
Zhao Yinxu dengan perasaan marah, maju untuk melawan robongan Hu Wen dengan cerobohnya.. dia sudah mulai mengumpulkan kekuatan di telapak tangannya untuk menyerang..
Luo Hong San yang melihat itu, seketika menjadi panik “Apa yang mau kau lakukan!!” dia ingin menghentikan Zhao Yinxu karena melakukan hal yang bodoh.. tapi dia berhenti karena pasti tidak akan sampai..
Tapi siapa sangkah suara tawa terdengar menggemah.. semua orang mulai mencari arah tawa itu.. itu juga membuat Zhao Yinxu berhenti
Suara tawa terdengar.. suara itu jelas-jelas adalah Lan Xiadea.. tapi tawa itu.. itu berbeda dengan tawa.. tawa itu terdengar seperti orang yang melakukan penghinaan
Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu tau itu karena mereka sering mendengarnya.. tapi itu tidak mungkin, karena Dea tidak pernah tertawa seperti itu, terlebih lagi bagaimana bisa itu menjadi Dea sementara Dea di dorong oleh serangan Hu Wen
Hu Wen termasuk dalam peringakat Bulan atas, tidak mungkin seseorang yang sudah terkena serangannya akan bisa tertawa seperti itu.. jangankan tertawa, untuk berdiri saja pasti tidak bisa
Tapi suara itu benar-benar Dea.. tunggu ada yang tidak beres dengan hal ini.. semua orang tiba-tiba saja memperhatikan kemana Dea di terbangkan.. semua orang mulai curiga
Kabut perlahan menghilang, terlihatlah seorang wanita dengan cadar di wajahnya, tidak mengalami goresan luka sedikit pun.. lihat saja bahkan pakaiannya pun tidak memiliki kerusakan apapun
Mereka terbelak, terkejut dengan apa yang di lihat.. terutama Hu Wen yang menyerangannya
Dea mengepak-ngepakan pakaiannya yang bahkan tidak berdebu dan menatap pada Hu Wen dengan tatapan menghina “Hanya begini saja.. Lemah..” Hu Wen melihatnya seperti dengan melihat hantu saja
Xu Hei Fuyan yang melihatnya berkata dalam hatinya ‘Sudah seharusnya’ dengan senyum yang aneh.. jujur dia juga khawatir dengan apa yang akan terjadi pada Dea.. pasalnya sampai sekarang dia belum tau berada di ranah mana kultivasi Dea
Melihat Dea yang di serang Hu Wen jujur dia sedikit takut sama dengan Shua Yunru Xi, Zhao Yinxu dan Luo Hong San
Dea tersenyum, membuat Hu Wen dan lainnya merinding.. Dea menghilang dari tempatnya dengan cepat, dia muncul di depan merek
Dia menendang mereka satu persatu membuat mereka terbang menjauh darinya dan terkapar dengan sadis.. bahkan suara tawa yang sepertinya sedang bermain-main terdengar di sana membuatnya seperti seorang psikopat
“Kau memanggilku rendahan.. Lihatlah, bukankah kalian yang lebih rendah dariku..” ucapnya di sela-sela permainannya
Dia mulai berhenti saat dia melihat semua, sebagian dari mereka terkapar di tanah, sedangkan Hu Wen dan lainnya memiliki luka “Hah.. sudah ku duga, serangga memanglah serangga.. tidak ada yang menyenangkan untuk melawan kalian..”
Ini membuat Mu Zhinghai, Hu Wen yang mendengarnya merasa sangat-sangat marah.. untuk Chan Bai Rin, dia menjadi ketakutan melihat apa yang Dea lakukan, dia hanya menganga tidak percaya dengan apa yang di lihatnya
Dia melihat kekuatan yang mungkin lebih besar dari yang Hu Wen miliki.. seketika pandangannya melihat seseorang..
