
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Chan Bai Rin menjadi kaku, dia segera menurunkan tangannya dan memegang tangan dari Shua Yunru Xi “Ah tidak ada apa-apa guru..” ucapnya dengan manis, dia juga segera berbisik pada Shua Yunru Xi “Lebih baik, kalian tidak mengatakan apa-apa kalau tidak mau menderita” bisiknya. Dengan itu dia berbicara kembali dengan nada yang lembut “Aku hanya ingin bertanya pada Yunru dan Yinxu, apakah mereka baik baik saja.. benarkan Yunru Yinxu”
Dia mengatakan itu dengan tatapan yang manis, tapi bagi Shua Yunri Xi dan Zhao Yinxu, itu seperti mimpi buruk.. dengan segera mereka menoloh pada guru Sun dan mengiakannya
Guru Sun tidak melihat keanehan di sana dan hanya mengagguk.. “Hari ini akan ada murid baru pada kelas ini.. dia adalah murid pindahan dari perguruan lain.. guru harap kalian bisa berteman dengan baik” dengan itu dia mempersilahkan Lan Xia Dea yang masih berada di luar
Mereka menjadi riuh.. “Murid baru.. siapa yah”..
Perlahan suara langkah kaki di sertai dengan suara lonceng terdengar... Tap.. Tap.. Tap.. suaranya begitu halus, serasi dengan suara lonceng, membuat semua yang ada di ruangan itu menjadi lebih penasaran dengannya
Tak lama kemudian, seorang wanita dengan berpakaian hanfu yang indah kebiruan.. hanfu yang di pakainya, terlihat tidak bermotif, tapi kulitnya yang begitu mulus membuatnya sangat
ocok dengan pakaiannya.. membuat hanfu itu menjadi lebih indah
Hanfu yang di pakainya, terbilang halus, sampai membuatnya mudah di bawah arus angin... orang-orang yang ada di sana, terpesona dengannya
Mereka yang tadinya riuh menjadi hening ketika melihatnya.. aura keanggunan itu begitu terasa, membuat mereka sedikit merona
Ini pertama kalinya, ada seseorang yang begitu mempesona dengan barang yang murah... bahkan itu terlihat lebih berkelas melebihi hanfu berkualitas yang di pakai Chan Bai Rin
Chan Bai Rin, adalah seorang nona bangsawan keluarga perdana mentri dari kerajaan Fuyang.. keluarganya memiliki kekayaan yang melimpah, melebihi keluaga kerajaan yang di bawah empat kerajaan di benua Timur
Keluarganya, sangat mendukung semua keputusannya dalam hal apapun.. tidak peduli apa itu benar ataupun salah.. selama semuanya bisa di selesaikan dengan uang, mereka akan membiarkannya melakukan apapun
Seperti sekarang ini.. dia dengan berani menindas dua orang yang memiliki identitas seorang putri kerajaan.. tidak ada yang mempermasalahkannya kerena keluarga yang mendukungnya..
Melihat adanya orang yang menarik banyak perhatian selainnya, Chan Bai Rin meresa kesal.. dia tidak terima dengan hal itu.. wajahnya menjadi masam...
Dea berjalan dengan perlahan.. di dalam ruangan itu, satu orangpun beluam ada yang dapat melihat wajahnya
Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, masih merundukkan wajah mereka.. menyembunyikan mata mereka yang memerah kerena tangisan.. jika mereka melihat wanita yang masuk itu, mereka akan mengenalinya....
Dea berhenti di depan dan mengangkat wajahnya... mereka sedikit terkejut ketikan melihat wajah Dea yang tertutup dengan cadar.. mereka riuh kembali
Chan Bai Rin, sedikit tersenyum melihatnya.. pikirnya bahwa di balik cadar itu, tersimpan wajah yang buruk, karena itu dia menutup wajahnya
Tapi dia masih sedikit kesal karena, pria yang menjadi perwakilan kelas, menatap Dea dengan penuh minat..
