
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Di dalam hutan...
Hutan kematian ini sangat berbeda dengan yang ada di dalam spekulasi Lan Xia Dea.. dia berpikir bahwa hutan kematain adalah tempat yang cukup suram, menurut dari perkataan orang-orang tentang hutan Kematian ini..
Tetapi sesampainya di dalam, ini cukup bagus kelihatannya, bahkan sangat penuh dengan sumber daya alam..
Sesaat ketika Dea masuk, di menengok ke sekeliling, matanya berhenti ke depannya..
Dea terkejut dengan tumbuhan yang di lihatnya.. “Jamur pelangi!!” tumbuhan itu, di lihat dari luarnya, memang tidak menarik perhatian.. tetapi nyatanya itu adalah salah satu tumbuhan yang berharga menurut orang-orang...
Dengan tanpa ragu Dea memetik tumbuhan itu dan di masukannya kedalam cincin penyimpanannya.. sudah cukup lama Dea berjalan kedalamnya
Di setiap jalan Dea akan menemukan satu tumbuhan yang berharga, berfungsi sebagai pengobatan ataupun racun, seperti halnya bunga Ungu malam.. itu adalah tanaman yang beracun.. ketika tangan yang polos menyentuhnya, tangan tersebut akan kehilangan vitalisnya, dan itu akan menyebar keseluruh tubuh dalam waktu beberapa menit saja
Tidak banyak orang yang menyamakan tumbuan ini dengan tumbuhan obat Anggrek ungu, karena bentuknya yang sama... kini Dea berpikir bahwa kemungkinan orang-ornag yang masuk ke dalam hutan ini.. entah mati karena hewan buas atau karena banyaknya tanaman beracun.. yah tetapi tidak ada yang tau karena ini adalah hutan yang sangat misterius...
Tidak ada bahaya yang mendekat pada Dea saat ini.. seekor ular raksasa yang ada di pohon, semuanya lari karena melihat Dea yang datang dengan aura mengerikan.. mereka berpikir bahwa bahkan penguasa hutan tidak dapat di bandingkan dengannya
Karena hal itulah, Dea menjadi sedikit kecewa.. “Kupikir ini adalah hutan yang menarik, tetapi biasa saja.. tidak ada hal yang menarik kecuali tumbuhan berharga yang banyak..” Dea menghela nafas
Tak lama kemudian
Rrauww..!! suara raungan terdengar
“Harimau sialan, beraninya kau menyakitiku..!!” suara hewan buas yang marah.. itu adalah seekor serigala kepala tanduk..
“Rrauww..!! itu karena kau yang telah berani menyerangku lebih dahulu.. huh, huh, huh..” balas Harimau ekor tiga..
“Haha.. sebaiknya kau cepat serakan batu inti mu kepadaku dan aku akan memberikan kematian yang singkat agar kau tidak merasa sakit..haha”
Setelah itu dia menyerang Harimau ekor tiga dengan kejam.. suara pertarungan mereka menggema ke seluruh hutan...
Dea yang pada saat mendengar raungan hewan, segera menyusul ke arah suara.. sesampainya di sana, yang di lihatnya adalah dua ekor yang tengah bertarung, salah satunya tengah terluka dengan berat, sepertinya itu luka dari pertarungan sebelumnya, membuatnya terlihat lemah.. sedangkan yang satunya menyerang
“Hm.. hewan spiritual level 8.. cukup tinggi.. ternyata memang ada hewan dengan kekuatan segitu di Laurenzhi.. cukup menarik” ucap Dea yang tidak terlalu keras, ataupun kecil.. tetapi cukup untuk di dengarnya sendiri
Dea tidak langsung membantu tetapi melihat mereka sebagai tontonan hiburan.. belum ada yang sadar dengan kehadirannya saat ini, sampai ada sebuah potongan kayu datang mendekatinya akibat hempasan angin yang terjadi saat kedua hewan itu berbenturan
Dea yang melihatnya dan segera menepisnya.. dia diam sekejap.. dia mengangkat kepalanya dan berkata dengan nada yang dingin, terdengar sedang menahan kekesalan “Ck.. Pada saat bertarung lebih baik perhatikan bahwa tidak ada orang di sekitar.. agar tidak melukai yang tidak terlibat..” (kayak orang sendiri ngak, dianya aja lebih parah...~ kata hati Author)
Ucapnya dengan memegang potongan kayu yang di terbangkan padanya, itu membuat kedua hewan spiritual itu melihat ke arahnya, “Siapa itu..” ucap serigala bertanduk dengan marah.. “Siapa yang beraninya mengganggu..”
