The Lost Of Power

The Lost Of Power
12. Seorang Adik 5




Ketika mengetahui bahwa yang menyiapkan itu adalah wanita bangsawan itu wajah lan Xiadea berubah menjadi masam “Apa wanita itu ingin aku memakai pakaian pesta sepertinya untuk makan haa.. itu hanya akan membuatku seperti badut saja” ucapnya kesal



Mendengar hal itu membuat para pelayan menahan tawanya setengah mati karena ucapan Dea yang mengatakan bahwa itu membuatnya kelihatan seperti badut.... mereka berpikir bahwa Dea sedang mencoba melawak



Itu adalah pakaian sempurna untuk seorang nona muda keluarga bangsawan, bahkan bahan untuk pakaian itu adalah yang terbaik


Dea memandang mereka dengan tajam “Bawah kan saja pakaian yang polos berwarna putih tanpa hiasan apapun” kata nya dengan sedikit mengeluarkan aura yang menekan



Itu membuat para pelayan itu merunduk takut dengan peninasan itu sehingga menjawab dengan penuh ketakutan “Ba.. baik Putri!!”



Beberapa saat kemudian Dea pun telah berpakaian lalu segera menuju ke ruang makan, sebelum pergi Dea berpesaan kepada para pelayan untuk menyiapkan kamarnya



Setelah sampai di ruang makan dia berdiri di samping tempat duduk kakak nya, lalu datang wanita bangsawaan itu datang dari arah dapur karena herean ratu pun bertanya



“Kenapa nona Lei datang dari arah dapur...?” Nama wanita bangsawan itu adalah Lei Fang’er, berasal dari keluarga bangsawan kelas atas kerajaan sebelah, kerajaan Ming



“Menjawab yang mulia.. sebenarnya makanan malam ini adalah masakkanku.. aku membuatnya untuk menyabut Dea datang..”



“Benarkah.. hoho.. aku menantikan masakanmu”



Mendengar hal itu membuat Dea merasa tidak nyaman dan sebenarnya tidak merasa yakin dengan makanan dari wanita itu, lalu setelah beberapa saat Dea akhirnya menyadari sesuatu yang aneh



“Dea ada apa..?” ratu bertanya karena melihat Dea yang menengok kesana kemari



Dea secara alami menjawab “Hm.. dimana adikku...?”



Mendengar ini membuat Lei Fang’er menjadi kaku, tapi dengan cepat berubah “Eh.. itu sebenarnya tadi aku sudah memanggil pangeran tetapi.. pangeran malah menghusirku” jawab Lei Fang’er dengan wajah yang bisa membuat semua orang merasa kasihan, tapi tentu saja itu tidak berpengaruh bagi Yanzhi Zhuxiu dan Dea, dan juga bagi para pelayan pribadi



Dengan wajah yang di buat buat sedih karena di tolak adik dari Dea padahal dia merasa senang karena pangeran ke dua tidak datang karena pangeran kedua tidak suka padanya dan bersikap merendahkan nya



Lalu dia berpura-pura lemah untuk membuat seolah-olah dia sedang di tindas oleh pangeran ke dua. Melihat wajah yang di buat-buat itu Dea menjadi dingin



Setelah berpikir Dea berkata “Aku akan memanggil nya..”



Mendengar itu membuat Lei Fang’er menjadi gugup “E..eh.. t tapi..”



Setelah Dea berkata seperti itu, terlihat bahwa wajah wanita itu menjadi masam. “Baiklah panggil adik mu itu untuk makan” ucap Ratu yang mencairkan suasana



Setelah mendengar itu Dea langung melesat pergi dia di ikuti oleh para pelayan dan kepala pelayan istana pangeran ke dua



“Kalau begitu ratu saya akan kembali kedapur untuk memeriksa makanan” ucap Lei Fang’er yang ingin membuat ratu terkesan, setelah mendapat izin dia pun pergi




