The Lost Of Power

The Lost Of Power
155. Kemantian yang di Minta (2)




Ini petir dua kali berturut-turut, pertama orang yang katai jelek ternyata adalah orang dengan wajah yang bagai dewi, kedua di kira seorang rakyat jelata ternyata adalah seorang yang paling di hormati



Ini bahkan Luo Hong San juga tidak menyangkahnya.. dia tidak menyangkah ini sebelumnya.. tiba-tiba dia tersadar dan melihat Xu Hei Fuyan yang kini memasang ekspresi tenang, seperti dia sudah tau akan hal itu..



Lan Xiadea memandang dingin mereka, Xiao’ru melihat bahwa mereka masih tidak membukukan tubuh dan hanya menatap saja, rasa dingin menjalar, dengan itu dia mengeluarkan aura menindas yang begitu kuat..



Ini adalah kekuatan seseorang yang sudah berada di tahap ranah kekosongan level 57 menengah, sedikit lagi akan menuju tahap akhir level 57, dan semua orang yang hadir tidak bisa menahan aura itu, bahkan tetua Li Wang



Tetua Li Wang hanya tetua sekte luar bukan dalam, kekuatannya bahkan tidak bisa di bandingkan dengan kekuatan murid dalam yang baru saja masuk karena itulah dia mengekori murid yang memiliki status tinggi



Xiao’ru melakukan itu untuk membuat mereka semua berlutut tanpa satupun yang tersisa untuk menghormati Dea



Sebenarnya Dea tidak peduli dengan yang di lakukan oleh Xiao’ru, tapi cukup puas juga setelah di lihat. Tanpa beban, dengan mudahnya berjalan menuju tempat semua sampah itu berada dengan sikap acuh tak acuh



Dea tidak terganggu dengan aura kuat Xiao’ru bahkan berjalan dengan bebas



Senyum muncul saat dia melihat semua yang menyerangnya terlihat lemah, tapi menurutnya itu masih tidak cukup, saat matanya melihat pedang yang mereka gunakan untuk menyerangnya, senyum misterius muncul di wajahnya itu



Di depan semua orang dia menjentikkan jarinya, membuat semua pedang-pedang itu bergetar di tangan mereka, sekejap mereka berdiri tegak di udara.. mereka bingung dengan semua itu, ada rasa ngeri di punggung



Dea masih tersenyum, dia menggerakan tangannya dan semua pedang nampaknya bergerak di bawah kendalinya, mata Hu Wen, Chan Bai Rin, tetua Li Wang, dan Mu Zhinghai, mereka juga nampaknya melihat hal ini



Luo Hong San, Xu Hei Fuyan, Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, tanpak tidak mengerti awalnya, tapi saat mereka melihatnya, bayangan buruk melintas di pikiran mereka, nampak seperti tau apa yang akan di lakukannya



Mereka berteriak meminta Dea untuk berhenti, tapi gerakan Dea masih lebih cepat.. pedang-pedang itu bergerak lurus kearah pemuda-pemuda itu, membuat luka yang lebih parah



Aula tengah di penuhi dengan teriakan kesakitan.. Dea memang tidak bisa membunuh mereka karena aturan yang di tetapkan sekte, tapi tidak memungkian dia untuk membuat mereka tersiksa



Pemandangan ini membuat semua orang menjadi ngeri, bahkan ada orang yang tidak tahan



Dari pada membunuh, Dea lebih membuat mereka menderita sehingga mereka berpikir untuk lebih baik mati dari pada hidup.. Chan Bai Rin yang melihat ini, menyempatkan diri untuk melarikan diri..



