
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Mereka semua kemudian membalikan wajahnya menghadap kearah mana benda asing itu terbang.. mereka kemudian melihat kearah pohon
Itu di sana terdapat pisau kecil menancap di sana.. mereka tidak mengenali bentuk aneh dari pisau itu, yang mereka tau pasti itu adalah sebuah pisau kecil menancap di sana
Tapi tiga orang dari mereka tau bahwa itu adalah milik Lan Xia Dea, mereka kemudian berbalik menatap Dea yang perlahan mendekat, tak lama kemudian suara yang dingin terdengar, “Ada peraturannya.. jika bukan kau dan kakakmu yang melakukannya biarkan pihak keluarga Kaisar yang memeriksanya.. bukan menghukum dengan sendirinya... dan juga ini ada kaitanya dengan kami.. jangan mengklaim sendiri..” dengan itu Dea menatap dari atas kuda melihat Lei Fang’er dan adiknya serta Ling bersaudara yang tengah berlutut
Itu terlihat sombong dari bawah, membuat Lei Fang’er dan Ling Yu yang tersungkur kebawah menatap Dea dengan mengepalkan tangannya melihat Dea yang bisa di katakan sombong
Pikir mereka berdua bahwa kalau masalah ini tidak terjadi, mereka tidak akan berlutut dan tersungkur seperti ini “Kalau bukan karena ****** itu, aku tidak akan ada di bawah seperti ini” pikir Lei Fang’er dan Ling Yu, mereka sedang saling menyalahkan karena melihat wajah Dea, Lei Fang’er mingkin lupa bahwa kalau bukan karena Dea melemparkan kunainya, nyawanya kini sudah hilang
Di bandingkan Lei Fang’er dan Ling Yu yang mengangap Dea menatap mereka dengan sombong dan menyidir, yang lainnya memandang Dea dengan penuh kagum
Dari awal sampai akhir Dea tidak bertindak dan hanya melihat saja dan selalu muncul di akhir, dan sekarang kemunculan Dea dianggap sebagai Dewi
Di tengah itu, yang sebenarnya Dea hanya malas menganani hal merepotkan, kalau bukan karena tidak mau mangsanya di rampas, Dea mungkin tidak akan bertindak
Yah siapa lagi kalau bukan Lei Fang’er.. Dea sudah menetapkan mangsanya, dan tidak mungkin ada orang yang bisa merebutnya, termasuk Ling Yu
Dea tidak mau itu...
Setelah perbincangan Yanzhi Xiuzhu, Yanxui Ki Hua dan Han Luoyi selesai, mereka memutuskan untuk menuju tenda utama bersama
Kelompok Lei Fang’er dan Ling bersaudara di haruskan untuk mengikuti mereka.. mau tidak sengaja atau tidak, hukuman mereka akan menjadi keputusan dari sang Ratu, ibu Dea
Oh yah omong-omong Dea tidak ikut berdiskusi bersama ketiganya.. dia sibuk sendiri, yang sebenarnya malas berususan dengan hal yang merepotkan,
Tak lama kemudian mereka sampai di tenda utama, tak lupa juga membawa sang hewan penjaga
Tetapi saat mereka mulai melangkah maju, Yanzhi dengan tegas menatap mereka dengan tajam.. “Tahan!!” dengan itu menindas semuanya.. hasil itu membuat mereka memilih untuk diam di tempat
Tak lama kemudian sang Ratu datang melihat putra dan putrinya. Semalam dia cemas bagaiman kabar mereka, ini membuat hatinya tidak tenang, tetapi sekarang kekhawatiran itu sudah lenyap, ketika melihat Yanzhi, Yanxui dan putrinya yang berharga Dea, dan juga tentu saja sang keponakan Han Luoyi
Tetapi ketika melihat bahwa perlahan sang Rubah biru perak masuk, kerumunan mulai ribut
Sang ratu yang melihatnya menjadi suram begitu juga dengan keluarga kerajaan Laurenzhi yang ada di sana, tak lama terdengar suara menahan kemarahan dari sang Ratu “Apa yang terjadi dengan penjaga kerajaan..” dengan itu membuat Lei Fang’er dan Ling bersaudara gemetar ketakutan
Ratu menatap Yanzhi dengan tajam, meminta penjelasan “Ini sebaiknya ibu tanyakan kepada mereka yang ada di belakang.. mereka telah dengan berani menyerang dan memburuh sang penjaga Laurenzhi, Rubah biru perak sehingga melukainya..” ucapnya dengan dingin menatap Lei Fang’er dan Ling bersaudara
Suasana menjadi berat dan riuh mendengar perkataan dari Yanzhi.. “Apa.. Beraninya kalian” dengan itu kemarahan terlihat jelas di mata sang Ratu dan keturuan langsung kerejaan Laurenzhi
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit..
Comment dan Like...