The Lost Of Power

The Lost Of Power
10. Seorang Adik 3




Mendengar Lan Xiadea memanggil panggeran mahkota kakak membuat siapapun terkejut karena berpikir bahwa yang di depannya ini berarti seorang putri



Tetapi kemudian membenarkan diri sendiri menyangkal bahwa itu tidak mungkin karena selama ini tidak pernah ada berita bahwa kerajaan memiliki seorang tuan putri, karena hal itu mereka bersekulasi bahwa yang di depan mereka hanyalah seoreng adik angkat dari sang pangeran bukan seorang putri



“Ini adalah pilihan ibu.. ini bukan pilihan ku”



“Pa pangeran ke kenapa berbicara seperti itu, “



Malu wanita itu karena perkataan Yanzhi, lebih mau lagi karena semua yang ada di sana mendengar hal itu mau pelayan atau pun para parajurit mereka semua menahan diri agar tidak tertawa karena mereka masih sayang nyawa



Dia juga sama seperti yang lain berpikir bahwa yang di depan nya itu bukan seorang tuan putri karena ratu tidak perna memperkenalkan pada nya lalu berpikir bahwa Dea akan merebut posisi istri pangeran



Dia berpikir bahwa dirinya lah yang akan menjadi istri dari pangeran karena kecantikannya yang dia pikir lebih unggul dari yang lain



“Sudalah kau pasti lelah kan? Tetapi kenapa kau datang lebih cepat dari perkiraan tanpa memberi tau terlebih dahulu, kalau kau memberitau aku bisa menjemputmu”



“Itu merepotkan...” jawab Dea



“Ha... kau masih saja sama” sambil mengelus-elus kepada Dea



“Ah... jangan mengelus kepalaku rambutku jadi berantakaan”



“Iya iya... ayo pergi aku akan memberitaukan pada ibu kalau kau sudah kembali”



“Oh.. ternyata kau adalah adik pangeran ya..?! biar aku yang menemani mu pangeran pergi saja memberitau pada ratu”



Wanita itu pun tidak melewatkan kesempatan untuk bersikap baik di depan pangeran karna tau bahwa yang di depannya adalah adik dari sang pangeran tetapi masih menyimpan rasa bencinya pada Dea



Setelah pangeran Yanzhi pergi dia mulai mengajak Dea berkeliling Dea berpikir bahwa wanita di sebelah nya ini bukan hanya punya akal bulus dan licik tetapi juga punya mulut yang terlalu cerawet karena di sepanjang jalan mulutnya tidak berhenti bercerita



Dea yang mendengarnya merasa kesal karena kelakuannya yang tidak berhenti beromong-kosong menceritakaan tentang apa yang ada di istana ini, ketika melihat sesuatu dia menjelaskan kepada Dea tentang sejarahnya, dia bertinggkah seperti tuan rumah yang mengajak tamunya bekeliling



Dea berpikir diantara dia dan wanita ini siapa yang sebenarnya tamu, dia jengkel sekali karena dirinya lebih menyukai suasana yang damai senyap tanpa ada keributan tetapi wanita di sebelahnya selalu beroceh-oceh hal-hal yang tidak penting



“Bisakah kau diam... dari tadi kau terus saja bercerita”



Mendengar hal itu membuat wanita itu marah dan berpikir “Sial hanya karena dia adalah adik anggkat dari pangeran dia bersikap sombong skali dari tadi... hh aku akan membuatnya merasakan akibatnya karena menghinaku”



Lalu datang seorang prajurit tingkat rendah berjalan berkeliling istana, lalu dia melihat wanita itu dan Dea. Prajurit itu sudah pasti mengenal Dea karena Dea yang membuat dia malu dan menerima hukuman di potong gajinya



Note : Itu yang di namakan sudah jatuh tertimpa tangga



Yah, prajurit itu adalah prajurit b\*\*\*\*\*\*\* yang beberapah hari yang lalu Dea hajar, ternyata setelah membuat para senior membantunya menghajar Dea dia berpikir bahwa Dea sekarang sudah di tanggkap tetapi ternyata malah sebaliknya




