
Yanzhi Zhuxiu yang ada tak jauh dari keduanya, melihat Lan Xia Dea yang mengerut, menelan ludah kasar, tanpa sadar dia mundur selangkah dan memalingkan wajahnya ke arah lain
Brukk.. Dea memukul Yanxui Ki Hua di dahinya dengan jentilan yang membuatnya jatuh tersungkur kebelakang.. “Apa yang..” ucap Yanxui ingin mengeluh, ketika dia melihat Dea kata-katanya tertelan
“Apa yang kau katakan.. apa kau mengira Jiejiemu ini menjadi aneh karena terbentur..” suaranya tenang dan terlihat tidak marah sedikit pun.. hanya saja merasa sedikit kesal dengannya, tapi di mata Yanxui, itu menyeramkan, dia meneguk ludah kasar
Dea memalingkan wajahnya dan merenung, dia berkata dengan lembut “Hanya saja.. ada sesuatu yang ku nantikan..” dengan itu membuat mereka berdua terdiam..
Malamnya...
Seperti biasa, Dea di dandani dengan berlebihan, karena inilah dia tidak menyukai pesta seperti, sangat merepotkan..
Dengan permintaannya, para pelayan menyerahkan penampilan Dea pada dirinya sendiri “Akan ku lakukan sendiri” katanya. Melihat para pelayan telah pergi, Dea menghela nafas..
Sekarang dia sendirian di dalam ruangannya itu.. dia menarik cadarnya dan berendam.. merasa sudah cukup, dia keluar dari sana dan merias dirinya
Pakaian dengan warna gelap, kesayangannya.. ini adalah ciri khas darinya.. orang-orang biasanya suka dengan warna terang, tapi Dea lebih cenderung ke warna yang lebih gelap seperti hitam.. mungkin satu-satunya warna terang yang di sukainya, hanyalah warna biru dan putih saja..
Tapi tentu pakaian yang di pakainya keseluruhannya gelap.. tentu saja itu di hiasi dengan warna keemasan sebagai penambah pesonanya.. pakaian dengan gaya apapun cocok dengannya
Seperti sekarang.. biasanya dia memakai hanfu pendek selutut berlengan panjang.. tapi kini, dia memakai hanfu seperti yang biasa di pakai orang lain
Hiasan di kepala yang berbentuk kupu-kupu yang sangat indah.. seperti biasa, untuk rambutnya di biarkan terurai
Untuk wajah, kurasa tidak perlu lagi adanya penambahan apapun karena wajahnya itu sudah sangatlah sempurna, jika menambah hiasan, hiasan itu akan kalah dengan kecantikannya.. tapi dia memakai pemerah untuk bibirnya
Tidak terlalu tebal, tapi cukup untuk membunuh sebagian pria jika melihat penampilannya saat ini.. jangankan para pria, bahkan wanita juga, seperti sekarang, para pelayan datang masuk setelah meminta izin
Mereka terpesona dengan wajah Dea yang tanpa cadar, bahkan sebagian, menahan diri untuk tetap sadar.. hanya setelah Dea berbicara, mereka akhirnya sadar
“Ambilkan cadar yang senada dengan pakainku..” mereka yang masih berdiri termenung, seketika tersadar
Dengan gugup salah satu dari mereka menjawab “I.. Iya putri..” sedangkan yang lainnya menjadi salah tingkah, mereka bingung dengan apa yang harus di lakukan
Melihat mereka yang sepertinya menjadi linglung, Dea menghela nafas kasar “Bawahkan selendang tipis dan juga siapkan sepatuku” dengan itu mereka bergegas
Di aula tengah dari paviliun khusus mereka, Yanzhi dan Yanxui sudah menunggu.. tidak tau mengapa, keduanya memakai pakaian yang warnanya senada dengan Dea
Dea terkejut dengan itu..
“Jiejie..- Dea..” suara keduanya menyadarkannya.. di balik cadarnya, senyum menawan muncul, melihat keduanya mengulurkan tangan padanya
Dengan itu mereka berangkat...
