The Lost Of Power

The Lost Of Power
74. ‘Rubah Biru Perak’



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Yanxui dan Han Luoyi yang melihatnya tau apa maksudnya, mereka kemudian berteriak, memerintahkan semua orang untuk mundur.. mereka pun menurutinya, mereka tau bahwa para Pangeran negri akan membantu mereka untuk mengalahkan hewan siritual itu


Ada beberapa orang yang masih ingin menyerang Rubah itu bersamaan dengan Yanzhi, berniat untuk membantu.. “Pangeran biarkan kami membantumu melawan hewan itu..” jawab salah satu dari mereka, menatap serakah


Pikirnya dengan membantu Yanzhi, dia akan mendapatkan bagiannya juga.. tetapi apa yang di dapatnya hanyalah tatapan tajam dan dingin dari Yanzhi yang jelas-jelas marah


Dea yang sudah tiba di sana melihat hal itu dan melemparkan kunai, pisau kecilnya dan itu melewati mereka memberi mereka luka ringan di wajah mereka, menggores pipi orang yang berbicara itu


Mereka semua merinding ketakutan kerena akibat lemparan Dea itu membuat pohon yang di tancapnya retak dan hampir tumbang


Hal itu membuat mereka yang tadinya berisik menjadi diam, bahkan Rubah itu pun


Melihat bahwa semuanya menjadi senyap, Yanzhi datang mendekat pada sang Rubah biru perak, hasil itu membuat hewan itu bergetar ketakutan, waspada dengan apa yang ada di depannya


Tetapi sekilas dia menjadi tenang karena belayan yang dia rasakan, itu membuatnya merasa nyaman, lalu suara terdengar “Maaf sudah membuatmu menderita..” ucap Yanzhi membuat mereka yang ada di sana kecuali saudaranya, terkejut dengan tindakannya


Terutama Lei Fang’er, dan Ling bersaudara..


Tanpa membalikan punggungnya, Yanzhi dengan nada suara yang dingin bertanya “Katakan apa yang terjadi di sini..” suaranya seperti menahan amarahnya


Dengan keberanian Ling Yueshang menjawab “Menjawab Yang Mulia, ini.. kami awalnya ingin memburuhnya ketika melihatnya, tetapi tanpa kami duga kekuatan dari hewan ini sangatlah besar kami tak sanggup menahannya, untunglah Yang Mulia datang dan membantu kalau tidak..”


Yanzhi menahan amarahnya, ketika dia mendengar jawaban dari Ling Yueshang, amarahnya meledak. Dea yang melihatnya menggelengkan kepala “Ara ra..” ucapnya sambil menggelengkan kepala


Yanzhi kemudian berbalik dan menatap mereka dengan marah.. “Apa yang kalian lakukan!! Beraninya kalian melukai hewan spiritual yang menjaga kerajaan Laurenzhi!!” ucapnya menggelegar, membuat sekelompok orang itu takut


Kemudian Ling Yu maju dan berkata dengan berani.. “Tetapi pangeran.. bukankah semua hewan spiritual yang ada di hutan ini bisa kami buruh.” ucapnya yang di anggap benar oleh robongannya,


Dia tidak mengerti kenapa Yanzhi harus marah hanya karena hewan spiritual yang kecil ini.. sebenarnya dia sudah kesal dari tadi.. kalau bukan karena Lei Fang’er yang mengatas namakan dan memamereka dirinya yang akan menjadi Putri Mahkota, ini semua tidak akan terjadi...


“Seharusnya ini sudah di ajarkan di rumah.. ini adalah sejarah umum yang di ketahui di seluruh benua timur, bahwa hanya keluarga kerajaan Laurenzhi yang bisa menangkap hewan ini, yang artinya adalah hanya keturuanan kaisar pertama Laurenzhi yang berhak.. dan kalian seenakknya ingin memburuh” ucap Yanxui, menambai, dia juga sebenarnya marah pada robongan itu, tetapi menahannya karena ada dua orang yang lebih tua dari keluarganya yang telah marah, tidak baik baginya untuk menabahi


Tetapi kilatan iblis muncul di perkirannya “Bukankah sebagai warga dari Laurenzhi, kalian tau akan hal itu.. bukankah itu adalah hal yang aneh.. kalau kalian adalah orang luar, mungkin wajar untuk lupa, tetapi sebagai orang telah ‘tinggal’ lama di Laurenzhi, kalian tidak tau? Apakah kalian merencanakan memberontak pada keluarga Kaisar Laurenzhi yang memimpin seluruh daratan benua timur..??” ucapnya dengan sinis


Yanxui tidak terlalu menyukai Ling bersaudara kerena kejadian sebelumnya yang merendahkan dan menuduh Dea, jiejie-nya, dan alasan yang kedua karena kelihatannya Ling bersaudara bersekongkol dengan Lie Fang’er yang paling di bencinya


Ucapannya itu mungkin karena hanya ingin menyindir mereka, tetapi itu membuat Lei Fang’er merinding sehingga punggungnya berkeringat


 


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...