The Lost Of Power

The Lost Of Power
92. Bunga Mimpi



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


“Hm.. kenapa.. tidak ingin..?” tanya Lan Xia Dea.. pertanyaannya membuat keduanya saling memandang


“Mohon maaf.. kami tidak akan berani..” ucap sang serigala


Dea menatap mereka berdua dengan dingin.. walaupun perkataannya tadi terdengar seperti seorang anak kecil yang meminta permen, Dea tetaplah Dea.. yang dingin dan kejam


Dia memandang keduanya dengan lalu menghela nafas kesal “Yah.. sudahlah..” Dea sebelum membuang wajahnya berguman kesal “Ck.. tidak menarik..” dia kembali kembali mnjadi Dea yang dingin


Kedua hewan itu kini terbaring dengan lamas, pandangan itu tidak lepas dari Dea, dengan itu dia melemparkan dua pil ramuan tingkat atas ketanah untuk kedua hewan itu dan pergi dari sana


Melihat bahwa Dea telah pergi, kedua hewan itu menghela nafas lega.. mereka memang berani untuk melawan satu sama lain dan kadang menyerang manusia yang masuk, mereka memandang manusia itu adalah yang terlemah, mau itu dalam hal kekuatan maupun hati nurani, tapi kali ini berbeda melihat dari aura yang mengerikan itu, sudah di pastikan bahwa Dea pastilah seorang dengan kultivasi yang tinggi...


Mereka terdiam cukup lama melihat kepergian Dea sampai tidak sadar bahwa ada pil ramuan di bahwa kaki mereka


Sang Harimau ekor tiga, dia menginjak pil ramuan itu, dan ketika di injak, suara erangan kesakitan terdengar darinya... itu sangat sakit..


Sang serigala yang melihatnya, manahan tawa sekarang.. sampai dia menyadari bahwa yang di injak oleh sang harimau ternyata adalah pil ramuan.. keduanya terkejut menyadarinya.. “Lihat yang di bawahmu juga..” ucap sang harimau


Keduanya seperti telah melupakan permusuhan yang terjadi tadi..


Mata mereka membelak ketika menyadari bahwa itu adalah pil dengan kualitas yang tinggi, keduanya saling memandang.. “Eh.. tapi bukankah ini adalah pil.. kenapa tidak hancur saat ku injak..” ucap sang harimau yang menyadari sesuatu


Tidak ada yang bisa membaca pikiran mereka kini.. semuanya kacau..


----------


Dea yang telah berjalan lebih lama lagi, tiba di suatu tempat yang sangat indah dengan pemandangan bulan yang terpantul dari air danau di depannya..


Tanpa di duga, ada yang tengah melihat Dea dan menyembunyikan tubuhnya.. Dea menyadarinya dan sepenuhnya mengabaikannya membuat yang bersembunyi berpikir bahwa Dea tidak menyadari keberadaannya


Dea masih menikmati suasana pemandangan ketika matanya bertemu dengan sebuah bunga berwarnah putih yang tersinari dengan cahaya bulan.. bunga itu sangatlah cantik adanya, dan pencahayaan itu membuatnya terlihat lebih indah


Tetapi sayangnya itu adalah sebuah kamuflase.. walaupun bunga itu terlihat sangat indah, dia menyimpan sesuatu yang berbahaya, sekaligus tidak berbahaya..


“..Bunga Mimpi..” ucap Dea.. yah itu adalah bunga mimpi... dengan namanya saja sudah di mengerti, apa yang menjadi fungsinya..


Dengan namanya, itu tidaklah berbahaya.. tapi kalau di dalam hutan yang di penuhi dengan hewan spiritual yang liar dan juga kejam, bunga itu akan menjadi tiket untuk menuju kekematian..


Tanaman ini adalah yang tengah di cari oleh Dea.. tanaman yang bisa membuatnya tertidur dengan sendirinya tanpa harus melihat mimpi yang mengerikan lagi.. itu adalah bahan dasar dari pembuatan pil tidur yang sering di minum Dea sebelum dia tidur


Dea memandangi bunga itu sebentar dengan ekspresi yang rumit.. dia tau dia membutukannya, tapi entah kenapa terasa berat untuknya saat ini..