Pria dengan paras tampan memakai hanfu berwarna biru gelap, membuatnya terlihat gagah... tatapannya selalu dingin ketika menatap seseorang, ekspresinya tidak berubah.. tapi sekarang, apa yang di lihatnya.. tatapan itu jelas berbeda dengan yang biasa di lihatnya
Melihatnya sekarang memiliki tatapan yang penuh minat pada Dea, dia merasa tersakiti, dia memandang Dea dengan permusuhan..
Dea, dia masih diam di tempatnya, memperhatikan sekitarnya. Matanya bertemu dengan pria itu, membuatnya memiliki perasaan yang aneh
Auranya... rasanya seperti pernah bertemu, tapi di mana.. dia tidak bisa mengingatnya dengan jelas.. dia tiba-tiba teringat di mana dia merasakan aura itu.. matanya menjadi tajam dan dingin menatap pria itu
Karena wajah yang tertutup dengan cadar, tidak ada yang bisa melihat apa yang ada di baliknya.. Dea di balik cadar, tersenyum dingin.. senyum itu seperti senyumannya saat sedang menyiksa para penjahat saat menjalankan misi.. senyum yang menandakan haus darahnya kembali
Dea tersentak terkejut ketika mendengar deheman dari guru Sun.. guru Sun mulai mengangkat suaranya untuk memecah keheningan “Ehm.. dia adalah murid yang baru.. namanya...” belum selesai dia menjelaskan, Dea sudah memotong terlebih dahulu
Dea mengerti kemana arah perkataan sang guru, dan memotong sebelum terlanjut.. dengan dingin dia memotonganya “Dea.. Lan Xia Dea” ucapnya dengan suara yang dingin
Yang di dengar oleh para lelaki, suaranya bagaikan suara seruan dari malaikat.. suara yang sangat halus dan indah.. itu terdengar sedikit dingin, tapi sekarang siapa yang peduli dengan suara yang dingin itu.. yang jelas suaranya sangat indah..
Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, ketika mendengar suara Dea, mereka dapat mengenalinya, mereka berdua, secara bersamaan mengangkat kepalanya.. mereka terkejut melihatnya..
Ini adalah orang yang di kenalnya.. ini adalah orang yang di bantunya tadi.. senyum kini muncul di wajah mereka, walau itu senyum yang ringan
Chan Bai Rin, mendengar nama Dea, dia sedikit tenang, yang jelas, nama itu bukanlah nama keluarga kerajaan manapun dan dia sedikit tenang karenanya.. Lan, dia tidak pernah mendengar nama keluarga seperti itu di benua timur..
Dea, dia mengatakan namanya saja tanpa nama keluarga, otomatis membuat mereka berpikir bahwa nama keluarganya adalah Lan.. mereka tidak bisa di salahkan dengan itu...
Guru Sun segera menyuruhnya untuk duduk.. dia menunjuk tempat duduk yang ada di sebelah Chan Bai Rin.. itu terletak di depan..
Mengingat tentang betapa hormatnya kepala sekte terhadapnya, membuat guru Sun harus bersikap hati-hati padanya dan memperlakukannya dengan baik, tapi perkataan Dea membuatnya merasa aneh
Chan Bai Rin, tersenyum masam, ketika mendengar perkataan guru Sun.. dia sedikit tidak setuju dengan itu.. tapi setelah di pikir-pikir, ada bagus juga jika Dea duduk di sebelahnya.. dia bisa memanfaatkannya, membuat tameng dan mempermalukannya
Tanpa di duga, Dea tidak mau dengan usulan guru Sun, Dea dengan cepat memutuskan di mana dia duduk.. orang-orang yang ada di kelas, tersentak.. Ini sudah kedua kalinya Dea memotong perkataan guru Sun, dan pertama kalinya ada seseorang yang berani membantah guru Sun
Bahkan guru-guru yang lain tidak bisa, tapi ini...
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak yah..
Favorit...
Comment and Like...