Harimau ekor tiga melihatnya dengan bingung “Hm.. apa yang di lakukan seorang manusia di sini..?” gumannya ketika melihat Dea..
Keduanya belum merasakan aura Dea karena pertengkaran mereka barusan, itu meninggalkan aura yang cukup pekat, dan hasilnya aura lainya tidak terliihat di sana
Dea melihatnya dengan dingin.. dia kemudian memperhatikan Harimau ekor tiga dengan tajam.. seketika dia berbalik dan menatap serigala bertanduk “Untuk apa seorang yang pengecut mengatakan hal itu padaku..” ini merajuk pada Harimau ekor tiga
Sang serigala yang mendengarnya bertanya dengan tajam “Apa yang kau katakan manusia..!!”
Dea melihat sang harimau tengah dalam keadaan terluka, dan dengan tidak tau malu sang serigala menyerangnya.. “Menyerang seseorang yang sedang terluka.. bukankah itu adalah tindakan dari seorang pengecut” dengan nada meledek
Dengan itu membuat sang serigala bertanduk meraung marah.. “Rrauww..” dia berjalan perlahan mendekati Dea.. melihat Dea yang hampir tidak bergerak, keduanya berpikir bahwa Dea takut dengan raungan tadi, membuat sang serigala tertawa
Sang harimau yang melihatnya, cemas dan berkata “Manusia.. cepat kau lari..”
“Haha, kau pikir dengan lari kau akan lepas.. itu hanya seorang manusia lemah!!” dengan itu dia menerkam Dea
Tetapi apa yang terjadi, Dea hanya tersenyum, dengan cepat dia menghilang dan mucul di atas sang serigala.. “Siapa yang lari..” dengan itu dia memukulnya dengan kakinya dan membuat sang serigala tergeletak di tanah.. bahkan tanahpun retak oleh nya
Itu membuat mereka terbelak... aura ini.. kini mereka dapat merasakan aura Dea yang memancar kuat.. Aura ini.. batin mereka.., Dea turun darinya dengan lancar tanpa halangan besar sama sekali
Setelah Dea turun, sang serigala dengan kaki yang masih lemas berdiri dan menjauh dari Dea sebelum membungkuk “M.. maaf.. mohon maaf master terhormat karena mengganggumu..” ucap sang serigala dengan ketakutan di wajanya.. dia tidak berpikir bahwa manusia yang di anggapnya lemah adalah seorang master yang hebat...
Aura yang mereka rasakan adalah aura khas dari seorang yang basis kultivasinya sangat tinggi... Dea melihatnya sebentar dan berkata “Tidak-tidak.. aku hanya ingin melihat pertarungan jadi cepat kesana dan bertarung lagi..” ucapan mereka membuat mereka terbelak...
Melanjutkan pertarungan lagi.. apaka manusia ini lupa dengan apa yang di katakannya sebelumnya.. batin mereka.
Dea melihat keduanya menatapnya aneh.. dia mengerti arti tatapan itu dan berkata “Aku hanya bilang bahwa untuk memperhatikan sekitar.. bukan untuk menyuruh kalian berhenti..” perkataanya membuat keduanya, memandangnya dengan dungu
“Dan untuk pengecut sekarang sudah selesai.. harimau itu terluka, dan sekarang kaupun juga terluka bukan.. sekarang keduanya seimbang, jadi silakan lanjutkan...” itu membuat keduanya muntah darah..
Sang serigala kini kalah telak dengan perkataan Dea...
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...