Suasana hening sekejap, tapi tidak berlangsung lama karena suara teriakan marah terdengar dari dalam “Pergi..!! Bukankah sudah kubilang bahwa aku tidak mau pergi!! Untuk apa aku makan dengan wanita itu!!! Heh”



Setelah mendengar itu pelayan tersebut terdiam, mendengar teriakan dari adiknya Dea meminta pelayan untuk membuka paksa pintunya, tetapi ternyata pintu itu di lindungi oleh sihir adiknya



Dea kehilangan kesabaran, dia memusaatkan energi di kakinya kemudian dia menendang keras pintu itu agar terbuka, semua orang yang ada di sana begitu terkejut dengan kejadian tersebut, pintu yang di tendang, rusak, membuat pangeran ke dua marah



“Ada apa ini kenapa kalian membuka paksa pintunya..!! Apakah kalian ingin ku hukum mati”



Lalu Dea masuk kedalam ruangan itu, di ruangan itu terdapat seorang anak yang sangat tampan berumur sekitar 11 tahun dengan rambut berwarna perak seperti pangeran mahkota Yanzhi dan mata yang berwarna biru seperti Dea



Yah itu adalah pangeran ke dua, adik dari Dea, Yuritachi Yanxui Ki Hua Levri



Melihat orang yang menerobos masuk kekamarnya, mata Yanxui menyipit karena marah, tapi begitu melihat siapa yang masuk, matanya melebar tidak percaya itu karena dia sangat mengenal betul siapa dia, dia menatap Dea dengan tatapan konyol



Karena Lan Xiadea berkata “Denapa..?! kau mau menghusir ku..!!?” tetapi setelah beberapa saat tidak ada jawaban dari adiknya



Karena tidak tahan dengan tatapan kinyol adiknya Dea pun bersuara lagi untuk menyadarka adiknya karena adiknya hanya diam saja “Hoi..!!”



Seketika Yanxui sadar karena bentakan Dea kemudian dia mulai meneteskan air matanya “Ka.. Kakak..!!!” katanya sambil berlari menuju Dea kemudian memeluknya dengan erat “Huwaa!!



”Mendapat perlakuan seperti ini membuat Dea menjadi sedikit bingung “He.. hei”



Semua yang ada disana terkejut sampai mulut nya terbuka lebar karena tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Itu karena yang mereka tau bahwa pangeran ke dua atau Yanxui itu adalah orang yang sangat dingin kepada siapapun bahkan pada ibunya sendiri (ratu)



Dia dikenal imej yang cool di usianya yang masih muda dan kasar kepada siapapun terutama pada wanita, dia akan bersikap tidak peduli kepada orang yang di benci seperti yang dilakukannya kepada Lei Fang’er



Note : kalau kayak gini tiga bersaudara itu sama yah.. punya pembawaan kaya dinding es ya..



Melihat bahwa pangeran kedua yang membencinya dan  yang memperlakukan dia dengan sangat buruk bersikap baik kepada Dea, bahkan memeluknya, dan yang tidak di sangka-sangka adalah ternyata Yanxui bisa menangis juga



“Kakak.. kakak.. kakak.. huwaaa.. hiks.. kenapa kakak baru datang sekarang.. aku sangat merindukan kakak.. apa kakak tidak merindukanku sama sekali..”



“Hei..hei tenang.. oke.. aku baru sampai dan kau sudah menangis.. heh.. kau ini sudah besar.. apa lagi kau ini adalah laki-laki masa masih menangis..”



Para pelayan yang melihat itu berpikir bahwa nona yang di depan mereka atau Dea bisa juga menanpakan wajah yang bahagia seperti itu, mereka juga berpikir bahwa yang mereka lihat skarang ini adalah malaikat



Mendengar Dea mengejek Yanxui deangan mengatakan bahwa dia mengangis, Yanxui pun dengan tidak tahu malu menjawab “Hee.. mana ada aku menangis.. aku tidak menangis” katanya sambil melepaskan pelukannya dari Dea



“Hei.. hei.. kau masih mau berbohong..!! Lalu apa yang ada di pipi dan hidungmu”