengan alasan menikmati indahnya malam.. dia tidak sadar bahwa giok yang di simpannya sedang bersinar dengan kelap-kelip


Saat dia bersinar itu akan terasa sedikit panas, dan Dea tidak merasakannya kerena tertutup di lengannya.. sesekali dia merasakan panas itu, tapi di abaikan karena pikirnya itu hanya hal kecil


Sungguh.. dia sungguh sudah melupakan gioknya itu...


--------


Saat ini dia akademi XY, paviliun khusus milik Dea, terdapat 16 orang, 6 wanita dan 10 pria yang memiliki perhatiannya sendiri, ada yang sedang bekerja, bermain dan ada juga yang hanya berdiam dirii saja


Seorang wanita yang cantik, duduk dan mengerjakan beberapa hal dengan sebuah hologram di depannya.. merasakan adanya  signal, dia mengerutkan dahinya, seketika dia berdiri dan memukul mejanya yang membuat berkas yang ada di sampingnya roboh, membuat perhatian lainnya beralih padanya


“I..Ini.. ini..” perkataannya memuat orang lain menjadi bingung


Seseorang yang di dekatnya , tidak tahan dengan kegagapanya, dan menghampirinya “Ada apa dengan mu..?” katanya, yang berbicara itu adalah Yahiko Mitsu, salah satu teman Dea


Awalnya wajahnya memiliki ekspresi yang rumit, tapi perlahan senyum kecil muncul di wajahnya


Dia tidak tahan dengan apa yang terjadi dengan Hitachi Ino.. dia hanya menangis dan merasa senang..


Lan Xin Yuezhi yang hanya mengabaikannya, lagi pula ini malam, dan saat malam selalu ada bulan yang sering di lihatnya bersama dengan Dea.. melihat bulan rasanya Dea ada di sekitarnya, dan matanya tidak lepas dari bulan itu


Ino yang terlihat bingung, tidak bisa berkata-kata dengan benar, tapi ada di salah satu kata itu yang membuat semua orang menjadi lebih serius


“Aku.. mendapatkannya..” ucapnya yang membuat semua bingung..


“Apanya yang kau dapatkan..” tanya Hando Akiba


“Dea.!” ini membuat semua yang tadinya riuh dan masih memili mementingkan perhatian masing-masing menjadi diam dan menatap wanita itu, Ino dengan tatapan terkejut


Melihat bahwa mereka tidak berkata-kata dia melanjutkannya lagi “Ini.. Dea.. ini signal darinya...” dengan itu semuanya kembali riuh dan mempertanyakannya dengan terburu-buru membuat Ino bingung mau menjawab yang mana


Xin Yuezhi yang mendengar kabar dengan Dea, melesat dengan cepat ke arah Ino, membuat yang lain menyingkir dengan sendirinya.. “Di mana, di mana dia..? kau yakin itu dia.? Ini bukan lagi tipuannya lagi kan..?” tanyanya dengan mata yang penuh harapan


“Iya.. ini tidak salah lagi.. ini Dea.. ini yang asli..”


“Bagaimana kau tau, ini yang asil” ucap Sasuka Haruno yang sedari tadi diam


“Ini sungguhan..” ucap Ino dengan penekanan.. ini kerena meraka menanyakan apakah ini yang asli atau bukan “Ini adalah signal giok yang ada padanya..” semua diam “Apakah kalian lupa.. dia tidak pernah melepaskan giok itu..” dengan itu semuanya menjadi tanda seru


Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya..


Faforit...


Comment and Like