
Sungguh aura membunuh yang kuat semua orang merinding, termasuk dengan Yanxui Ki Hua, kini dia tau siapa orang yang terakhir kali menguarakan aura mematikan keseluruh istana
Saat itu hampir semua orang tidak bisa bernafas dengan baik, seperti sekarang ini
Yanzhi Zhuxiu sejak awal sudah menebak, aura kuat yang mengitimidasi sekali dan mematikan itu berasal dari adik perempuannya sendiri, Lan Xiadea..
Melihat suasana mengerikan di atas kepalanya, membuat Yanzhi menelan air kasar, dengan tertekan dia meminta memeinya untuk berhenti “Dea..” ucapnya
Mendengar suara gegenya, wajahnya meninjukan tidak terima, dia tau apa yang di maksud.. oh ayolah ini adalah kesenangannya, menyuruhnya berhenti di tengah tengah sungguh membuatnya kesal
“Ck” suara decitan lidah terdengar, tentunya dia tidak senang. Dengan enggan dia mengangkat salah satu tangannya keatas setara dengan bahu kemudian menjentikan jari, sekejap puluhan, tidak ribuan pedang api itu menghilang
Seperti ilusi saja, tidak ada yang tersisa, bahkan awan yang gelap itu sudah menghilang seperti tidak ada yang terjadi di atas sana, bahkan aura yang menindas juga tidak terasa lagi,
Semua orang bisa bernafas dengan bebas, semuanya seperti mimpi saja, Dea bahkan memiliki sikap acuh tak acuh, tapi semua orang tau bahwa itu bukanlah mimpi, semua pedang bagai hujan itu semua nyata
Mereka semua terkejut, semua serangan yang bagai neraka itu menghilang hanya dengan jentikan jari saja.. yang benar saja
Kekuatan ini berbeda level
Semua orang perlahan menjatuhkan diri kebawah dengan perasaan lega, ini seperti mereka mendapat kembali perasaan hidup kembali
Tapi bedanya dengan ‘mereka’
Di saat semua orang menghela nafas lega, Hu Wen dan lainnya diam di tempat seperti membantu.. mereka hanya tersadar begitu mendengar yang lain mulai berterima kasih kepada Yanzhi
Chan Bai Rin adalah yang paling pertama sadar, dengan itu dia langsung lari kebawah kaki Yanzhi, “Pa.. pangeran, anda harus memberikan kami keadilan wanita \*\*\*\*\*\* itu mau membunuh kami semua,” ucapnya
“Be.. benar, dia bahkan mau membunuh putri Hu Wen yang adalah calon tunangan anda..” ucap salah satu orang Hu Wen menambahi Chan Bai Rin
Mereka menggagap apa yang Hu Zhong Qi dan Xiao’ru tapi sebagai angin lewat, memangnya apa kalau dia adalah seorang putri paling hany sederajat dengan kedua pecundang (Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu)
Yanzhi, Yanxui, Hu Zhong Qi dan Xiao’ru tetap bersikap dingin bahkan memandang mereka dengan jijik layaknya kotoran yang harus di jahui
Yanxui tidak bisa tahan dengan mereka hanya mengabaikan, dia berbalik dan mamandangi Dea “Jie kau tidak apa? Apakah ada yang luka?” ucapnya dengan nada penuh kekhawatiran, dia mulai memeriksa Dea dari atas ke bawah
Kenapa pangeran Yanxui memanggil wanita asing dengan sebutan ‘Jie’ ini juga membuat Hu Wen merasa aneh ‘Jie’ bukankah pangeran Yanxui harus memanggilnya seperti itu bukan wanita itu
Dan juga kenapa pangeran Yanzhi memanggil namanya dengan hangat.. ini aneh
Dengan itu dia menjadi sedikit marah “Pangeran, apa maksudnya ini.. saya di sini, saya sedang terluka, saat ini saya yang menjadi korban, kenapa kalian malah mengkhawatirkan dia yang tidak ada luka di sekitar, lihat saja pakaiannya” di saat ini Hu Wen menjadi tidak tau malu
