The Lost Of Power

The Lost Of Power
63. Dewi Lan Xia Dea



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Lan Xia Dea datang mendekat pada mereka... di tengah-tengah mayat gelmbolan serigala itu, Dea muncul dengan keindahan yang melekat padanya walaupun dengan memakai cadar tipisnya


Keanggunannya masih tetap di rasakan dan membuatnya terlihat seperti seorang dewi mereka berempat terpana dengan pesonanya


Dengan masih berada di atas kuda Dea menatap ke bawah, membuatnya terlihat lebih mempesona.. dengan dinginnya dia berkata “..Apa kalian baik-baik saja..” ucapnya


Segera Yanzhi, Yanxui dan Han Luoyi datang menghampirinya “..Jiejie..” ucap Yanxui dengan riangnya melihat kakak perempuannya ada di sana


Tersadar dengan kehadiran rombongan Dea, salah satu dari robongan yang di serang tadi membukukan dirinya.. “..Salam untuk para Yang Mulia.. terimakasih karna sudah membantu kami tadi..”


“.. Yah terimakasih juga untuk nona ini karena membantu..” ucap satu yang lain


“..Hm begitu..” Dea dengan dingin menatap mereka sekemudian mengangkat tangannya dan menjentikan jarinya


Tak..


Seketika pedang api itu lenyap dan menyisakan mayat serigala itu.. hal itu tidak lepas dari pandangan mereka semuanya, hasil itu mengejutkan mereka


“..Jadi yang mengeluarkan jurus tadi adalah jiejie..” ucap Yanxui dengan kegirangan ketika mengetahui bahwa yang membantu mereka tadi adalah Dea


Seakan menyadarkan mereka, ke empat orang itu membungkuk lagi berterimakasih pada Dea


Dea menatap mereka datar seperti biasanya, lalu dengan nada yang malas dia berkata “..Lebih baik membunuh mereka dengan sekaligus karena mereka adalah hewan spirit yang merepotkan, walaupun tingkat mereka rendah mereka berkelompok, jangan meremehkannya.. hal yang paling berbahaya dari hewan spirit bukan dari tingkatannya tetapi karena mereka berkelompok.. dan cara terbaik menyerang mereka adalah dengan membunuhnya sekaligus..” ucap Dea dengan panjang lebar


Dea berbicara seperti itu setelah melihat bahwa Level mereka adalah kultivasi yang cukup lumayan.. dengan Level seperti itu mereka dapat dengan mudah melawan serigala-serigala itu


Mendengar ceramah panjang dari Dea salah satu dari meraka menjawab “..Bukan begitu.. sebenarnya itu adalah salahku.. aku terluka disaat mereka datang pada gelombang yang pertama, kami tidak menyangkah bahwa mereka akan meminta kawanan lain datang dan menyerang kami semua sehingga kami kesulitan..”


Dea menatap mereka berempat dan berbalik menatap ketiga saudaranya dan berkata “..Huh.. lupakan dengan mereka, kalian bertiga seharusnya tau hal itu bukan..”


Jelb...


Ucapan Dea menusuk mereka, mereka menjadi kaku sekarang, pada saat mereka melihat keemepat orang itu, mereka tidak berpikir sampai kesana.. sungguh mereka melupakan hal itu


Kemudian dengan keinginan untuk mengubah topiknya Yanzhi bertanya dengan lancarnya pada keempat orang tersebut “..O oh yah... bukankah tadi kalian bilang terluka, apakah lukanya cukup parah..?”


Dea menatap kakaknya ini dengan tatapan mencurigakan kemudian membalikan wajahnya pada wanita yang tadi berbicara “..Oh itu tidak parah hanya sedikit terkilir dengan cakar dari hewan spirit tadi..” ucapnya


Dea mengerutkan matanya “..Itu parah..” katanya membuat mereka menengok ke arahnya.. bukankah itu hanya kaki yang terkilir dan goresan saja.. apa yang para dari itu.. batin mereka semuanya


Bahkan perempuan tadi menatap Dea dengan bingung.. melihat bahwa mereka semua tidak ada yang menyadarinya, Dea menghela nafasnya dan berkata “..Ada racun di cakar serigala putih itu..” perkatannya menge jautkan mereka terutama wanita itu


Melihat akhirnya mereka mengerti Dea berkata dengan santainya, dia menatap wanita itu “..Aku heran kenapa sekarang kau masih tidak merasakan pengaruhnya sampai sekarang..”


Perkatannya seperti menyadarkan wanita itu.. wanita itu kemudian merasakan pusing di kepalanya, sekejap di pingsan.. sedangkan rekan-rekannya panik di buatnya


“..Yun Qing..!! Yun Qing!!” ucap wanita yang ada di sebelanya wanita yang bernama Yun Qing itu..


Melihat bahwa wanita bernama Yun Qing itu terkapar pingsan, ketika suadara Dea ingin membantu tetapi tidak bisa kerena tidak memiliki penawarnya.. khusuhnya Yanzhi.. dia adalah seorang Pangeran Mahkota dan memilika tanggung jawab yang besar terhadap rakyatnya.. dan saat ini dia merasa tidak berdaya


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...


jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...