
“Apa yang kau katakan.. tidak sopan, berani sekali kau mengatakan bahwa kami ini bodoh..” ucap tetua Li Wang yang tidak terima dengan apa yang di katakan Lan Xiadea, dan juga dia ini menambahkan bumbu untuk membuat kehebohan
Tapi Dea menghentikannya dengan kata-kata “Heh.. tadi kau berkata bahwa temanku itu sudah berbuat curang dan sekarang kau yang note yang adalah seorang tetua, malah tidak bisa melihat kecurangan yang terlihat jelas seperti ini..”
“Apa.. kau..” Li Wang mencoba melawan
“Bukankah ini aneh...” ini membuat merka mulai berbisik-bisik.. karena tujuan pembicaraan Dea sangat jelas.. ini membuat tetua Li Wang menjadi panik
Chan Bai Rin yang kini sudah merasa bahwa tetua Li Wang suda tidak berguna, mengangkat suara..
“Memang bahwa Ning Zhuxing memakai gelang giok yang bisa menambah kekuatan, tapi bukankan tidak ada bukti bahwa dia memakai kekuatan dari gelang itu..” katany.. pikirnya ini adalah kesempata, lagi pula gelang sudah di hancurkan oleh Dea jadi tidak ada bukti pemakaian
Tapi bukan Dea namanya kalau tidak melawan.. dia tidak bisa diganggu oleh orang yang sudah menyinggungnya
“Seseorang yang dengan masih berada di tingkat kultivasi Perang level 33 bisa mengeluarkan serangan yang hanya bisa di gunakan tingkat Perang level akhir.. apakah itu bisa di lakukan?” pertanyaan mematikan dari Dea
Tapi Chan Bai Rin masih bisa mempertahankan ketenangannya “Jika dia berusaha pasti bisa..” ini membuat Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu merasa aneh
Tapi jawaban Chan Bai Rin ini malah mambuat Dea tertawa “Haha.. dengan fisik seperti itu?.. dia akan mati di tempat jika melakukannya..”
“Oh dan satu hal lagi..” Dea berbalik dan menatap Ning Zhuxing yang terdiam di tanah.. ini membuat Ning Zhuxing juga menatapnya dengan bingung “Kau tanpa sengaja mengatakan bahwa kau sudah curang..” ini membuatnya berkeringat dingin
“Ini.. apa yang kau..”
“Oh.. ayolah.. aku tidak menyebutkan sedikitpun tetang kau curang dengan menggunakan gelang itu.. aku tidak menyebutkan satupun perihal gelang itu, dan kau malah menyangkal bahwa gelang itu hanyalah gelang biasa, memangnya siapa yang mengatakan bahwa itu bukan gelang giok biasa” kini nada suaranya menjadi dingin
Ning Zhuxing kehilangan kata-katanya...
“Kau..” mereka berargumen
Penatua ke Empat yang sudah menyaksikan serta mendengarkan perkataan keduanya, mengambil keputusan.. dia menyuruh keduanya untuk berhenti berdebat “Baiklah.. murid Ning Zhuxing di nyatakan telah curang..”
“Tapi penatua..” tetua Li Wang ingin membalas
Dengan itu penatua ke Empat mengangkat tangan menyuruhnya berhenti.. “Tapi karena murid Zhao Yinxu berhenti dan juga tidak ada tanda bahwa gelang giok sudah di pakai, saya nyatakan bahwa ini adalah seri..”
Ini membuat Chan Bai Rin sedikit kesal, tapi setidaknya dirinya tidak ketahuan..
Tapi berbeda dengan Dea.. dia marah karena keputusan itu.. “Hah?!” ucapnya dengan dingin
Tapi penatua ke Empat belum juga selesai.. “Murid Lan Xiadea juga, karena menghentikan jalannya pertandingan, akan di hukum..”
Dea tidak terima dengan hasil seperti ini.. “Hah.. jika aku tidak menghentikan serangan itu, Zhao Yinxu sekarang sudah menjadi abu..”
Kali ini bukan penatua ke Emapt yang berbicara kali ini tetau Li Wang “Kau bertindak secara semena-mena,.. bukankah di sini ada kami para tetua..”
