
Lan Xia Dea yang awalnya tidak peduli, menyeringai mendengar apa yang di katakan oleh Chan Bai Rin.. dia berniat membiarkan Chan Bai Rin karena Shua Yunru Xi, tapi dia sendiri yang mencari masalah.. dengan senang hati, tentu dia akan mengikutinya..
Tes di lakukan dengan menguji sampai mana murid bisa mengendalikan serangan pada senjata dengan kekuatan alam
Bagi Dea tes ini sangat mudah.. dia bisa mengendalikan senjata dengan kekuatan alam pada tingkat tinggi.. contohnya mengendalikannya sampai membuatnya terbang sambil di naiki.. ini tentunya sudah level tinggi
Tapi saat ini, Chan Bai Rin, merasa bangga dan tinggi diri.. pikirnya juga tes ini sangat mudah baginya.. dia adalah wanita terbaik di kelas terbaik, tentunya dia merasa tinggi, bahkan berpikir bahwa Dea tidak bisa sampai pada levelnya
Lihat saja dia yang mengajari Shua Yunru Xi.. dengan itu saja, tidak bisa di katakan mampu.. mengingat ini, senyum sinisnya tidak bisa di sembunyikan.. dia memandang Dea dengan penuh ejekan
Saat giliran keduanya tiba, senyumnya bahkan menjadi-jadi.. Habis kau kali ini, batinnya.. dia sudah membayangkan bagaimana ekspresi Dea yang gemetar ketakutan saat ini, tapi saat melirik ke arahnya, dia senyumnya menjadi kaku...
Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, panik, ketika mendengar usulan Chan Bai Rin tentang berpasangan dengannya.. kalau boleh jujur, keduanya telah sering di jadikan sasaran, pada saat latihan, dan itu selalu berakhir tidak baik
Mereka khawatir dengan Dea.. bagaimanapun, setelah beberapa hari bersama, ketiganya menjadi dekat.. mendengar ide Chan Bai Rin mereka berpikir Dea akan menjadi sama seperti keduanya.. di permalukan tanpa habis
“D.. Dea.. lebih baik menolak berpasangan dengannya.. tidak begini saja, aku yang akan menggantikanmu” ucap Zhua Yinxu
Kini sudah giliran Dea dan mereka khawatir padanya.. mereka mencoba yang terbaik untuk menghentikan Dea walau harus menggunakan diri sendiri
Tapi siapa sangkah, Dea begitu tenang, sikapnya yang acuh tak acuh membawa tanda tanya.. akhirnya mereka sampai pada kesimpulan bahwa Dea tidak tau, seperti apa tingkat dari Chan Bai Rin.. dengan itu keduanya menjelaskan padanya
Tapi Dea hanya menjawab dengan santai “Iya.. Lalu?” mereka frustasi karenanya, mereka mencoba menjelaskannya agar Dea menyerah, tapi dia hanya menjawab dengan santai? Bahkan tidak ada ekspresi di lihat dari matanya..
Melihat keduanya yang dengan ekspresi yang rumit, dia tersenyum.. “Tidak apa-apa.. aku akan baik-baik saja” ucapnya lalu pergi
Keduanya melihatnya.. Iya.. untuk fisik kemungkinan akan baik-baik saja, tapi untuk yang lain bagaimana? Batin keduanya..
Bukan hanya mereka saja yang berpikir bahwa Dea akan kalah dan di permalukan dengan buruk, semua orang yang ada di sana juga merasakannya, bahkan untuk Luo Hong San..
Dia tau betul betapa kejamnya Chan Bai Rin dalam mempermalukan seseorang.. tapi apa pun yang terjadi, dia tidak akan membiarkannya.. berpikir tentang ini, dia termenung sesaat.. “Kapan aku menjadi begitu memperhatikannya” gumannya..
Itu memang tidaklah keras, tapi untuk Chan Bai Rin yang sudah memperhatikannya dari tadi tau apa yang di maksudnya.. Chan Bai Rin terus melihat bahwa Luo Hong San mencuri pandang pada Dea.. mendengarnya mengatakan hal itu, sudah pasti di tunjukan pada Dea.. dia memandang Dea dengan permusuhan
Dia bersumpah akan mempermalukannya hari ini.. begitu melihat Dea yang masih memiliki sikap acuh tak acuh, dia menyeringai..