Hu Wen merasa bahwa dirinya akan kalah.. dia melihat ke sekeliling, semua orang yang di bawahnya untuk menindas Dea malah terkapar dengan sadis.. Hu Wen mengepalkan tangannya
Oh ayolah, dia adalah anak rumahan dan terbiasa di manjakan, tidak ada yang berani membuatnya seperti ini, melihat penampilannya sendiri sekarang ini, membuat harga dirinya menjadi turun
Dia melihat keaarah Dea dengan tatapan kebencian.. “Beraninya..” Dea melihat kearahnya dengan bingung “Beraninya kau mempermalukanku seperti ini! Apa kau tau siapa yang kau permalukan!!”
Dea menatapnya lurus dengan acuh tak acuh melihat Hu Wen yang sepertinya akan melakukan sesuatu.. Hu Wen mulai mengumpulkan energi “Mu Zhinghai bantu aku mengalihkan perhatiannya”
Dengan segera Mu Zhinghai mengikutinya, dia menyerang Dea “Rasakan ini, Elemen angin pukulan angin!!” dia menerjang Dea dari dekat selama Hu Wen melakukan sesuatu
Tidak tau apa yang di lakukannya.. Dea tidak bertindak apa-apa dengan Mu Zhingai yang menyerangnya dengan berbagai jurus, dia hanya bermain-main.. dia menhindari semuanya tanpa terkena sedikitpun, bahkan pada pakaiannya tidak terdapat noda debu.. sesekali dia menendang Mu Zhinghai yang membuatnya terjatuh dengan rasa malu
Tatapan Dea tertuju sesaat, penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh Hu Wen, tapi Chan Bai Rin datang dengan membawa seseorang
“Apa yang sedang kalian lakukan sekarang ini!!” ucap seseorang yang mengalihkan semua perhatian tadi.. dia datang dengan Chan Bai Rin di sisinya.. itu adalah tetua Li Wang yang sempat berselisih dengan Dea karena masalah Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu
Chan Bai Rin datang dengan senyum penuh kemenangan “Tetua, semua ini karena gadis \*\*\*\*\*\* itu.. lihat yang dia lakukan pada Mu Zhinghai dan lainnya”
Dengan itu tetua Li Wang memperhatikan sekitar.. dia melihat Mu Zhinghai yang kini keadaannya yang tidak bisa di katakan tidak baik serta orang-orang lainnya.. mereka bahkan lebih buruk dari Mu Zhinghai.. dia juga memperhatikan Hu Wen yang saat ini tengah melakukan sesuatu
Tetua Li Wang melihat semuanya langsung menuduh pada Dea setelah mendengar semua penjelasan yang Chan Bai Rin jelaskan, Mu Zhinghai dan mereka yang belum tumbang juga menambahkan
Mereka menjelaskannya dengan melebih-lebihkan bahwa yang salah adalah Dea “Baik aku mengerti, kalian tenang saja tetua akan mengatasinya” dengan itu dia melihat Dea dengan tatapan tajam
“Apa yang sudah kau lakukan! Ini semua adalah pelanggaran!! Hmp, lebih baik kau menyerahkan diri dan menerima hukuman di aula leluhur, aku akan melaporkan hal ini pada kepala sekte agar kau di keluarkan..” ucapnya dengan nada yang ketus
Dia berencana tidak akan mendengarkan apa yang akan Dea katakan sebagai pembelaan karena sudah pasti dia akan tetap mendukung Chan Bai Rin dan yang lainnya..
Chan Bai Rin adalah bangsawan atas, Mu Zhinghai anggota keluarga Raja, sedangkan Hu Wen adalah calon ratu masa depan Laurenzhi, pikirnya.. sudah pasti dia akan mendukung ketiganya
“Dan juga aku tidak menerima penjelasan apapun..” ucapnya dengan terburu-buru.. kepalanya besar sekali, bagaimana dia bisa berpikir demikian bahwa Dea akan ketakutan dan akan mencoba melawan seperti yang terakhir kali..
Sungguh kepercayaan diri yang sia-sia, Dea yang mendengar bualannya malah tertawa.. “Prff.. ha.. hahaha..” bahkan airmata bahkan keluar karena tertawa..
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***