“Hah.. tetua?.. kalian bahkan tidak bisa menyadari bahwa dia menggunakan gelang penambah kekuatan itu, bagaimana mau melindungi temanku..”
“Apa.. karang ajar!!” teriak tetua Li Wang
Tapi juga merasa senang karena, Dea akan menerima hukuman.. tapi masalahnya Dea tidak takut dengan hukuman apapun yang akan mereka berikan karena semua itu bahkan tidak akan membuatnya merasa geli..
Penatua ke Empat berunding sebentar, setelah beberapa saat mereka selesai dan senyum di wajah tetua Li Wang tidak berhenti
“Hukuman yang kami berikan padamu, kau akan melawan Luo Hong San dan juga Xu Hei Fuyan setelah melawan Chan Bai Rin..” ucap penatua ke Empat
Ini membuat Dea kaku.. apa yang baru saja dia dengan barusan.. mendengar ini semua orang bagai di sambar petir.. bukankah ini hukuman yang cukup berat
“Luo Hong San dan Xu Hei Fuyan di larang untuk mengalah ataupun melonggar.. aku akan melawan mereka secara bergantian.. itu artinya kau memiliki tiga pertarungan lagi, tanpa istirahat” ini sungguuh kejam kedengarannya
Luo Hong San yang mendengarnya, tidak terima “Penatua ini tidak adil baginya..” ucapnya menolak, tapi penatua ke Empat tidak menerimanya..
Berbeda dengan Luo Hong San, Xu Hei Fuyan melah menjadi serius.. “Hei ular.. katakan sesuatu..” kata Luo Hong San membujuk, tapi Xu Hei Fuyan malah mengabaikannya karena pikirannya penuh dengan bagaimana dia akan melawan Dea
Luo Hong San dan lainnya tidak tau, tapi dia sendiri tau betapa kuatnya Dea.. ini bukan menjadi masalah bagi Dea tapi bagi dirinya..
Inilah yang membuat Dea termenung mendengar apa yang di katakan oleh penatua ke Empat.. pikirnya bahwa ini bukanlah hukuman, tapi tempat bermain baginya.. senyumnya tidak bisa hilang dari wajahnya...
\-------
“Dea apa kau baik-baik saja..?” tanya Shua Yunru Xi begitu melihat Dea yang turun dari alua dengan mata yang penuh dengan keceriaan.. lihat saja bahkan dia tertawa
Ini jelas membuat Shua Yunru Xi menjadi bingung
Sementara itu Zhao Yinxu menjadi murung.. pikirnya Dea terkena masalah karena dirinya.. dengan itu dia mendekat pada Dea “Dea maaf karena ku kau...”
“Kenapa meminta maaf..” jawab Dea.. ini berbeda dengan dari yang biasanya.. nada sauranya menjadi lebih akrab, tidak dingin seperti yang sebelumnya..
Zhao Yinxu berpikir bahwa Dea akan menjawab dengan nada suara yang lebih dingin.. tapi sekarang ini lebih hangat dari yang di kira
Ini membuat Zhao Yinxu bingung sampai menjawab Dea dengan gugup.. “Ti..tidak.. maksud ku..”
“Ini bukan salahmu.. kenapa harus minta maaf..” ini membuat keduanya bingung.. karena dapat di dengar dari suara Dea bahwa dia sepertinya senang.. “Dan juga.. lagipula, aku cukup menantikannya..” pada titik ini mereka dapat merasakan ketakutan dalam nada suaranya
Tidak tau mengapa...
\--------
Kini giliran Dea dan Chan Bai Rin tiba... terlihat di sana, bahwa Chan Bai Rin merasa senang karena dia akan dapat menyiksa Dea... tidak hanya itu, dalam pikirannnya, setelah Dea kalah darinya, dia akan melawan dua kekuatan besar di angkatan.. ini tentu membuanya sangat-sangat senang...
Senyum mengejek muncul di wajahnya.. “*Pasti sekarang ini, wajahnya di penuhi ketakutan.. badannya pasti bergetar*..” pikirnya
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***