
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Mendengar hal itu membuat Lei Fang’er kesal dan penarasan tentang seberapa
bagusnya kamar yang di atur oleh Lan Xiadea sehingga dia menolak dan membuang
hiasan kamar yang di buat oleh nya, dia berniat untuk pergi kemar dea karena
ingin melihat.
Di saat Lei Fang’er yang kesal itu datang untuk melihat kamar dea, disaat
ini orang yang di bicarakan tengan duduk di beranada kamar menikmati hari
sambil membaca buku, tidak tau apa yang di baca dea tetapi membaca itu membuat
hati dea tenang
Lalu datang lah si pembuat masalah, saat ini Lei Fang’er telah sampai di
depan pintu kamar dea,
Note : sebenarnya untuk dikatakan kamar itu lebih tepatnya seperti bangunan rumah
yang sangat besar, hanya saja terhubung dengan istana utama
Ketika dia ingin masuk pelayan yang menjaga di depan pintu mengatakan
kepada tidak mengizinkan Lei Fang’er masuk karena dea tidak mengizinkannya
tetapi dengan keras kepalanya dia memakasa untuk masuk, dengan bangganya dia
berkata “tenang saja dea tidak akan masuk lebih baik kalian minggir sebelum aku
memberi hukuman pada kalian.....hmp”
Pelayan yang menjaga takut menghentikan karena tak ingin mendapat hukuman
deari Lei Fang’er, mereka pun tidak lagi mnghentikan dia
Dea yang masih menikmati suasana tidak mengetahui apa yang di lakukan oleh
Lei Fang’er, lalu tiba-tiba pintu terbuka dengan sangat keras yang membuat dea
terkejut , ternyata itu adalah Lei Fang’er yang membuka pintu dengan keras
karena dia jengkel pada saat di mencoba memebuka pintu, pintu itu tidak bisa di
buka.
Yah tentu saja itu karena dea menggunakan kekuatanya untuk menyegel pintu
agar tidak mengganggunya, tetapi dia menyesuaikan dengan level pelayan karena
tidak ingin mereka terluka
Begitu melihat yang menerobos adalah Lei Fang’er membuat Dea bermuka masam
sementara Lei Fang’er begitu dia masuk kedalam dia begitu tekejut karena kamar
Dea 100× lebih bagus dan indah dari pada kamarnya. Dia terpesona melihat kamar
Dea sehingga tidak menyadari Dea yang sadari tadi menatap dia dengan sinis
“erhm...” dehaman dea yang ingin agar Lei Fang’er tersadar dan itu
membuahkan hasil, Lei Fang’er tersadar dan melihat dea yang berada diberanda
tengah duduk sambil membaca buku dengan teh dan cemilan berada di atas mej,
lalu dengan tidak tahu malunya Lei Fang’er duduk di kursi depan dea
“wah kamar ini sangat indah yah... patas saja kau menolak kamar yang ku
atur.. haha” ucapnya memuji, yapi nyatanya di dalam hati dia berkata “sial kamar yang sebagus ini diberikan hanya
untuk anak angkat ini, bukankah ini berlebihan, padahal aku sudah mencoba
memintanya kepada pangeran tetapi dia tidak memberikanya...heh apa aku coba
minta saja pada ratu, pasti ratu akan memberikan nya kepada ku yang merupakan
calon putri mahkota dari pada kepada seorang anak angkat..” ucapnya dalam
hati
Lalu dia berkata lagi “padahal aku sudah mencoba meminta kamar ini pada
pangeran tetapi dia tidak memberikannya...” ucapnya yang penuh dengan maksud menindas
dea. Maksud ucapannya adalah Yanzhi lebih perhatian kepada dea dari pada
dirinya yang merupakan calon tunangannya.
Mendengar bahwa Lei Fang’er meminta pada kakaknya untuk memberikan kamarnya
kepadanya membuat dea lebih tidak suka kepada Lei Fang’er, lalu dengan dinginya
dia berkata “siapa yang menizinkanmu masuk...?” ucapnya yang seperti
mengabaikan Lei Fang’er
Lei Fang’er yang merasa dihina hanya diam malu “kalau tidak salah aku
menyuruh kalin untuk tidak mengizinkan siapapun untuk masuk.... kalian
meremehkan perintah ku” ucapnya dengan menatap tajam ke dia kedua pelayan yang
telah menukar sif dengan pelayan yang pertama
Kedua pelayan yang ditatap tajam pun merasa takut dan berkata “k kami minta
maaf putri... t tapi nona Lei yang memaksa... k kalau kami tidak mengizinkan d
dia mengancam akan menghukum kami” melihat mereka berkata seperti itu membuat
“dea jangan melanyahkan mereka aku yang memaksa untuk masuk dengan
berbohong kalau aku akan menghukum mereka, jadi jangan menyalahkan mereka”
ucapnya agar terlihat baik tetapi itu tidap mempan terhada dea
“jadi kalian memilih untuk di hukum oleh ku...” ucap yang mengabaikan Lei
Fang’er, Lei Fang’er yang diabaika merasa malu. Lalu dea menatap kedua pelayan
dengan mata yang dingin dan tajam dengan senyum yang menyeramkan dan berkata
“heh sepertinya aku sedang diremehkan di sini...”
