
“Baiklah, karena Yanzhi Zhuxiu sudah setujuh, aku akan mengatur orang untuk menghantarnya..” ucap Yanzhi
Lan Xiadea yang mendengarnya memotongnya “Tidak perlu, sangat merepotkan jika harus mengatur orang menghantar dirinya..” mereka menatap Dea dengan bingung, tapi dengan cepat Han Luoyi mengerti apa yang di maksud Dea
Di bawah pandang Yanzhi dan lainnya, Dea menyentuh Yanzhi dan Yanxui Ki Hua yang memeluk Lan Yi, Han Luoyi juga mengerti dengan itu dia meletakan tangannya di pundak Yanzhi
Yanzhi dan Yanxui tidak mengerti ingin bertanya, Dea menutup matanya dan sekejap pemandangan berubah, mereka tiba di sebuah halaman dengan pemandangan yang sangat indah
Yanzhi dan Yanxui terkejut dengan pemandangan itu, tentu saja mereka tau tentang tempat itu, “Ini.. ini.. bukankah ini kediamanmu?!!” ucap keduanya dengan keterkejutan di wajahnya
Han Luoyi yang dari awal sudah menebak dan masih terkejut dengan hal itu.. Dea tersenyum dengan arogan, dan berkata dengan suara rendah “Jika aku bisa melakukannya sendiri, mengapa harus membuang banyak waktu”
Dea melihat Yanzhi dan Yanxui yang masih termenung, tampak bingung, dengan tenang dia menunjuk sebuah tanda yang rumit di halaman itu “Aku menandai tempat ini sebelumnya.. dengan itu aku bisa berpindah ke tempat ini dengan cepat” ucapnya yang dengan santai mengambil Lan Yi dari pelukan Yanxui dan memeluknya
Yanzhi dan Yanxui terkejut.. teleportasi? Bagaimana bisa? Bukankah itu adalah salah satu mantra kuno yang ada? Bagaimana Dea bisa tau menggunakannya.. Yanxui menatap Dea dengan mata yang berbinar
Dea mengabaikan tatapan mereka dan masuk ke dalam dengan menggendong Lan Yi..
Penjaga yang menjaga halaman Dea, mendengar kebisingan yang datang dari halaman Tuan putri mereka, dengan itu mereka masuk kedalam dengan pedang yang dihunuskan ke depan “Siapa di sana!” seketika sekumpulan prajurit berdiri di sana
Yang pertama kali melihat adalah Han Luoyi. Prajurit yang melihat wajah Han Luoyi menjadi waspada “Siapa kau, bisa masuk kesini, ini adalah tempat Tuan...” tanya mereka dengan tajam sebelum prajurit itu bisa menyelesaikannya, prajurit yang satunya membeku di tempat
Prajurit itu tentu tau siapa Han Luoyi “Tuan Muda Han, mengapa anda ada di sini?” ucap prajurit itu dengan wajah bingung dan juga takut. Siapa yang tidak takut, Han Luoyi adalah salah satu kerabat tuan putri mereka, hanya satu kata darinya, bisa menggerakan komandan mereka untuuk menghukum mereka
Han Luoyi ingin berbicara di saat Yanzhi melihat mereka, para prajurit terkejut dengan adanya Yanzhi pangeran mahkota mereka, jika di lihat lagi ada juga Yanxui pangeran kedua, mereka semua bingun di tempat
Dea yang berada di belakang saudara-saudaranya memandang para prajurit itu dengan mengejek “Bodoh..” dengan itu semua prajurit melihat Dea yang sedang mengendong seorang anak kecil di pelukannya, tapi mereka tidak memperhatikan anak kecil itu karena rasa takut yang menyelimuti mereka begitu melihat seorang wanita dengan suara yang sangat mirip dengan tan putri mereka
Siapa wanita itu? Pikir mereka semua
Dea hanya mengabaikan mereka dan berkata “Seseorang panggilkan Mei, Shin dan Yao” ucapnya.. semua prajurit hanya terdiam di tempat melihat wajah yang sangat cantik itu
Yanzhi yang tidak tahan dengan kebodohan prajuritnya, dengan tegas berkata “Untuk apa berdiri di sana dan menatap kami? Pergi panggil mereka, dan beritahukan bahwa kami ada di istana, katakan pada ibuku kami ingin bertemu dengannya”