Dea tidak bergerak untuk waktu yang lama, dan saat Dea mulai mendekati tumbuhan itu, suara nyaring terdengar “Hei manusia, apa yang sedang kau lakukan..” ucap yang sedang bersembunyi itu


“Oh sudah tidak ingin bermain petak umpet lagi..” ucap Dea dengan nada mengejek, membuat hewan itu terkejut sebentar sebelum mempertahankan ekspresinya lagi


“Hm.. manusia kau sudah menyadari keberadaanku.. katakan apa yang kau lakukan dengan mendekati tanaman itu..!!” Dea dengan malas membuang wajahnya dan memandang kembali bunga itu


Suara yang dingin terdengar “Memetiknya” berbeda dengan yang tadi, kini suara Dea terdengar lebih mendominasi, membuat hewan itu menyerengit


Dea kemudian berbalik menatapnya dengan senyum malasnya, “Yah untuk apa lagi kalau bukan untuk memetiknya” ucapnya, membuat kesannya tadi hanyalah angin yang lewat, seperti tidak pernah terjadi sama sekali..


“Apakah seorang penguasa hutan, Harimau bermata tiga, sepertimu tidak bisa menebaknya..” ucap Dea lagi dan membuat hewan itu, memiliki ekspresi yang tidak baik.. itu karena nada suara Dea yang terdengar mengejeknya


Tapi tunggu... apakah tadi dia menyebutkan penguasa hutan.? Harimau bernata tiga... sialan.. batinnya, kini hewan itu menatap Dea dengan tajam “Manusia.. ternyata kau tau siapa aku.. lalu kenapa kau tidak melarikan diri..” tanyanya


Dea tetap diam seperti biasanya, dia memalingkan wajahnya lagi dan menatap bunga itu dalam diam sebelum berkata “Untuk kenapa lari... walaupun harus mati, itu tidak lebih baik daripada tidak membawa pulang tanaman ini..” perkataan Dea mengejutkan hewan itu


Walaupun harus mati, itu tidak lebih baik daripada tidak membawanya sama sekali... kata-kata ini.. sungguh perkataan yang sangat berani


Hewan itu tertawa dan berkata “Lalu bagaimana kalau aku membawanya untuk menjauh darimu.. lagi pula itu adalah tanaman yang langkah hanya bertumbuh satu dalam setiap tahun.. kenapa aku harus memberikannya pada manusia sepertimu..” ucapnya, membuatnya mendapat tatapan tajam dari Dea begitu terucap


Dea yang mendengarnya, berbalik dan menatap hewan itu dengan tajam dan dingin.. dengan mengeluarkan auranya, Dea berkata “Kau berani..!” itu membuat aura kultivasinya terlihat..


Sekarang ini di seluruh hutan kematian, aura Dea terlepas meluas menutupi seluruh hutan.. membuat hewan dengan tingkatan yang rendah, tegeletak tak sadarkan diri, yang berada di tingkat menengah semuanya bergetar ketakutan..


Aura ini.. sungguh menakutkanm, bahkan membuat sang penguasa hutan sedikit bergetar takut, lagi pula dialah yang berada di paling dekat darinya.. tentu saja itu membuatnya bergetar.. tak sadarkan diri saja itu sudah lumayan, apa lagi sekarang....


Kalau orang biasa merasakan aura ini, mungkin telah kehilangan nyawanya.. tapi aura yang di keluarkan oleh Dea, sudah cukup untuk membuat hewan itu, merasa sulit untuk bernafas...


Sadar bahwa auranya lepas, Dea dengan cepat menarik kembali auranya.. kini hewan itu bisa kembali bernafas seperti biasa, Dea sendiri pun segera maju untuk mengambil tanaman itu


Melihat Dea mau menggapai bunga itu, hewan itu berteriak untuk menghentikan Dea, Dea pun berbalik menatapnya dengan tajam “Kau mau menghentikanku..” ucapnya, kali ini tanpa aura, tapi dari tatapan tajamnya, sudah cukup untuk menindasnya


“Tidak.. tidak seperti itu.. itu hanya tumbuhan itu, tidak bisa di ambil.. seseorang yang menyentunya akan segera tak sadarkan diri, dan itu berlaku selama sebulan lebih.. itu sudah cukup untuk membunuhnya hanya dalam beberapa hari efeknya berlangsung”niatnya baik tapi itu malah di abaikan oleh Dea


 


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...