
Tak lama kemudian terdengar suara tawa dari seseorang di atas pohon, mereka melihat seorang wanita memakai pakaian yang sama dengan Dea tetapi auranya lebih terasa cantik sedang memakan buah kesukaannya dangan memakai cadar yang tipis
Hawa yang tadi di hilangkan terasa kembali setelah Yanzhi Zhuxiu sadar bahwa ada seseorang di atas pohon, yah orang itu adalah Lan Xiadea yang sedari tadi berada di atas pohon dengan memakan buah sambil memperhatikan
Sebenarnya sejak pertandingan pertama dimulai, Dea yang merasa bosan kerena lawan yang sangat lemah, saat dia menghilang waktu melemparkan pisaunya, dia mengeluarkan bayangan tiruan untuk menggantikannya dan duduk di atas pohon sambil melihat jalannya pertandingan dari atas
Kini mereka semua memperhatikan Dea dengan tatapan terkejut, ”Jadi siapa yang dari tadi bertanding” kira kira begitu
Dea tersenyum menatap kakaknya “Heh.. ternyata kakak menyedarinya..” ucapnya sambil turun dengan perlahan dari atas pohon dan berjalan mendekat lalu dia mengacungkan jempolnya “..Hebat..” sambil memakan buahnya dengan polosnya
Sementara yang melihatnya tertawa canggung karena melihat tingkah Dea yang polos seperti tidak ada yang terjadi
Karena tak tahan melihat kebingungan Yanxui Ki Hua angkat bicara “K.. kakak.. apa yang terjadi.. ke.. kenapa ada dua kakak di sini.. eh ehh.. a.. ap yang.. ah!!! aku bingung” ucap Yanxui dengan kebingung
Yanzhi menatap Yanxui dengan datar “Ahou..” dengan menghembuskan nafas
Dia menjelaskan dengan perlahan kepada adiknya, setelah beberapa saat Yanxui mengerti dan menganggap kakak perempuannya menakjubkan, tatapan nya berbinar-binar bergitu juga yang lain
Guru Zhou yang mendengarnya muntah darah, dia malu karena yang dia lawan dari tadi sampai membuatnya mengalami luka daam adalah bayangan.. haha.. ini lebih memalukan
Sedangkan Lei Fang’er kesal karna Dea lebih unggul darinya yang seorang bangsawan, sedangkan Dea hanyalah anak angkat. Dia masih berpikir bahwa Dea hanya anak angkat
Setelah semuanya mengerti mereka melanjutkan pertandingan. Dea memperhatikan kakaknya sekilas “Hem.. level 55 ranah kekosongan tingkat awal.. lumayan..” ucapnya yang membuat Yanzhi terkejut kerena Dea dapat melihat tingkat kultivasi miliknya
Sedangkan level Dea dan guru Zhou hanya 1 tingkat. Guru Zhou level 50 ranah kaisar sedangkan yang dia lihat Dea hanya level 51 ranah kekosongan tingkat menegah jadi tidak mungkin dapat melihat tingkat yang lebih tinggi
Tetapi dia melihat ada sedikit keanehan yang ada di dalam kekuatan Dea, merasa ada yang ganjal, dan juga senyum adiknya
Setelah memikirkannya dia akhirnya mengerti bahwa adiknya menyembunyikan level, itu satu-satunya cara yang menjelaskan Dea yang dapat melihat levelnya
Suasanapun menjadi sunyi, tidak ada yang berani mengalihkan matanya dari mereka berdua, bahkan Yanxui sudah kembali dan memilih melihatnya dari jauh
Begitu pertandingan di mulai keduanya meju bersamaan, kini tidak ada yang memakai senjata karena ingin bertanding menggunakan kultivasi
Gerakan keduanya bergitu cepat, Dea menlancakan serangang dan Yanzhi menangkis, Dea lengat sesaat dan Yanzhi mencoba menggunakan kakinya agar membuat Dea terjatuh
Dea menghindar dengan cepat bahkan meninggalkan bayangan di tempat, sangat cepat
“Elemen api.. tinju api..” ucap Yanzhi lalu muncul api di tangan Yanzhi dia arahkan itu pada Dea, Dea melompat kebelakang untuk menghindar