Dia seperti orang yang tidak waras, dia menatap Dea dengan tajam, dia tidak peduli lagi dengan kekuatan yang Dea kuarkan tadi, dan sepertinya dia sudah lupa
“Kau, siapa kau sebenarnya, berani sekali kau merebut pangeran dengan ku.. hanya aku yang cocok menjadi tunangan dari pangeran, dasar kau wanita \*\*\*\*\*\*..” dengan itu dia maju menyerang Dea, Xiao’ru ingin maju menghadangnya tapi petir yang mengelilingi tombak Dea bergetar hebat membuahnya mundur
Hu Wen terjatuh dengan mengerikan ketanah.. Prff, suara tawa seseorang keluar.. di ikuti dengan tawa dari Dea
Yang tadi tertawa adalah Hu Zhong Qi sepupu Hu Wen sahabat Yanzhi, hanya keduanya yang tertawa sedangkan Yanzhi berwajah masam
“Haha.. Gege, ternyata ketampananmu bisa membawa masalah yang besar.. haha” tawa Dea
Yanxui juga mulai tertawa bersama.. sedangkan Hu Zhong Qi dia juga tertawa, “Haha..” tapi kemudian Xiao’ru menyikunya dengan keras, membuatnya mengeluarkan erangan kecil
Kelompok ini sangat santai sampai tidak menyadari ekspresi kebingungan yang ada di wajah semua orang. Semua orang terkejut dengan apa yang Dea katakan ‘Gege’ apa maksudnya itu..
Chan Bai Rin tidak bisa menahan rasa sinisnya saat mendengar yang di katakan Dea “Ini.. dasar manusia kotor, siapa yang kau coba sebut dengan sebutan...”
Mendengar hinaan yang lain datang, membuat Yanxui yang tadinya tertawa menjadi sangat marah “SIAPA YANG KAU HINA KOTOR!!!”
Chan Bai Rin menjadi ketakutan dengan tatapan itu, ingin membalas Dea, tapi dia terhenti setelah memperhatikan bahwa suasana di sana menjadi diam dengan yang Dea katakan, termasuk tetua Li Wang dan Hu Wen
Mereka diam-diam melihat wajah Dea yang tanpa cadar itu dengan cermat... itu memiliki sedikit kemiripan dengan Yanzhi dan Yanxui.. mereka terdiam, saat angin lembut datang dan membunyikan suara lonceng
Mata mereka semua mulai memperhatikan gantungan giok yang tergantung di pinggang Dea karena suara lonceng barusan.. hati mereka bergejolak ketika melihat giok yang sama terlihat pada Yanzhi dan Yanxui
Tiba-tiba sebuah pikiran tersambar bagaikan petir.. Ini, Ini.. kedinginan mulai menjalar di hati mereka, menyebar keseluruh tubuh
Senyum angkuh muncul di wajahnya melihat kebodohan yang ada di wajah mereka, suara dingin menyadarkan mereka “Yah semut memanglah semut, iya kan Xiao’ru” dia berbicara dengan Xiao’ru
Suaranya tidak begitu kuat karena dia hanya berbicara dengan Xiao’ru, tapi semua orang dapat mendengarnya karena tidak ada suara lain di sana, nadanya terdengar sangat menghina mereka, walau aslinya Dea berbicara dengan acuh tak acuh
Xiao’ru memandang Chan Bai Rin dan Hu Wen yang tampak menyedikan di tanah dengan dingin “Huh, tidak tau malu, masih tidak memberi salam kepada putri.. apakah kalian tau bahwa wanita yang kalian panggil tidak sopan adalah satu-satunya tuan putri kerajan Laurenzhi, tuan Putri Yuritachi Lan Xiadea”
Bagai petir menyambar, ternyata orang yang mereka sedari tadi adalah tuan putri Laurenzhi, adik dari Yanzhi pengeran mahkota, orang paling di sayang di Luarenzhi dan yang di nantikan datang
**Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya**..
**Faforit**...
**Comment and Like**