Dengan itu mereka pergi dengan keadaan yang ceroboh, Dea yang melihat itu, mencibir dengan sangat jelas, membuat Yanzhi dan Han Luoyi entah kenapa merasa tersinggung “Huh.. beginikah prajurit Laurenzhi?” dengan itu dia masuk kedalam meninggalkan ketiganya yang mematung
\--------
Ruang pribadi, sang Ratu yang sedang berkerja dengan mentri yang membantunya serta ajudan terpecayanya dan ketiga dayang, Mei, Shin dan Yao
Mereka sibuk pekerjaan mereka, tanpa adanya Yanzhi dan Yanxui, pekerjaan sang ratu bertambah banyak setiap harinya, dan sekarang mereka tengah di bingungkan dengan masalah yang menimpa Laurenzhi
Mereka sedang mempersiapkan apa yang perlukan untuk menyambut datangnya utusan.. ini sangat memusingkan karena mereka akan datang ke daratan timur bukannya barat
Kalau mereka datang ke timur, tentu yang akan menjadi perwakilan untuk menapung mereka adalah Laurenzhi karena hasil rapat dengan ketiga kaisar lainnya, Laurenzhi-lah yang akan menyambut mereka
Tentu saja mereka harus mempersiapkannya dengan semaksimal mungkin “Bagaimana jika kita menempatkan mereka di Paviliun Angin yang berada di sisi kiri istana?”
Brukk, seseorang memukul meja hingga berbunyi “Tidak bisa, itu adalah tempat khusus yang di tempati Yang Mulia tuan Putri”
“Tapi bukankah tuan putri saat ini berada di sekte Bulan, sekarang tempat itu kosong” seseorang berbicara, dia adalah salah satu bangsawan yang tidak terlalu menyukai Dea
“Tetap saja tidak bisa, ini seperti kita tidak menghormati tuan Putri”
“Tapi kita tidak bisa memberikan sembarangan Paviliun kepada para utusan.. paviliun Angin adalah yang terindah di semua paviliun yang ada.. jika mengetahui bahwa tempat tinggalnya akan di tempati para utusan tuan Putri pasti tidak akan keberatan”
Ajudan terpercaya sang Ratu melihat bahwa sang Ratu menjadi tidak senang dengan itu dia menyuruh mereka untuk diam “Diam, semuanya diam” dengan itu mereka semua memandang pada sang Ratu mendengar keputusannya
Melihat bahwa semua orang sudah tenang sang Ratu menyampaikan keputusannya “Kita tidak bisa memberikan paviliun Angin pada para utusan”
!! “Tapi Ratu!?”
Melihat mereka tampak tidak setujuh sang Ratu menjadi marah “Diam!! Menempatkan para utusan di tempat tinggal sang Putri? Apakah ingin membuat malu wajah Laurenzhi?! Lagi pula, paviliun sang Putri berada di sisi lain istana belakang. Menempatkan para utusan untuk tinggal di sisi belakang istana akan membuat pandangan buruk di mata utusan..” mendengar ini membuat yang menentang menjadi malu
Sang Ratu menghembuskan nafas, dia berpikir sebentar “..Perintahkan seseorang untuk memperbaiki istana putra mahkota, persiapkan segalanya dengan baik..”
Mendengar ini ruang itu menjadi ribut kembali.. istana putra mahkota? Dengan seseorang segera berdiri dari tempat duduknya “Yang Mulia!”
Sang Ratu hanya melihatnya dengan sedikit dingin “Persiapkan saja segalanya, lagipula tempat itu sekarang ini kosong, Yanzhi tinggal di istana Raja, Yanxui menolak untuk tinggal di istana itu dan memilih istana Air sedangkan aku sendiri tinggal di istana ibu suri, jadi tidak ada masalah apapun, apalagi itu tempat yang cocok daripada menyuruh para utusan untuk tinggal di tempat sang putri” dengan itu dia meninggalkan mereka di sana, ada beberapa orang yang dengan tenang mengikuti dirinya
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***