Kau bisa santai untuk saat ini, tapi tidak untuk kedepannya.. setelah ini, kau akan berada di bawahku.. tawa Chan Bai Rin di hatinya..
Dea melihatnya tapi mengabaikannya.. mereka berdua berdiri di depan semua orang.. untuk tes yang di lalui, mereka menggunakan panah untuk menguji dengan target sebagai tujuannya..
Panah adalah senjata yang tepat untuk di gunakan sebagai media menguji sampai mana mereka bisa mengendalikannya..
Chan Bai Rin mulai terlebih dahulu, membuat kesan terlebih dahulu, agar bisa membuat Dea malu jika hasilnya lebih buruk darinya.. ini adalah kebiasaan yang di lakukannya untuk menjatuhkan orang
Di sisi lain..
Dea terlalu acuh tak acuh.. dia tidak punya minat dalam hal ini.. sejujurnya ini bisa di lakukannya setiap hari, mengujinya dengan ini, tidak terlalu menyenangkan
Apakah mereka tidak melihatnya melempai pisau kecilnya tadi.. dia menariknya dengan memusatkan energi alam! Apakah tidak ada yang melihatnya.... berpikir pada hal ini, membuatnya mengendus kesal
Dia mengabaikan banyak mata yang melihatnya.. dia menarik busurnya dan di arahkan ke target, dengan mengambil ancang-ancang, menariknya dan tak lupa mengisinya dengan energi alam dan di lepaskan
Itu melesat tajam, sampai menghancurkan target.. ini terjadi terlalu cepat, membuat yang melihatnya tercengang.... kekuatannya bahkan lebih dahsyat dari Cha Bai Rin
Kuda-kuda yang sempurna, kekuatan yang tepat, sampai pengendalian yang sempurna.. ini bukan seperti baru mempelajarinya, ini seperti sudah seorang master yang berpengalaman.. pikir guru yang memperhatikan hal itu
Bahkan mereka yang ada di sana juga menatap Dea dengan keterkejutan.. pengendalian yang sempurna.. Chan Bai Rin yang ada di sebelahnya juga bingung..
Dia mulai lebih dulu dari pada Dea dengan tujuan membuat Dea di permalukan pada akhirnya, tapi apa.. ini menjadi bumerang padanya.. dengan kekuatan bahkan lebih dahsyat darinya..
Dia termenung sesaat sebelum menolak untuk percaya.. “Tidak mungkin.. ini tidak mungkin.. ulangi lagi..” dengan itu Dea menatapnya dengan padangan menatap orang gila
Apakah otaknya sudah rusak.. guru menjelaskan padanya, tapi dia tidak percaya dengannya “Aku tidak percaya.. pasti ada yang membantumu..” ucapnya dengan kegilaan
Dea sudah tidak tahan dengan apa yang di dengarnya, telinga memanas, karena kesal dia melemparkan panah lagi.. kali ini bukan di target yang di depannya, tapi di arahkan langsung pada target di belakang Chan Bai Rin, yang membuatnya berhenti berbicara ketika mendengar suara ledakan..
Dengan itu dia memandang Dea dengan linglung.. tiba-tiba dia tersadar dengan sekitar dan menatap sekeliling.. mereka semua menatapnya dengan menggeleng kepala serta berbisik tentangnya
Mengingat sesuatu dia berbalik untuk melihat Luo Hong San yang kini menatapnya dengan ekspresi yang dingin.. malu akan dirinya, dia pergi dari sana dengan ekspresi yang tengah menahan amarah
Teman-temannya juga mengikuti di belakang.. sedangkan Dea melihatnya dengan seringai di balik wajahnya..
Dea dan Chan Bai Rin adalah pasangan terakhir, tapi masih ada pelajaran lain dan semua itu hancur karena perginya Chan Bai Rin
Saat mereka melangkah keluar dari aula latihan, datang seorang pria yang tampan dengan keringat membasahi tubuhnya “Aku menemukanmu..”
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***