The Lost Of Power

The Lost Of Power
119. “Minggir.. Jangan Ikut Campur..”




Terlihat Lan Xia Dea berdiri di depan Shua Yunru Xi sambil melindunginya... dari tatapan Dea itu jelas sangat menakutkan.. Dea tidak bisa seperti sebelumnya yang ingin menguarkan auranya


 


Akibatnya dia hanya memandangnya dengan tajam dan juga dingin, membuat mereka yang ada di sana, mengigil ketika melihat matanya yang dingin.. pikir mereka mata itu bahkan bisa menelan mereka


 


Untung saja tatapan itu tidak di tunjuk pada mereka tapi pada Chan Bai Rin, mereka sedikit bersyukur karenanya


 


Zhao Yinxu juga merasakan aura yang dingin itu walau berada di sampingnya.. faktanya, dialah yang paling merasakan bahwa tatapan Dea yang dingin.. dia sendiri pun takut


 


Dengan tangan yang bergetar, sambil memeluk Shua Yunru Xi, melindunginya dari Chan Bai Rin


 


Chan Bai Rin yang juga kin tersungkur di tanah, memandang Dea dengan terkejut..


 


Bagaimana mungkin tidak terkejut.. Chan Bai Rin sendiri berada di tingkat kultivasi yang cukup tinggi, tapi Dea dapat menghempaskannya pada saat itu sudah terlepas dari tangannya


 


Bahkan guru dengan tingkat tinggi saja, susah untuk melakukannya, tapi Dea bisa.. ini aneh menurutnya.. dia memandang Dea dengan keterkejutan, tapi dalam sekejap, dia tersadar dengan bisikan orang-orang


 


Dia terkejut menyadari dirinya yang kini tersungkur di tanah.. ini sudah kedua kalinya Dea melakukan ini padanya.. wajahnya menjadi merah.. dia melupakan tentang apa yang terjadi barusan dan berdiri dari sana


 


Tak kalah dengan Dea, dia juga memandang dingin ke arahnya dengan mengeluarkan aura


 


Tak tahan dengan itu sang perwalian kelas, Luo Hong San, datang dan melerai pertengkaran itu “Apa yang kalian lakukan” ucapnya dengan marah membuat Chan Bai Rin melembut karenanya


 


Sedari tadi, Luo Hong San, tengah memperhatikan keduanya.. saat dia melihat Chan Bai Rin mengeluarkan jurus untuk menjatuhkan Shua Yunru Xi, dia membiarkannya saja, tidak peduli


 


Matanya membelak saat melihat Dea yang sudah ada di depan menghentikan serangan Chan Bai Rin.. sangat cepat, tapi hal itu hanya terlihat di matanya saja.. dia terkejut melihat Dea dengan mudahnya menepis serangan Chan Bai Rin


 


Sama seperti Chan Bai Rin, pikirnya itu sudah kuat, tapi yang terlihat sekarang, sepertinya itu tidak berguna di depan Dea.. bagaimana pun dia bisa memotong angin, bagaimana mungkin hal seperti itu menyakitinya


 


Lihat saja pakaiannya.. tidak ada debu sedikit pun di pakaiannya bahkan setelah mengenai serangan Chan Bai Rin.. memikirkan itu, dia tertawa miris


 


Tapi  Dea, begitu melihat Luo Hong San, yang datang pada saat seperti ini hanya memandangnya dengan tajam sedangkan Chan Bai Rin, senang karenanya


 


“Pangeran..” ucapnya dengan nada yang lembut tapi di balas dengan kasar olehnya


 


“Apa yang kalian lakukan.. ini adalah aula latihan..” ucapnya dengan dingin, membuat Chan Bai Rin mengerut.. berpura-pura menyedihkan


 


“Ini tidak..”


