The Lost Of Power

The Lost Of Power
121. ‘Apakah Membunuh di Perbolehkan’




Xu Hei Fuyan.. dia dengan semangat mencari asal energi yang menurutnya tidak asing.. dia sangat yakin bahwa ini adalah orang sama..


 


Dia berlari dengan cepat menuju aula latihan dan melihat pemandangan di mana seorang wanita dengan cadar, melawan wanita lainnya.. dia melupakan Chan Bai Rin pada saat dia melihat wanita bercadar itu


 


Ini adalah orang yang di carinya, dan yang di pikirkan belakangan ini.. orang yang sama yang telah mencuri hatinya.. Lan Xia Dea.. dia menunggu mereka selesai dan keluar


 


Melihat mereka telah selesai, dia berdiri di depan pintu dan menatap Dea dengan hangat, senyum di wajahnya belum menghilang, membuat wanita yang melihatnya tewas karenanya


 


Pada saat itu juga Zhao Yinxu yang tengah berbicara dengan Dea mengalihkan wajahnya dan melihat Xu Hei Fuyan yang sekarang benar-benar memikat..


 


Dea melihat keduanya yang kini memiliki rona di wajah mereka, tidak bisa membantu, dia melihat ke mana arah mereka melihat hanya untuk melihat orang yang tidak di sukainya


 


Dia memalingkan wajahnya dan melihat pria yang ada di depan menunggu seseorang.. wajahnya menggelap karenanya, aura dingin menguar


 


Dia membenci pria ini karena insiden di hutan itu.. sungguh adalah kesialan baginya bertemu dengannya di sini.. dengan ekspresi yang jelek, dia melangkah maju mengabaikan pria yang sudah menunggunya


 


Tanpa di duga pria itu mengikut di belakang Dea.. ekspresi Dea tidak berubah.. masih saja jelek.. sungguh dia tidak menyukai pria ini!


 


Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu yang tadinya menatap dengan kagum, kini merasa aneh.. itu karena sedari tadi dia terus mengikuti mereka..


 


Tapi mereka menyingkirkan pemikiran itu dan beranggapan bahwa dia hanya mengikuti mereka untuk ke ruang kelas.. bagaimanapun juga dia adalah salah satu dari mereka.. tapi tetap saja ini canggung jika di lihat oleh orang-orang


 


Ini sudah masuk jam untuk pulang... Dea tidak bisa tenang dengan Xu Hei Fuyan yang mengikutinya.. yang lain mungkin tidak tau, tapi dia tau betul bahwa Xu Hai Fuyan mengikutinya..


 


Memikirkan ini, dia berhenti di jalurnya membuat keduanya bingung..


 


Dea tidak mungkin mengatakan pada keduanya bahwa sekarang ini dia ingin menyingkirkan pria di belakangnya ini.. dengan menahan amarahnya dia berkata “Aku harus pergi.. sampai jumpa” dengan itu dia pergi dari sana


 


Xu Hei Fuyan meliriknya sebentar, sebelum melihat ke sekitar.. memperhatikan bahwa sudah tidak ada orang lagi, dia mengikuti ke mana Dea pergi


 


Dia mengikuti Dea ke arah area khusus, ketika sebuah pedang menghadangnya dengan aura membunuh yang kuat.. melihat bahwa itu adalah Dea, mau tidak mau dia meneguk kasar


 


Sebelumnya dia pernah merasakan bagaimana aura membunuh yang Dea kuarkan, dan itu sangat menyeramkan.. ketika merasakannya lagi saat ini.. dia masih bisa tenang.. Setidaknya ini tidak sama dengan yang sebelumnya, batinnya


 


Jika itu sama dengan yang sebelumnya, seluruh sekte akan mengetahuinya, dan itu akan sangatlah merepotkan.. Dea tidak suka dengan sesuatu yang menurutnya merepotkan, jadi dia menekan auranya pada batas tipis


 


Dia menatap Xu Hei Fuyan dengan tajam “Apa yang kau lakukan..” tanyanya pada Xu Hei Fuyan