Dea kemudian menjentikan jarinya lalu tiba-tiba sumpit yang ada di piring
cemilan dea dengan sangat cepat datang lalu berhenti di tepat di depan mata ke
dua pelayan itu, kedua pelayan pun merasa takut dan mencoba meminta
“k kami minta maaf putri.... k kami minta maaf..” ucap ke dua pelayan yang
mencoba meminta maaf. Melihat dea yang hampir menusuk mata kedua pelayan
membuat Lei Fang’er bergidik mengeri kemudian dia melihat dea yang menatap
kedua pelayan itu seperti tatapan ingin membunuh
Melihat pelayan yang ketakukan dea mengingat sesuatu lalu kemudian dia
mengontrol sepasang sumpit itu untuk menjauh dari pelayan kemudian dengan
ekspresi yang sama dia berkata “kalau bukan karena ini berada di Laurenzhi aku
takkan menahan diri. Pergi.. aku tidak ingin kalian ada di istana ini “ ucap
dea yang ingin bahwa kedua pelayan itu untuk tidak datang lagi untuk berkerja
“de dea ap apa maksud mu... apakah kau ingin mengusir mereka... lalu
mer......” ucap Lei Fang’er yang terkejut bahwa dea ingin menghusir kedua
pelayan, sebelum Lei Fang’er selesai berucap dea memotong “Mei, Shin Yao kalian
ada di sini kan”
Ucapan dea membuat Lei Fang’er dia ingin mengatakan kalau dea ini pasti
sedang berhayal tetapi lagi-lagi sebelum dia menyelesaikan perkaatannya ketiga
dayang itu muncul “yah putri...” ucap ketiga dayang
“urus mereka” ucap dea sambil menatap kedua pelayan, pelayan yang ingin di
usir pun meminta dea untuk tidak menghusir mereka tetapi dea tetap bersikeras
lalu dengan marahnya salah satu dari mereka berkata “kenapa harus menghusir
kami padahal ini hanya karena kami mengizinkan nona Lei untuk masuk, ini hanya
masalah yang sepele” ucapnya yang membuat dea lebih berwajah yang seram
Kemudia dea berkata “aku tidak butuh penghianat yang dengan mudahnya
menyerah hanya karena di ancam.. kalau ini di perang kau sudah dianggap menjual
tuanmu sendiri... yang mengakibatkan kekalahan” ucapnya yang membuat pelayan
itu terdiam sekaligus membuat Lei Fang’er tersindir. Hukuman yang dea berikan
adalah hukuman yang paling ringan untuk seorang penghianat
Dea kemudian menyuruh Shin dan Yao untuk mengurusnya hanya Mei yang
tertinggal. Melihat bahwa orang yang
menyebabkan kekacawan masi berada di dalam kamarnya membuat dea kesal, lalu dia
mengarahkan sumpit yang dia gunakan tadi kepada Lei Fang’er
“kenapa kau masih ada di sini...” tatapan yang dia lakukan tadi kepada
kedua pelayan dia lakukan ke Lei Fang’er juga karena dea mulai membenci nya “de
dea kumohon jauhkan itu dari ku a aku ini calon kakak mu ku kumohon...” ucapnya
yang ketakutan karana dea mengarahkan sumpit itu kepadanya
“pergi dari sini sebelum aku menghusirmu pergi dari istana ini seperti yang
ku lakukan kepada penghianat tadi....” karena ketakutan, Lei Fang’er dan
pelayannya pun pergi.. “sekali lagi kau masuk tanpa izin ku, akan ku husir kau
dari istana ini...” dengan tatapan tajam dia melihat Lei Fang’er keluar dari
kamarnya
Mendengar dea mengatakan itu membuat Lei Fang’er kesal tetapi dia masih
ketakutan dengan tatapan tajan dan dingin dea tadi, sebenarnya dea mengeluarkan
10% auranya sehingga kedua pelayan serta Lei Fang’er dan pelayan nya merasa
takut.