The Lost Of Power

The Lost Of Power
16. Hanya Untuk Menjadi Seperti Badut 3




Lan Xiadea masuk kedalam paviliun dan memindai seluruh ruangan..banyak kenangan melintas di ingatannya ini adalah tempat yang penuh kenangan baginya, baik sedih maupun senang



Dia masih ingat bahwa sering kali dia menangis di sudut, sedih karena di benci oleh sang ayah tanpa sebab.. Dea hanya tersadar begitu Mei masuk dengan membawa pelayan lainnya



Dea menjadi dingin, dia menyuruh mereka membuang benda yang tidak dia perlukan lagi dia menyuruh mereka membuang semua yang ada di dalam kecuali buku dan menyuruh mengganti tempat tidunya dengan bantal, selimut bahkan sprai dengan warna putih yang halus tanpa design, lalu menyuruh mereka pergi



Lei Fang’er yang mendengar perkataan Dea tadi merasa kesal karena dia sangat menginginkan kamar tersebut tetapi tidak biasa dia dapatkan, dan ternyata ruangan itu milik Dea dia lebih marah, pikirnya bahwa Dea telah merebut apa yang di inginkan



Setelah para pelayan membersihkan kamarnya Dea meminta mereka pergi dan menyisakan Mei, Shin dan Yao dan berkata “Mei tolong beritahu pada orang dapur untuk menyiapkan makanan untukku makanannya, Shin kau pesankan barang barang yang ku butuh kan.. dan Yao pesankan baju yang ku mau harus yang simpel.. hanya itu aku mau semua barang yang ku butukan sudah ada besok pagi dan untuk makanan ku besok pagi aku yang akan membuatnya sendiri bahannya.. oke hanya itu” Dea berkata panjang lebar apa yang di butuhkan



“Baik putri..!! kami undur diri dulu yang mulia” ucap ke tiga dayang itu lalu menyisakan Dea sendiri. Tak lama kemudian makan malamnya datang, setelah memakan makanannya Dea pun beristirahat karena besok dia harus merapikan kamarnya



\---------


Di pagi menjelang tengah hari, di suatu ruangan terdapat seorang wanita yang sangat cantik dengan rambut berwarna biru gelap yang masih berusia menjelang Tujuh belas tahun yang masih tertidur lelap



Yah wanita itu adalah Dea yang masih terlelap padahal di luar para pelayan telah bolak balik untuk melihat bahwa dia telah bangun atau belum, mereka takut untuk membuka paksa pintu kamarnya karena Dea belum melepaskan segel yang ada di pintu



Setelah lama menunggu Dea tak kunjung membuka pintu kamarnya, lalu mereka melihat ke tiga dayang kelas atas Mei, Shin dan Yao. Mereka melihat keramaian yang terjadi di depan kamar Dea lalu bertanya kepada mereka apa yang terjadi, mereka menjawab “Nona Mei putri belum bangun, kami mau masuk dan membangun kan nya tetapi takut terserang karena segel yang ada belum di lepas, padahal ini sudah hampir tengah hari nona”



Mendengar jawaban dari salah satu pelayan itu  Mei, Shin dan Yao berjalan menuju pintu, Mei mengetuk pintu dengan memanggil tuan Putrinya



Tok Tok Tok “Putri, kami datang untuk membangunkan nona, mohon agar bangun pesanan yang di perintah kan oleh putri telah sampai” ucap Mei yang meminta Dea agar bangun



Tak lama kemudian Dea pun perlahan membuka matanya lalu berkata “....mimpi yang tidak ingin ku liat.... sial!” ucap Dea yang sepertinya tidak menyukai mimpinya yang dia lihat



Lalu dia mendengar keributan yang terjadi di luar kamarnya, dia memandang keluar jendela dia melihat bahwa matahari sudah tinggi “Pantas saja ribut” pikirnya, lalu dia pun membuka segel yang ada di pintu, para pelayan yang ada di luar melihat pintunya bersinar, mereka pun takut tetapi tidak bagi ketiga dayang, lalu mereka menjauh dari pintu



Itu sebenarnya tanda bahwa segel pintu telah di buka lalu mereka bertiga menjelaskan kepada pelayan lainnya bahwa Dea telah membuka pintu tetapi jangan ada dulu yang masuk sebelum dea memberi printah




Para pelayan yang mendengar perkataan Dea bingung lalu salah satu dari mereka berkata “Itu kami ingin membangunkan putri dan juga untuk membersikan kamar putri”



“Oh.. aku lupa bilang bahwa kalian tidak perlu membangunkanku lagi, untuk ke depannya jika ingin membersikan ruangan atau membawakan makanan kalian harus menuggu di depan pintu, aku yang akan mengizinkan kalian masuk kalau aku sudah bangun. Untuk kejelasannya Mei, Shin dan Yao yang akan menjelaskannya” kata Dea yang tidak ingin kalau mereka mengganggu waktu Dea, karena mereka sangat berisik tadi



“T.. tapi..” jawab ragu para pelayan



Ketiga dayang yang melihat para dayang yang ragu menjawab dengan tegas perintah dea “Baik putri!” melihat bahwa ketiga dayang menjawab dengan tegas, mereka pun mengikuti mereka



Lalu Dea menyuruh mereka untuk membersihkan kamar, ketiga dayang pun melapor bahwa barang yang di inginkan dea telah sampai



“Untuk pakaiannya, para designer telah tiba untuk membuat pakaian anda putri..” ucap Shin yang mengatakan bahwa para designer telah sampai



Yao “Untuk bahan makanan yang putri pesan telah sampai sejak tadi..”



“Hm.. untuk benda yang aku pesan suruh mereka untuk membawakannya kemari, untuk designer bilang pada mereka untuk menunggu, lalu untuk bahan makanannya bilang pada yang ada di dapur untuk tidak menyentuhnya.. itu saja” balasan Dea atas laporan yang dia dengar lalu ketiga dayang itu mengerjakan apa yang di perintahkan oleh Dea



Tak berapa lama para pelayan pria dan Mai membawa benda yang di pesan Dea lalu dia menyuruh para pelayan wanita untuk keluar kemudian dia menyuruh para pelayan pria meletakan benda yang Dea pesan atas perintahnya lalu menyuruh mereka keluar menyisakan Mei yang berdiri di luar pintu



Melihat Mei yang masih berdiri di depan pintu, dia menyuruhnya untuk pergi dan panggil pelayan wanita untuk menggantikannya menunggu perintah lalu Mei pun pergi, sebelum dia pergi dea menyuruhnya untuk menutup pintunya



Kini tinggal dea sendiri di dalam kamar itu lalu dia mulai menata kamarnya, dia menata kamarnya dengan sangat indah dengan apa yang ada di dalam serba putih, sederhana tetapi elegan



Di sudut kiri kanan dekat beranda yang dibatasi dengan pintu kaca dia menaru rak buku yang sangat besar berbentuk setengah lingkaran dan juga di dampingi dengan meja dan sofa untuk tempat membaca, di bagian kanan dekat beranda yang dibatasi dengan pintu kaca dia menaru alat musiknya seperti kecapi dan Qin yang dia pesan khusus



Sebenarnya di dunia ini Qin adalah alat musik yang sangat susah di mainkan dan juga sangat mahal, hanya para bangsawaan dan keluarga kerajaan yang kaya yang dapat membelinya



Namun mereka menggunakan nya sebagai pajangan tidak digunakan untuk di mainkan, mereka memajang Qin untuk menunjukan seberapa kayanya mereka