
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Aura Lan Xia Dea lepas dan mengagetkan semua yang ada di kemah, mereka terkejut
Di saat Dea ingin menyerang Xu Hei Fuyan yang sudah melihat wajahnya, suara wanita terdengar memangginya ‘Tuan Putri’
Dea menghentikan serangannya dan berbalik melihat orang yang memanggilnya.. ketika melihat bahwa itu adalah Xiao Rancheng yang memanggilnya, aura membunuhnya berangsur-angsur hilang
Xu Hei Fuyan melihat bahwa ada celah dan memilih untuk melarikan diri “..Kita akan bertemu lagi... Dea~” ucapnya dengan nada yang menggoda yang membuat Dea marah
Lalu orang itu melompat, hilang di kegelapan malam dan saat itulah Xiao Rancheng sampai dan menghampirinya
Dea kembali ke kemahnya bersama dengan Xiao Rancheng, ternyata mereka memanggilnya karena sudah tengah malam gegenya mengatakan pesan untuk lebih baik beristirahat kerena besok masih ada perlombaan
Setelah itu mereka kembali..
Sesampainya di kemah para laki-laki itu datang mengahampiri mereka, Yanzhi, Yanxui dan Han Luoyi pada Dea, sedangkan Xiao Wancheng pada kembarannya
Mereka khawatir karena tadi sempat merasakan adanya aura membunuh yang pekat kerena itu mereka khawatir
Xiao Rancheng tidak terlalu merasakannya karena dia berada pada jarak zona yang aman dari aura Dea dan tidak merasakan apapun
Tetapi lima laki-laki ini merasakan, bahkan mereka sedikit tertekan karenanya, sampai membangunkan Yun Qing yang tengah terbaring tidur
Mereka semua bahkan tertekan karena aura membunuhnya, bagaimana dengan Xu Hei Fuyan yang auranya ditunjukan langsung padanya.. itu pasti sangat sakit
Aura membunuh Dea bukanhanya untuk menekan orang tetapi dapat membuat mereka terluka sehingga mereka pingsan.. ini adalah sesuatu yang hanya orang benua Arck yang dapat melakukannya, tetapi tentu saja hanya orang tertentu
Mungkin di benua timur ini ada yang memiliki aura yang sama dengan Dea tetapi tidak mereka latih dan menjadi tidak berguna
Saat sampai di tempat kemah Yun Shao yang tadi tengah menjaga Yun Qing, dia juga merasakan aura membunuh yang Dea kuarkan
Dia bahkan sempat mengirah bahwa adanya seorang master tidak di ketahui datang mendekat dengan aura membunuh itu...
Bukan hanya dia saja, bahkan para peserta yang lain juga merasakannya, para penguasa, sang Ratu(ibu Dea) Kaisar dan permaisuri dari kerajaan sebelah
Di tenda para pengawas tengah panik saat ini karena aura yang menguar itu.. mereka takut bahwa ada salah satu peserta yang tanpa sengaja telah menyinggung seorang master yang tengah lewat
Karena kekhawatiran itu mereka memutuskan bahwa meraka akan mengirim pesan pada seluruh peserta bahwa acara berburu akan di segera berakhir
“..Dan hasil rapat ini adalah bahwa pasukan Laurenzhi akan memantau terlebih dulu bahwa semua peserta tidak ada yang hilang (mati) setelah itu akan di pikirkan selanjutnya..” ucap seorang yang membaca hasil rapat
Itu di setujui oleh semua orang, tetapi karena banyaknya peserta dan semuanya cukup jauh dari tenda pemeriksaan, makanya di butuhkan waktu
------
Dea yang kini telah kembali ke kemah mereka hanya diam saja dan auranya menjadi lebih dingin sehingga mereka tidak ada yang berani untuk mengajaknya berbicara
Dea kini sedang berusaha untuk meredahkan amarahnya. Walaupun auranya sudah tidak terasakan sekarang tetapi amarahnya tetap ada
“..Sial..! dia sudah melihat wajahku.. sial kalau tidak ada orang yang datang si berengsek tadi akan tamat di tanganku..” batin Dea yang kini tengah mengutuk Pangeran Xu Hei Fuyan
Mungkin orang kini di kutuk Dea tengah bersin...
Hachu..!! Suara bersin seseorang
“..Pangeran.. mohon jaga kesehatan kini sudah tengah malam tidak baik kalau keluar..” ucap Hao penjaga rahasia Xu Hei Fuyan
“..Itu benar Yang Mulia.. bagaimana kalau anda terkena flu, nanti siapa yang susah..” ucap Huo, perkataannya mendapat pukulan dari kembarnya Hao hingga dia menjerit “..Tidak berperasaan..!!” ucapnya
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...
jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...