“Ow... maafkan saya putri Shua Yunru Xi, pakaian anda jadi kotor kerena saya..” ucap teman-teman dari Chan Bai Ran dengan sengaja mengejek Shua Yunru Xi
Mereka dengan sengaja menumpahkan minuman pada nya dan meminta maaf dengan sangat sopan sehingga yang akan di perbicarakan adalah Shua Yunru Xi..
Itu adalah hal uang terjadi di perkumpulan para bangsawan.. yang di anggap tidak menguntungkan akan di ejek demi bisa menyenngkan yang lain
Zhao Yinxu ingin membalas mereka tetapi di tahan dengan gelengan kepala dari Shua Yunru Xi.. “Jangan..” ucapnya dengan bahsa bibir... Zhao Yinxu tidakah bodoh, da mengerti dengan jelas di mana posisi mereka
Dengan itu dia tidak bisa membantu.. kini dapat di lihat dari matanya kemaraan yang di tahannya bercampur dengan tangis
Mereka yang menindas Shua Yunru Xi, melihat tatapan Zhao Yinxi, mereka terkekeh.. salah satu di antaranya berkata “Kenapa, ada apa dengan tatapan mu itu.. kau berani menatapku seperti itu!!” katanya dengan mengangkat tangannya..
Tangannya berhenti di udara begitu mendengar suara yang mereka kenal
Chan Bai Rin yang dengan wajah yang tersenyum, berkata “Hentikan.. jangan lakukan itu.. itu akan menjadi perhatian jika dia berteriak..” ucapnya dengan mata yang menyelidik kesekitar, melihat apakah ada yang memeperhatikan mereka
Melihat tidak ada yang memperhatikan, dia maju dan menatap keduanya, ingin mengatakan sesuatu “Menyedihkan..” ucapnya dengan nada yang mengejek, lalu mendorong Zhao Yinxu ke belakang
Pada saat itu datang lagi suara seorang.. itu adalah suara berat yang biasa di miliki oleh pria “Apa yang kalian lakukan..” tanya nya dengan nada yang menekan
Chan Bai Rin tau suara siapa itu.. itu adalah Luo Hong San!! Pria yang di sukainya sedari kecil..
Melihatnya ada di sini, dia sedikit panik karenanya.. dengan capat dia membungkuk menedekati keduanya dan berbisik “Lihat saja nanti jika kalian memberitaunya apa yang terjadi..” ucapnya dengan sinis, menggancam, membuat keduanya ketakutan, mau tidak mau mereka harus diam
Dengan itu Chan Bai Rin berbalik dan ekspresi wajahnya berubah “Tidak ada apa-apa pangeran.. ini kami sedang membantu Shua Yunru Xi.. tadi tidak sengaja kami menabraknya dan pakaiannya menjadi kotor..” ucapnya, berpura-pura tidak ada yang terjadi
Ekspresinya sungguh berbeda 180°.. jika Dea saat ini ada di situ, dia akan bertepuk tangan dan memuji hal itu..
Luo Hong San masih ragu dengan apa yang terjadi.. ini membuat Chan Bai Rin menjadi lebih gugup..
Dia tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Chan Bai Rin, dia menatap keduanya, seperti meminta kepastian tanpa berbicara.. mereka mengerti kepribadiannya
Melihat Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu yang kelihatannya ragu, Chan Bai Rin menoleh melihat keduanya dan memelototinya.. berusaha untuk tidak membuat Luo Hong San curiga dia berkata “Bagaimana ini.. apa kah harus ku pinjamankan pakaian tambahanku?” katanya
Dengan cepat Zhao Yinxu berkata “Ta..tak apa.. aku memiliki pakaian yang bisa di pakai Yunru..”
Karena takut mereka mengiakannya “I.. Iya..” ucap Shua Yunru Xi dengan senyum tak berdaya, sedangkan Zhao Yinxu, terpaksa tersenyum... mereka takut, mendengar apa yang di katakan Chan Bai Rin, itu sudah pasti ancaman
Mungkin saja setelah Luo Hong San pergi, penderitaan mereka akan menjadi-jadi.. bagaimana pun juga, jika mereka mengatakan yang sebenarnya, Chan Bai Rin mungkin saja akan lolos dengan mudahnya
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***