Sesaat keheningan terjadi. Dea kemidian merapalkan jurusnya “Elemen air.. gelombang air..” muncul kumpulan air yang menyerupai obak di belakang Dea
Yang melihatnya terpukau karena mereka berdua, “Seperti perang Dewa.. apakah mereka berdua itu adalah manusia..” ucap salah satu bawahan yang melihat
Mereka terkagum-kagum melihat Dea dan Yanzhi, tetapi juga takut bahwa mereka akan kena imbasnya, untung saja ada penghalang yang di buat oleh Yanxui agar mereka tidak terluka, guru Zhou dan lainnya membantu memperkuat pelindung
Kini guru Zhou mengerti bahwa Dea ada di atasnya bahkaan sampai membuat halaman latihan yang sangat luas, bergitu hancur di gunakan Dea dan Yanzhi untuk latihan sampai tak berbentuk
Semetara Lei Fang’er, dia kesal “Bagaimana mungkin” pikirnya, dia terkejut sekaligus kesal dengan Dea karena memiliki kekuatan yang sangat kuat tanpa tau seberapa besar perjuangan Dea untuk sampai di titik ini
Tak berapa lama pertandingan pun berakhir dan di menangkan oleh Dea tentunya. Di latihan ini menguakkan bahwa Dea memiliki tiga elemen yang berbeda, yaitu petir yang sangat jarang, air, dan api yang menjadi ciri khasnya keluarga kekaisaran
Tetapi mereka belum tau bahwa Dea masih memiliki elemen lainnya, saat ini mereka berpikir bahwa Dea sangatlah kuat karena memiliki tiga elemen tersebut, selain elemen petir yang sangat jarang, dia juga memiliki dua elemen yang berlawanan..
“Hah.. aku kalah lagi..” ucap Yanzhi yang seperti tidak apa-apa membuat bawahannya bingung
“Bagaimana bisa pangeran bisa baik-baik saja padahal sudah di kalahkan oleh putri..” kira-kira begitu
Yah, sebenarnya Yanzhi sudah menduga bahwa dia yang akan kalah, karena dulu pun juga bergitu, di setiap latihan tanding, Dea, adiknya selalu mengalahkannya, dan hal itulah yang membuat Kaisar, ayah mereka membenci Dea dan mengirimnya pergi jauh dari kekaisaran
Hal ini hanya di ketahui oleh orang-orang pekerja lama di istana..
Yanzhi tidak merasa kecewa dengan kekalahannya , malahan dia merasa senang karena dapat melihat adiknya yang beberapa hari ini terlihat murung seperti ada beban di hati, sekarang tersenyum dengan gembira
\--------
Sudah beberapa hari sejak kejadian itu. Para pelayan dan prajurit yang ada di sana dan menontonya, menceritakan kejadian itu, dengan cepat menyebar keseluruh istana
Dan yang menjadi tokoh utamanya Dea kini tengah kesal
Rumor tentangnya yang mengalahkan Pangeran Yanzhi, kakaknya membuatnya resih karena pandangan yang dia terima dari para pelayan
Ada yang menatapnya dengan penuh kagum, benci karena mengalahkan idamannya, dan ada yang iri karena kekuatannya
Padahal sudah beberapa hari setelah kejadian itu, tetapi rumor belum juga mereda.. yah walaupun tidak menyebar keluar istana karena ancaman, tetapi itu cukup untuk membuatnya merasa seperti menjadi hewan yang langkah
Sungguh itu membuatnya kesal..
Meninggalkan hal itu yang tengah berada di beranda, tengah memikirkan sesuatu, yang terlihat di mata Mei adalah wajah yang sedih
Yah, saat memikirkan rumor itu tiba-tiba Dea teringat dengan sesuatu, yaitu masa-masa saat dia berada di akademi, mengingat hal itu membuatnya sedih
Dea yang kini meresap teh, tiba-tiba merasakan sesuatu, dia menyuruh semua pelayan dan dayang yang ada di dalam ruangan maupun yang ada di depan pintu untuk menjauh, bahkan menghusir mereka dari paviliun tempatnya tinggal