 


Pandangan tajam Dea tidak menghilang, dia melangkah maju menuju Chan Bai Rin yang berada di samping Luo Hong San.. dia berhenti sebentar pada saat mencapai Luo Hong San “Minggir.. jangan ikut campur..” ucapnya dengan sangat dingin


 


Sedari awal, dia tidak menyukai Luo Hong San.. melihat Luo Hong San yang muncul pada saat semua selesai, membuat marah.. Kenapa tidak muncul pada saat serangan itu lepas.. kenapa munculnya sekarang, batinnya


 


Dengan itu dia melewati Luo Hong San dan menatap Chan Bai Rin dengan dingin.. “Apa yang mau kau lakukan..” dia mengulang perkataannya.. berbeda dengan yang tadi, kini nada suaranya lebih dingin


 


Chan Bai Rin tidak bodoh.. dia memandang Dea dengan penuh kegelisaan.. dia telah menyuruh orang untuk menyelidiki tentang Dea dan belum mendapat informasi apa pun


 


 


“Apa yang salah, dengan itu.. dia menertawakanku.. bukankah seharusnya aku membalasnya” ucapnya yang merasa bahwa apa yang di lakukan dirinya tidaklah salah sama sekali


 


Mendengar itu membuat Zhao Yinxu marah, tapi tak bisa karena mengingat statusnya.. akibatnya, dia hanya memandang Chan Bai Rin dengan air mata yang di tahan.. begitu juga dengan Shua Yunru Xi


 


“Lagi pula.. apa yang bisa di lakukan olehnya.. memanah dengan benar saja tidak bisa, masih mencari mati dengan menertawakanku.. heh” ucapnya lagi.. ini membuat Dea tak tahan


 


Dia terkekeh mendengarnya.. bukan karena merasa ini lucu, tapi karena amarah yang di pendam, membuat yang mendengarnya merinding dengan tawa itu


 


Dengan itu dia melemparkan pisau kecil kesayangannya yang sudah lama tidak di keluarkannya.. itu membuat goresan di pipi Chan Bai Rin sampai darah segar keluar, bersamaan dengan suara ledakan di belakangnya


 


Dengan itu mereka menatap pada bangunan yang kini retak akibat pisau itu.. bahkan mereka tidak sadar dengan hal itu sampai suara ledakan terdengar


 


Mereka melihat itu dengan keterkejutan.. bahkan untuk Luo Hong San.. tidak ada yang tau siapa yang melepas itu, sampai suara langkah kaki terdengar


 


Itu adalah Dea yang dengan santai berjalan melewati kerumunan.. dia berhenti pada saat di sekitarnya sudah tidak ada orang lain..


 


Dia mengangkat tangannya di udara, seketika pisau yang tertancap itu bergetar, dia terbang kembali, dan tangan Dea menangkapnya di udara


 


Dia berbalik dan dengan acuh tak acuh menatap mereka.. sikapnya sangat santai, tapi matanya tetap tajam, mereka bisa merasakan mata itu sangat dingin..


 


“Apa yang terjadi di sini..” ucap seorang guru yang tiba-tiba masuk dan melihat ada yang aneh.. peralatan yang terbongkar, dinding yang retak, dan mereka yang sedang berkumpul..


 


Dari sisi manapun ini ada yang aneh.. tapi mereka bersikap seolah tidak ada yang terjadi.. Dea sebenarnya tidak mau peduli dengan guru yang tiba-tiba datang dan mau melanjutkannya


 


Tapi dia melihat Shua Yunru Xi menggeleng, dia tau apa maksudnya dan menghentikan langkahnya.. Chan Bai Rin juga tidak meneruskannya dan hanya diam saja


 


Luo Hong San juga sengaja berbohong pada guru untuk merahasiakan apa yang terjadi..


 


Dea kesal dengan hal itu, dia membuang wajahnya ke arah lain..


 


Kini guru mereka telah datang kembali, dan keadaan menjadi damai.. mereka ada di sini bukan hanya untuk melatih teknik saja, tapi juga untuk menguji


 


Mendengar ini, Chan Bai Rin merasa senang.. dia selalu menjadi yang terbaik di kelas, dengan ini dia bisa menindas Dea dan mempermalukannya


 


Pengujian biasa di lakukan berpasangan, dengan antusias Chan Bai Rin menunjuk Dea sebagai pasangannya..



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***