Siapa yang tidak takut dengan pemandangan seperti itu.. perilaku Dea berbanding terbalik dengan wajahnya yang cantik



Wajahnya menampilkan senyum yang lembut yang memandangnya akan tenang, tapi perbuatannya mungkin lebih mengerikan dari malaikat maut, ini membuat senyum menawan miliknya, menjadi peringatan kematian



Puluhan pedang terbang bagaikan angin, mereka bahkan tidak bisa melihat kearah mana mereka menyerang karena sangat cepat.. saat sudah merasa bahwa itu cukup, Dea mengangkat tangannya dan semua pedang itu berhenti dan melayang keatas mereka



Dia menjentikan jarinya, membuat mereka jatuh bagaikan hujan, hanya saja kini itu tidak bertenaga, membuat mereka yang di serang sedikit merasa lega




Dea belum selesai dengan Hu Wen.. dia melihat Hu Wen yang masih memiliki usaha untuk bangkit, ini membuat Dea tersenyum dan tertawa.. ini tampilan yang asik menurutnya



Pemandangan saat dia melihat di mana musuhnya menjadi anjing di bahwa kakinya dengan menyedihkan yang berusaha untuk merangkak.. Dea menatap Hu Wen dengan tatapan menghina dan mengatakan



Dengan gerakan santai Dea berjalan mendekatinya dan dengan senyum yang mempesona di wajahnya dia berkata “Bukankah kau mengatakan kalau kau sangat akrab denganku sehingga aku meminta gege ku untuk menjadikanmu permaisurinya..” dia mengatakan semua  dengan makna yang dalam “Tapi kenapa aku belum pernah melihatmu bahkan mendengarkanmu”



Dia terdiam sebentar untuk melihat rekasi Hu Wen yang kini memandangnya dengan tatapan benci sekaligus takut serta dengan rasa malu yang datang ketika mendengar katanya



Melihat pemandangan itu, sudut bibir Dea naik, dan suara tawa yang renya keluar, “Hahaha Bisakah seorang yang hanya setara dengan hewan berhak untuk menjadi akrab denganku..?” dengan itu dia menendang Hu Wen sekali lagi



Orang-orang yang melihatnya menjadi merinding.. Dea melemparkan auranya untuk membuat Hu Wen tidak sadar



Orang mungkin tidak tau, tapi Dea tau bahwa auranya yang kuat dapat membuat seseorang menjadi sangat tertekan (Stres)  jika itu di pusatkan pada seseorang dengan kekuatan penuh bahkan bisa membuat meredian hancur



Ini menjadi hukuman yang tepat untuk orang seperti Hu Wen



Dea selesai dengan mereka dan melihat kearah tetua Li Wang, satu-satunya yang tidak kena dengan serangannya adalah tetua Li Wang... dengan itu dia melihat kearah tatua Li Wang dengan senyum dingin



Tetua inilah yang sedari awal terus menerus mencari masalah dengannya, di mulai dari kejadian mengenai Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu sampai saat ini, dengan itu perlahan dia berjalan kearahnya



Li Wang ketakutan melihat Dea yang memiliki ekspresi seperti akan memakannya. Takut, perlahan dia mundur kebelakan “A..apa yang akan kau lakukan.. w walau kau adalah seorang tuan putri kau masihlah murid sekte..”



Dea terdiam sebentar, melihat itu tetua Li Wang memiliki harapan dan ocehan keluar dari mulutnya, berpikir bahwa Dea takut dengan ancamannya “Ka kalau kau melukaiku, kepala sekte akan menghadapimu..”



Pada titik ini, senyumnya menghilang, tatapan matanya menjadi lebih tajam lagi, ini aura yang berbeda dari sebelumnya, terasa lebih mengerikan dan menjadi lebih dingin lagi



Dea berjalan dan tidak ada pikiran untuk berhenti, ini membuat harapan tetua Li Wang hilang.. dia sudah kehabisan akal karena ketakutan.. sampai saat ini dia tidak melihat Dea dan menghormatinya



Dia mengatakannya seolah-olah dia adalah orang yang penting di mata kepala sekte, makanya walau dia ketakutan di dalam, dia tetap berkata dengan nada yang angkuh walau sedikit bergetar



Dia tidak tau bahwa perkataannya tidak berpengaruh untuk Dea.. Ah, tidak! Dia tidak hanya ingin mengakuinya



**Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya**..


**Faforit**...


**Comment and Like**