The Lost Of Power

The Lost Of Power
116. Tebakan Mereka..




Yanzhi Zhuxiu terdiam sebentar memikirkannya.. apa yang di katakan penjaga gelapnya memanglah benar.. Lan Xia Dea pasti menyisakannya untuk suatu alasan.. dia tidak akan membiarkannya saja


 


Dengan pemikiran seperti itu, Yanzhi merendam amarahnya.. dia juga sebenarnya berpikir alau dia ikut campur dengan apa yang terjadi Dea tidak akan menyukainya..


 


Untuk masalah ini, dia memilih membiarkannya.. “Baiklah.. tapi tetap awasi Dea dengan baik.. jangan biarkan ada lalat yang mendekatinya..” ucapnya


 


Dengan itu para penjaga bayangan itu masuk ke dalam kegelapan.. sebenarnya penjaga kegelapan itu juga marah dengan apa yang di lakukan oleh Chan Bai Rin, bagaimana pun juga, setelah beberapa kali berlatih dengan Dea, mereka menjadi menghormatinya


 


Bahkan rasa hormat itu melebihi Yanzhi sendiri, yang adalah tuan mereka..


 


Walau mereka mencoba menenangkan Yanzhi agar tidak campur dalam urusannya, mereka juga memikirkan hal yang sama dengan Yanzhi


 


Hanya karena menahan Yanzhi, bukan berarti mereka juga menahan diri.. berbeda dengan Yanzhi yang berpikir ingin mengakhiri Chan Bai Rin dengan cepat, penaga bayangan ini memikirkan cara yang lain


 


Setelah berdiskusi sedikit, senyum jahat muncul di wajah mereka...


 


Keesokan harinya, sekte bulan ribut dengan rumor “Katanya ada pembunuh bayaran yang menyusup ke kamar nona Chan..” ucap salah satu murid


 


“Benar..”


 


“Dia pantas mendapatkan hal itu karena terlalu  arogan.. itu pasti salah seorang yang tidak menyukainya..”


 


“Iya.. dengar-dengar saat pembunuh itu mau membunuhnya, seseorang masuk dan pembunuh bayaran itu pergi..”


 


“haha... Sayang sekali..”


 


Dengan itu mereka tertawa, Chan Bai Rin yang mendengar merasa di permalukan.. sungguh, apa yang terjadi semalam, membuatnya merasa marah... pembunuh bayaran yang dengan santai saja masuk ke dalam kamarnya yang memiliki perisai yang melindunginya dan mengancamnya dengan kejam..


 


Dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya diam saja karena perbedaan kultivasi yang jauh, untung saja ada orang yang masuk dan berteriak sehingga dia bisa selamat


 


Tapi dengan itu juga yang dia anggap sebagai aib tersebar meluas di sekte ini, membuatnya menjadi bahan pembicaraan semua orang


 


Chan Bai Rin memang sering menjadi bahan pembicaraan orang, tapi yang ini berbeda.. biasanya mereka akan iri dengan apa yang dia punya sehingga dia menjadi anggkuh


 


Tapi kali ini pembicaraan mengenai dirinya, hanyalah ejekan dan cibiran. Membuatnya di permalukan seperti ini, Chan Bai Rin bersumpah akan membuat orang yang melakukannya membayarnya


 


Dea yang tidak salah apa-apa kini bersin akibatnya.. hari ini dia tidak kekelasnya karena harus berkultivasi agar tingkatnya naik... itu kata Yanzhi


 


Sebenarnya Dea sudah menjelaskan pada Yanzhi bahwa ini tidak apa-apa, dia bisa masuk ke kelas karena kenaikannya tidak akan lama, tapi Yanzhi memaksa, membuatnya harus menurut


 


Semalam, sehabis Yanzhi dan Yanxui Ki Hua, kedua saudaranya keluar dari kamarnya, tanpa menunggu lagi, dia menyilangkan kakinya membentuk pola meditasi dan mulai menyerap energi alam atau energi Qi kedalam tubuhnya


 


Menjelang pagi tadi, kultivasinya selesai dan dia di promosikan ke level selanjutnya


 


Selama dia berkultivasi, untuk mencegah adanya orang yang masuk, dia membuat perisai di sekelilingnya dan menutup mata dengan tenang


 


 


Membuat para penjaga bayangan Yanzhi bisa menyusup dengan mudah ke kamar Chan Bai Rin yang berada di pavilliun asrama perempuan..