 


Walau aura membunuhnya tidak terlalu besar, dia masih merasakan kritis yang besar “Em.. apa putri bisa menurunkan ini dulu” dengan itu dia menunjuk pada pedang yang di pegang Dea saat ini


 


Dea tidak mendengarnya, dia kesal dengan wajah tebal dari Xu Hei Fuyan “Apa kau mau mati” dengan itu dia mendekatkan pedangnya di lehernya


 


 


Sebelum dia pergi dia menatap ke arah aura itu dengan tajam sebelum pergi.. Xu Hei Fuyan menatapnya dengan senyum misterius


 


Pada saat Dea mengancamnya, dia tidak takut karena merasakan aura kehadiran orang lain, tapi pada saat Dea mendekat dia terpaku di tanah, terpesona dengannya, sampai tidak sadar pada saat Dea pergi


 


Pada saat Dea sudah menghilang, dia tersadar dan ingin menahan Dea, tapi sudah terlambat, akhirnya dia hanya tersenyum misterius ke arah yang dii tinggalkan Dea


 


Tapi itu hanya sesaat, sebelum wajahnya menjadi dingin.. jika ada orang lain di sini, mereka pasti tidak akan percaya bahwa ini adalah Xu Hei Fuyan..


 


Xu Hei Fuyan menatap ke mana aura orang itu dan berkata dengan dingin “Keluar.. sampai kapan kau akan bersembunyi.. Pangeran Luo Hong San” ucapnya dengan dingin dan juga sinis


 


Yah orang yang Dea rasakan auranya adalah milik Luo Hong San, makanya dia menatapnya dengan tajam sebelum pergi.. dia sudah melihat dari awal sampai akhir


 


Dia mengikuti Dea karena Xu Hei Fuyan yang mengikutinya.. keduanya adalah musuh, mereka selalu bertanding setiap saat, dan menatap sinis ketika bertemu


 


Dan pada saat ini keduanya saling menatap dengan sinis.. Luo Hong San menatap Xu Hei Fuyan dengan jelek “Apa yang kau coba lakukan”


 


“Apa maksudmu.. lebih baik jangan ikut campur” dengan itu dia beranjak pergi, melewati Luo Hong San


 


Luo Hong san menatapnya dengan tajam sebelum menghentikannya “Jangan mengganggunya” ini tentunya mengarah ada Dea


 


Xu Hei Fuyan yang mendengarnya sedikit mengerut.. dia tau ini pasti adalah saingannya.. dengan itu dia berhenti dan berkata dengan lebih tajam pula “Apa yang kau tau.. jangan ikut campur, dia milikku” kali ini dia benar-benar pergi meninggalkan Luo Hong San yang membeku


 


Miliknya.. dengan itu dia memiliki wajah yang dingin dan pergi ke arah sebaliknya


 


Meninggalkan keduanya.. sesampainya Dea di paviliunnya dia merebahkan diri.. Yanxui ki Hua, adiknya melihatnya dengan bingung


 


Bukankah ini lebih parah dari kemarin.. karena rasa penasaran dia bertanya “Jiejie ada apa..?” Dea hanya membalas dengan lambaian yang artinya tidak mau membahasnya.. Yanxui juga mengabaikannya


 


Dia termenung sebentar dan tiba-tiba mengangkat kepala dan menatap sanga kakak, Yanzhi Zhuxiu “Gege..” Yanzhi berbalik menatapnya


 


“Apa di sekte, pembunuhan di perbolehkan..” tanyanya.. bukan hanya Yanzhi dan Yanxui saja yang tercengang, bahkan para pelayan yang ada di sana, menjatuhkan apa yang ada di tangan mereka


 


Seketika Yanzhi dan Yanxui mendekatinya “Apa yang terjadi..” tanya mereka dengan khawatir, bahkan para pelayan pun sama dengan keduanya


 


Mereka bersikap bahwa apa yang di katakan Dea tidak berbahaya dan hanya menanyakan keadaannya saja



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***