Tetapi boro-boro di pecat dia hanya di berikan hukuman ringgan yaitu di poton gajinya selama satu bulan, ternyata atasan mereka adalah kerabat dari prajurit b\*\*\*\*\*\*\* jadi dia tidak akan memecatnya tetapi tetap akan memberikan hukum



Melihat wajah Dea dia langsung menyebruh ke sana karena melihat wajah prajurit itu yang marah wanita bangsawan pun bertanya lalu prajurit b\*\*\*\*\*\*\* menyalahkan Dea. Karena tidak mau membuang kesempatan dia memanfaatkan hal ini untuk menjatuhkan Dea



“Adik kenapa kau berbuat seperti itu, walau pun kau adalah adik angkat pangeran tetapi tidak seharusnya kau memukul seorang petugas istana...”



“Hah...?!!??” mendangr ini Dea melirik wanita itu dengan pandangan aneh



“Maaf tapi aku akan memberitaukannya pada semua orang... maaf sudah membuat mu menderita seperti ini aku pasti akan memberitauh kan nya kepada ratu agar kau mendapat keadilan”



“Terima kasih nona”



Lalu datang seorang pelayan memanggil mereka untuk menghadap pada ratu lalu wanita itu sekaligus membawa prajurit b\*\*\*\*\*\*\*, melihat hal itu bukannya marah dia malah merasa ini lucu



Tadi dia tekejut bukan karena wanita itu akan memberitaukannya kepada sang ratu tetapi terkejut bahwa mereka berpikir bahwa Dea adalah adik angkat daripangeran Yanzhi, lalu dia memilih diam melihat kejutan yang akan terjadi dari pada menyangkal apa yang dilakukan oleh dua orang tersebut



Para pelayan yang melihat nya pun hanya diam tidak berbicara tetapi merasa senang atas penderitaan yang di alami oleh Dea, padahal Dea tidak merasa terhina atu apapun tetapi merasa gembira melihat drama yang sedang terjadi



Kalau teman-temannya ada di sini pasti mereka akan tertawa menegrjai mereka berdua diam-diam, lalu menonton drama yang mereka lakukan sambil memakan snakc dan meminum minuman



Note : Bukan minuman keras yah



Teringat akan hal itu membuat Dea sedih seketika, melihat Dea yang sedih kedua aktor tadi merasa senang, mereka berpikir bahwa dea merasa sedih karena perbuatannya akan di ketahui oleh pangeran



Setelah sampai didepan pintu aula singgasana istana para prajurit yang disana menahan Dea agar tidak masuk lalu kedua aktor tersebut pun masuk



Setelah masuk di sana kedua aktor itu menceritakan nya kejahatan Dea kepada ratu, pangeran dan para mentri yang ada di sana, mendengar hal itu membuat pangeran murka. Melihat pangeran yang murka membuat kedua aktor senang karna Dea akan menerima hukuman



“Iya ratu pangeran dan para mentri wanita itu membuat kegaduhan dan memukul para prajurit lainnya juga, karena hal itu saya smpat tidak masuk bekerja beberapa hari yang mulia”



Ucap prajurit b\*\*\*\*\*\*\* itu sambil menangis dan berpura-pura kasihan berharap akan di beri upah karana telah melaporkan tindak kejahatan



“Panggil penjahat itu masuk”



Ucap ratu menyuruh prajurit membiarkan Dea masuk, saat melihat Dea masuk ratu pangeran dan para mentri terkejut karena mereka mengetahui siapa orang yang ada didepannya ini



“Yang mulia dia adalah perempuan yang membuat saya seperti ini yang mulia.. huhuhu”



Mendengar alasan itu membuat ratu, pangeran dan para mentri marah termasuk para pelayan pribadi ratu karena mereka mengenal siapa itu Dea