 


Tapi, tidak ada yang tau apa yang terjadi dengan itu.. para guru yang masih mudah berspekulasi bahwa itu hanya karena badai musim, sedangkan guru yang lebih senior menebak bahwa itu ada seorang petapa master yang sedang di promosikan


 


Mungkin satu-satunya yang menebak dengan benar adalah kepala sekte yang memikirkan Dea begitu dia melihat petir yang mengerikan itu.. lagi pula Dea adalah orang yang berasal dari Akademi XY, bisa saja itu adalah dia.. itu yang ada di pikirannya


 


Bahkan Yanzhi dan Yanxui sendiri menebak dengan salah, mereka tidak pernah berpikir bahwa cuaca buruknya berubah karena kenaikan Dea, sedangkan yang keduanya ketahui  bahwa level Dea ada di bawah Yanzhi.. sehingga tidak mungkin dapat memanggil petir kenaikan


 


Satu yang lain mungkin saja menebak dengan benar, pemimpin sekte yang kini dalam masa pertapaan tertutup..


 


Orang tua yang kini tengah bersilang di sebuah gua yang tertutup, membuka matanya, sedikit mengerut sebelum tertawa dan kembali melanjutkan pertapaannya


 


Kepala sekte pasti akan terkejut ketika melihat orang itu, karena orang tua itu adalah pemimpin sekte...


 


\--------


Karena perasaan buruk yang dimilikinya, Chan Bai Rin menindas Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu.. Dea sedang tidak hadir karena paksaan Yanzhi.. bahkan guru kelas pun mengetahuinya dan membuat pengumumannya


 


Membuat Chan Bai Rin kesal karenanya.. Chan Bai Rin berpikir untuk menindas ketiganya dengan kejam.. tapi Dea malah tidak hadir.. ini membuat penyiksaannya pada Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, lebih berat


 


Dea tidak tau dengan apa yang terjadi selama satu hari ini.. keesokan harinya, Dea masuk dan tidak menyadari ada yang salah, hanya saja sikap keduanya lebih murung di banding sebelumnya


 


Dea menanyakan kabar mereka, “Tidak apa-apa..” jawab keduanya.. ini membuat Dea melihat ke arah keduanya dengan tatapan menyelidiki.. dia sedikit tidak tenang, tapi tidak mau menanyakan lebih dalam


 


Dia tidak mau memaksa keduanya, jika keduanya tidak ingin mengatakannya..


 


Sudah beberapa hari berlalu seperti ini...


 


Dea selalu tidak datang ketika pelajaran kedua di mulai, dia pergi saat jam istirahat datang.. sudah seprti itu selama beberapa hari, sehingga dia tidak tau dengan apa yang di lakukan Chan Bai Rin


 


Hingga saat ini...


 


“hh.. terlambat..” Dea tidak bisa bangun dengan cepat.. setelah kenaikannya yang terakhir mimpi buruknya berkurang, tapi kebiasaannya tidak bisa hilang, dia masih daja malas untuk bangun pagi


 


Karena terlambat, Dea merasa bahwa dirinya sudah tidak sempat... dia melirik pada gelangnya dan menggosoknya, seketika keluar pedang yang besar..


 


Sambil berlari dia melempar pedang itu dan berdiri di atasnya, kemudian terbang.. para pelayan yang ada di pavilliun itu menatap Dea dengan penuh kagum.. menurut mereka, hanya orang yang memiliki level yang tinggi yang bisa terbang, dan kini Dea terbang dengan pedangnya


 


Seketika dia sampai di depan kelasnya.. tidak ada yang menyadarinya saat melesat dengan sempurna menghindari semua orang tanpa terlihat di mata mereka.. dia bisa merasakan bahwa tidak ada hawa manusia di dekatnya dan turun dari pedang itu..



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***